Skip to main content

Tekstil Baru Mampu Menjaga Suhu Tubuh Dalam Segala Cuaca

Tekstil baru memiliki kemampuan menjaga peralihan suhu. Kain reversible masa depan mungkin membuat Anda nyaman dalam cuaca apapun dimana tekstil berteknologi tinggi suatu hari nanti memungkinkan setiap orang tidak perlu mengganti pakaian.

Para peneliti di Stanford University mengembangkan tekstil berlapis-lapis yang menjebak panas tubuh di satu sisi dan secara pasif mengeluarkan panas dari tubuh saat membalik ke dalam. Material membuat kulit dalam kisaran nyaman 32 hingga 36 Celsius dimana suhu lingkungan berfluktuasi hingga 9 derajat.

Laporan Penelitian Tekstil Baru Mampu Menjaga Suhu Tubuh Dalam Segala Cuaca

Di bawah mikroskop, tekstil tampak seperti sandwich yang berantakan. Lapisan nanoporous polyethylene atau nanoPE memiliki dua lapisan yaitu karbon kasar yang berpori dan tembaga halus yang kencang.

Bila karbon menghadap ke luar dari tubuh dan lapisan nanoPE tipis berada di dekat kulit, tekstil berada dalam mode pendinginan dimana panas tubuh mudah lolos melalui struktur karbon. Tekstil menurunkan suhu kulit sekitar 3 derajat. Kain dibalik untuk menghadap keluar, kulit akan memanas sekitar 4 derajat.

Desain sandwich ini menambahkan kemampuan pendinginan dan pendinginan yang disempurnakan ke dalam struktur nanoPE. Meskipun bahan berbasis plastik baru tidak siap untuk dipakai, para peneliti mengembangkan versi berbasis serat yang mirip dengan tekstil tradisional.

Jurnal : Po-Chun Hsu et al. A dual-mode textile for human body radiative heating and cooling, Science Advances, DOI:10.1126/sciadv.1700895

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.