Skip to main content

DNA Memecahkan Misteri Bagaimana Mumi Terkait Satu Sama Lain

DNA memecahkan misteri bagaimana mumi-mumi terkait satu sama lain dimana sepasang mumi Mesir kuno yang dikenal lebih dari satu abad sebagai dua saudara sebenarnya adalah saudara tirinya. Kedua pria berpangkat tinggi tersebut memiliki seorang ibu, namun ayah yang berbeda.

Para arkeolog mengatakan sebuah jawaban tentang keluarga yang teredam dan terungkap berkat keberhasilan dua jenis DNA dari gigi mumi. Laporaan di Journal of Archaeological Science menyoroti pentingnya garis keturunan ibu dalam menganalisis orang-orang Mesis kuno.

Laporan Penelitian DNA Memecahkan Misteri Bagaimana Mumi Terkait Satu Sama Lain

Pertanyaan telah berputar-putar tentang latar belakang biologis dua mumi pria sejak ditemukan bersama di sebuah makam di dekat desa Rifeh pada tahun 1907. Makam berasal dari Dinasti ke-12 Mesir kuno antara tahun 1985 SM hingga 1773 SM. Prasasti peti mati menyebutkan seorang wanita, Khnum-Aa, sebagai ibu kedua pria tersebut.

Kedua mumi digambarkan sebagai putra gubernur lokal yang tidak disebutkan namanya. Tetap tidak jelas apakah prasasti tersebut merujuk pada orang yang sama, namun penemunya memutuskan mumi itu adalah saudara kandung, karena keduanya dikuburkan satu sama lain dan memiliki ibu yang sama.

Seiring waktu, perbedaan ditemukan pada bentuk tengkorak dan ciri kerangka lainnya yang menimbulkan kecurigaan bahwa keduanya sama sekali tidak berhubungan secara biologis. Beberapa peneliti berpendapat prasasti tersebut menunjukkan kedua pria tersebut bukan dari ibu yang sama.

Kebingungan semakin bertambah ketika sebuah makalah tahun 2014 melaporkan perbedaan DNA mitokondria bahwa keduanya tidak mempunyai hubungan biologis dengan Khnum-Aa. DNA mitokondria diwarisi dari garis ibu. Tapi material DNA dari sampel jantung dan usus menggunakan metode yang rentan kontaminasi DNA modern dan bakteri.

Konstantina Drosou, bioteknolog University of Manchester dan rekan dalam penelitian terbaru baru mengisolasi dan mengumpulkan potongan DNA mitokondria dan Y-kromosom dari gigi menggunakan metode terbaru. Kromosom Y menentukan jenis kelamin laki-laki dan diwariskan dari ayah ke anak laki-laki.

Pendekatan Kromosom Y dapat meminimalkan potensi kontaminasi dari sumber lainnya dan bukti DNA baru memverivikasi teks hieroglif di peti mati tersebut menjadi akurat, setidaknya mumi pria memiliki ibu yang sama. Prasasti peti mati merujuk pada ayah yang berbeda sehingga tidak disebutkan namanya.

Bukti genetis dua saudara laki-laki di makam yang sama dan ditempatkan di peti mati yang hanya menyebutkan ibu juga menverifikasi Mesir kuno yang mendahulukan garis ibu dalam daftar resmi raja-raja awal Mesir untuk individu non-royal sebagai sebuah marga.

Jurnal : Konstantina Drosou et al. Journal of Archaeological Science, The kinship of two 12th Dynasty mummies revealed by ancient DNA sequencing, 28 December 2017, DOI:10.1016/j.jasrep.2017.12.025

Comments

Populer

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.

Moratorium Laut Internasional Untungkan Nelayan Pesisir

www.LaporanPenelitian.com - Larangan penangkapan ikan di laut lepas dapat meningkatkan hasil tangkapan global menjadi lebih adil.

Nenek Moyang Salamander Meregenerasi Anggota Badan

Penelitian ~ Nenek moyang salamander meregenerasi tungkai, fosil amfibi kuno menunjukkan tanda tangan mekanisme penggantian embel-embel sejauh era Permian.

Fosil Gua Misliya di Israel adalah Manusia Modern Tertua di Luar Afrika

Sebuah rahang mendorong keberangkatan manusia dari Afrika kembali pada waktunya dimana fosil ditemukan di gua Israel setidaknya berdating 177.000 tahun. Sebuah tulang di Israel saat manusia modern meninggalkan Afrika memberi pesan eksodus kuno dimulai lebih awal dari apa yang diteorikan selama ini.

Gua Misliya di Gunung Carmel di Israel menghasilkan rahang parsial Homo sapiens dengan perkiraan dating pada 177.000 hingga 194.000 tahun yang menunjukkan manusia modern bisa saja meninggalkan Afrika dan mencapai Timur Tengah sekitar 60.000 tahun lebih awal dari perkirakan sebelumnya.


Sampai sekarang fosil H. sapiens tertua yang diketahui di luar Afrika ditemukan di Gua Skhul dan Qafzeh di Israel berdating pada 90.000 dan 120.000 tahun, tetapi temuan baru mengisaratkan manusia meninggalkan Afrika sekitar 300.000 tahun lalu dan mencapai Timur Tengah lebih dari 200.000 tahun lalu

"Rahang Misliya memberikan bukti paling jelas nenek moyang kita pertama kali pindah dari Afrika jauh lebih aw…