Skip to main content

Posts

Pisang Cavendish Modifikasi Genetik Tahan Jamur TR4

Recent posts

Maurolicus muelleri Mengadaptasi Sel Batang dan Kerucut

Ikan laut dalam menggunakan mata aneh untuk melihat dalam gelap dan terang. Para peneliti melaporkan temuan yang bertentangan dengan teori sebelumnya tentang dikotomi sel batang dan kerucut dalam sistem penglihatan. Sel peka cahaya pada mata beberapa ikan di laut dalam melakukan tugas ganda.


Maurolicus muelleri memiliki sel-sel seperti batang untuk penglihatan rendah cahaya sebenarnya lebih mirip kerucut yang bereaksi terhadap cahaya terang. Para ilmuwan melaporkan sebuah adaptasi yang memberi penglihatan tajam ikan di remang-remang laut dalam dan di permukaan air yang terang saat mencari makan.

Batang dan kerucut yang membungkus retina bekerja bersamaan untuk memberi penglihatan yang bagus pada hewan dalam berbagai kondisi cahaya. Beberapa spesies yang hidup di lingkungan redup telah menghapus kerucut seluruhnya, tapi M. muelleri telah membingungkan para ilmuwan.

Fanny de Busserolles, biolog sensorik di University of Queensland, dan tim menyelidiki gen responsif dimana sel-sel berbent…

Deskripsi Spesies Ketiga Orangutan Pongo tapanuliensis

Para antropolog melaporkan spesies orangutan ketiga. Pongo tapanuliensis tidak lebih dari 800 individu sebagai populasi yang terancam punah dalam silsilah kera merah tertua yang masih hidup. Orangutan yang tinggal di kaki bukit berhutan di pulau Sumatra ini mewakili spesies yang sebelumnya tidak dikenal.


Para ilmuwan telah lama mengenal enam spesies kera besar selain genus Homo yaitu orangutan sumatera, orangutan Borneo, gorila timur, gorila barat, simpanse, dan bonobo. Namun, pada tanggal 2 November telah menambah satu lagi menjadi tujuh.

Michael Kr├╝tzen, antropolog evolusi dari University of Zurich, dan rekan melaporkan ke Current Biology dimana bukti genetik dan kerangka menempatkan P. tapanuliensis pada lintasan evolusioner terpisah dari orangutan lain di Sumatera (Pongo abelii) dan orangutan Borneo (Pongo pygmaeus).

"Ini bukan kejadian sehari-hari dimana kita menemukan spesies kera besar baru, jadi memang temuan ini sangat seru," kata Krutzen.

Pongo tapanuliensis adalah …

Alien Lebih Mirip Kita Daripada Monster

Alien mungkin lebih mirip diri kita sendiri. Film-film Hollywood dan fiksi ilmiah menceritakan alien seperti monster yang sangat berbeda dengan manusia, namun sebuah tim peneliti dari University of Oxford mengusulkan kita memiliki banyak kesamaan dengan para tetangga ekstra-terestrial.


Sebuah tim memberikan analisis untuk pertama kalinya bagaimana teori evolusi untuk prediksi alien dan lebih memahami tingkah lakunmya. Mereka menunjukkan bahwa alien terbentuk oleh proses dan mekanisme yang sama dalam membentuk manusia dalam seleksi alam.

Sam Levin, zoolog di University of Oxford, mengatakan teori Charles Darwin mendukung argumen bahwa bentuk kehidupan asing mengalami seleksi alam dan seperti manusia akan berkembang menjadi lebih efesien dan lebih kuat dari waktu ke waktu.

"Tugas mendasar astrobiologi memikirkan tentang kehidupan ekstra-terestrial seperti itu. Tapi membuat prediksi tentang alien sangat sulit. Satu contoh kehidupan di Bumi untuk diekstrapolasikan," kata Levin.

REPAIR CRISPR-Cas13 Merevisi Salah Ketik Gen

Para editor dapat mengedit huruf RNA tunggal dalam sel manusia. Para peneliti untuk pertama kalinya menggunakan teknik CRISPR-Cas13 untuk mengedit salah ketik dalam genom yang menjadi penyebab mutasi dan beragam penyakit genetik. Teknik REPAIR mengubah produk gen tanpa melakukan perubahan genom.


Feng Zhang, genetikawan Broad Institute of MIT and Harvard di Cambridge, dan tim melaporkan sistem berbasis CRISPR yang disebut RNA Editing for Programmable A to I Replacement (REPAIR) untuk mengubah nukleosida RNA tunggal dalam sel mamalia sehingga dapat diprogram dengan tepat.

REPAIR memiliki kemampuan untuk membalikkan mutasi penyebab penyakit pada tingkat RNA serta aplikasi sains terapeutik dan dasar potensial lainnya. Teknik menargetkan huruf RNA individu atau nukleosida dan mengganti adenosin dengan inosin.

"Memperbaiki mutasi penyebab penyakit adalah salah satu tujuan utama pengarsipan genom, namun memulihkan fungsi protein yang hilang jauh lebih menantang. Kemampuan baru untuk men…