Skip to main content

Lapisan Es Dangkal di Mars Bisa Membantu Astronot Masa Depan

Para ilmuwan melaporkan lapisan es tipis dangkal di Mars hanya sedalam 1-2 meter dari permukaan tanah yang bisa membantu para astronot masa depan membangun pemukiman. Es tipis yang terpapar di lereng curam juga dapat membantu mengungkapkan sejarah iklim Planet Merah.

Lapisan es tipis adalah sebuah kabar baik bagi para penjelajah Planet Merah masa depan yang berharap untuk menggunakan air tersebut untuk diminum atau untuk menciptakan oksigen untuk bernafas atau untuk membuat hidrogen sebagai bahan bakar pesawat ruang angkasa.

Laporan Penelitian Lapisan Es Dangkal di Mars Bisa Membantu Astronot Masa Depan

"Apa yang baru dan menarik di sini adalah lapisan es hanya terpendam dangkal," kata Colin Dundas, planetolog di U.S. Geological Survey di Flagstaff, Arizona.

Dundas dan rekan menggunakan satelit Mars Reconnaissance Orbiter untuk mengamati delapan wilayah di mana lereng curam disebut scarps mengungkapkan es. Pada tahun 2008, lander Phoenix Mars mengungkap es di dekat kutub utara, tapi laporan baru lebih dekat ke khatulistiwa pada sekitar 55 lintang utara dan selatan.

Pencitraan resolusi tinggi menunjuk es dilansir menjadi lapisan tipis mungkin berasal dari salju jutaan tahun lalu ketika kutub utara menunjuk ke arah yang berbeda. Para peneliti juga melihat batu-batu besar muncul dari es dimana erosi membuat lapisan es retak beberapa milimeter setiap tahun.

"Ini pada dasarnya memberikan penampang melintang melalui sejarah baru-baru ini," kata Dundas.

Jurnal : Colin M. Dundas et al. Exposed subsurface ice sheets in the Martian mid-latitudes, Science, 12 Jan 2018, DOI:10.1126/science.aao1619

Comments

Populer

DNA Memecahkan Misteri Bagaimana Mumi Terkait Satu Sama Lain

DNA memecahkan misteri bagaimana mumi-mumi terkait satu sama lain dimana sepasang mumi Mesir kuno yang dikenal lebih dari satu abad sebagai dua saudara sebenarnya adalah saudara tirinya. Kedua pria berpangkat tinggi tersebut memiliki seorang ibu, namun ayah yang berbeda.

Para arkeolog mengatakan sebuah jawaban tentang keluarga yang teredam dan terungkap berkat keberhasilan dua jenis DNA dari gigi mumi. Laporaan di Journal of Archaeological Science menyoroti pentingnya garis keturunan ibu dalam menganalisis orang-orang Mesis kuno.


Pertanyaan telah berputar-putar tentang latar belakang biologis dua mumi pria sejak ditemukan bersama di sebuah makam di dekat desa Rifeh pada tahun 1907. Makam berasal dari Dinasti ke-12 Mesir kuno antara tahun 1985 SM hingga 1773 SM. Prasasti peti mati menyebutkan seorang wanita, Khnum-Aa, sebagai ibu kedua pria tersebut.

Kedua mumi digambarkan sebagai putra gubernur lokal yang tidak disebutkan namanya. Tetap tidak jelas apakah prasasti tersebut merujuk pad…

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.

Moratorium Laut Internasional Untungkan Nelayan Pesisir

www.LaporanPenelitian.com - Larangan penangkapan ikan di laut lepas dapat meningkatkan hasil tangkapan global menjadi lebih adil.

Nenek Moyang Salamander Meregenerasi Anggota Badan

Penelitian ~ Nenek moyang salamander meregenerasi tungkai, fosil amfibi kuno menunjukkan tanda tangan mekanisme penggantian embel-embel sejauh era Permian.

Fosil Gua Misliya di Israel adalah Manusia Modern Tertua di Luar Afrika

Sebuah rahang mendorong keberangkatan manusia dari Afrika kembali pada waktunya dimana fosil ditemukan di gua Israel setidaknya berdating 177.000 tahun. Sebuah tulang di Israel saat manusia modern meninggalkan Afrika memberi pesan eksodus kuno dimulai lebih awal dari apa yang diteorikan selama ini.

Gua Misliya di Gunung Carmel di Israel menghasilkan rahang parsial Homo sapiens dengan perkiraan dating pada 177.000 hingga 194.000 tahun yang menunjukkan manusia modern bisa saja meninggalkan Afrika dan mencapai Timur Tengah sekitar 60.000 tahun lebih awal dari perkirakan sebelumnya.


Sampai sekarang fosil H. sapiens tertua yang diketahui di luar Afrika ditemukan di Gua Skhul dan Qafzeh di Israel berdating pada 90.000 dan 120.000 tahun, tetapi temuan baru mengisaratkan manusia meninggalkan Afrika sekitar 300.000 tahun lalu dan mencapai Timur Tengah lebih dari 200.000 tahun lalu

"Rahang Misliya memberikan bukti paling jelas nenek moyang kita pertama kali pindah dari Afrika jauh lebih aw…