Skip to main content

Fosil Gua Misliya di Israel adalah Manusia Modern Tertua di Luar Afrika

Sebuah rahang mendorong keberangkatan manusia dari Afrika kembali pada waktunya dimana fosil ditemukan di gua Israel setidaknya berdating 177.000 tahun. Sebuah tulang di Israel saat manusia modern meninggalkan Afrika memberi pesan eksodus kuno dimulai lebih awal dari apa yang diteorikan selama ini.

Gua Misliya di Gunung Carmel di Israel menghasilkan rahang parsial Homo sapiens dengan perkiraan dating pada 177.000 hingga 194.000 tahun yang menunjukkan manusia modern bisa saja meninggalkan Afrika dan mencapai Timur Tengah sekitar 60.000 tahun lebih awal dari perkirakan sebelumnya.

Laporan Penelitian Fosil Gua Misliya di Israel adalah Manusia Modern Tertua di Luar Afrika

Sampai sekarang fosil H. sapiens tertua yang diketahui di luar Afrika ditemukan di Gua Skhul dan Qafzeh di Israel berdating pada 90.000 dan 120.000 tahun, tetapi temuan baru mengisaratkan manusia meninggalkan Afrika sekitar 300.000 tahun lalu dan mencapai Timur Tengah lebih dari 200.000 tahun lalu

"Rahang Misliya memberikan bukti paling jelas nenek moyang kita pertama kali pindah dari Afrika jauh lebih awal dari dugaan sebelumnya," kata Rolf Quam, antropolog di Binghamton University di New York.

Penggalian di Gua Misliya berlangsung dari tahun 2001 sampai 2010 dimana rahang ditemukan pada tahun 2002. Batu-batu artefak terbaring di sedimen yang sama termasuk potongan serpihan batu tajam dan digunakan sebagai alat pemotong. Beberapa serpihan batu telah diasah, mungkin selama proses pembuatan alat.

Tim peneliti dipimpin oleh Israel Hershkovitz, antropolog di Tel Aviv University, menggunakan tiga metode dating secara bersamaan di tiga laboratorium berbeda untuk menghasilkan perkiraan dating rahang Misliya. Prosedur ini menghitung umur gigi, sedimen yang menempel pada rahang dan alat batu yang terbakar.

Hershkovitz dan tim menduga kedatangan orang-orang Misliya yang mengejutkan di Timur Tengah membuat interaksi dengan Homo Neanderthalensis, meskipun peneliti menganggap H. sapiens di Skhul dan Qafzeh tiba langsung dari Afrika dan bukan hasil perkawinan silang antara Misliya dan Neandertal.

"Ada kemungkinan juga populasi manusia lainnya yang belum diketahui masuk ke dalam kelompok persimpangan geografis ini," kata Hershkovitz.

Para ilmuwan selama beberapa dekade menduga sebelum 120.000 tahun lalu hanya Neanderthal di Israel dan Asia Barat lainnya. Skenario mengisaratkan H. sapiens dari Afrika menggantikan Neanderthal di Timur Tengah pada 120.000 hingga 90.000 tahun lalu. Temuan fosil lainnya menyarankan Neanderthal kembali ke wilayah tersebut sekitar 80.000 tahun lalu.

Fosil Misliya mencakup rahang atas sebagian, gigi utuh, tulang pipi sebagian, langit-langit mulut dan lubang hidung bagian bawah yang menampilkan beberapa fitur Neanderthal dan genus Homo kuno lainnya, tetapi sifat gigi hanya muncul pada H. sapiens.

"Itulah sebabnya kami merasa yakin dengan diagnosis fosil ini," kata Quam.

Periode hujan di Asia Barat antara 244.000 hingga 190.000 tahun lalu mungkin telah menarik perhatian manusia modern dari Afrika dan Neanderthal dari Eropa. Pertemuan tersebut memungkinkan perkawinan silang dan mungkin spesies Homo lainnya di Timur Tengah untuk menghasilkan Misliya sebagai hibrida yang ditandai dengan sifat fosil.

Alternatif lainnya adalah spesies Homo terkait erat dengan H. sapiens, namun tidak diketahui dari fosil sebelumnya, mungkin telah melakukan perjalanan ke Misliya. Penemuan baru dari Gua Misliya akan memunculkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.

Jurnal : Israel Hershkovitz et al. The earliest modern humans outside Africa, Science, 26 Jan 2018, DOI:10.1126/science.aap8369

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.