Skip to main content

Robot iCub Beri Dasar-Dasar Evolusi Kecerdasan Buatan

Robot iCub menghadirkan dasar-dasar pemahaman tentang evolusi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Sebuah proyek penelitian robotika dalam 10 tahun terakhir dari platform open source tentang kecerdasan buatan robot datang dari iCub, sebuah robot humanoid anak-anak.

Sebuah robot balita dibuat di Italia dan hari ini tersedia di laboratorium Eropa, A.S., Korea Selatan, Singapura dan Jepang dimana lebih dari 100 peneliti di seluruh dunia berkontribusi untuk mengembangkan ketrampilannya. Peneliti di IIT-Istituto Italiano di Tecnologia melaporkan pentingnya proyek tersebut di Science Robotics.

Laporan Penelitian Robot iCub Beri Dasar-Dasar Evolusi Kecerdasan Buatan

iCub adalah perjalanan robot anak yang belum selesai membangun robot dari asal mula hingga saat ini untuk menunjukkan evolusi hardware dan software sesuai dengan kebutuhan penelitian dan pentingnya membangun kesinambungan hasil satu sama lain menuju tujuan menciptakan mesin yang lebih cerdas.

Robot dikembangkan pada tahun 2004 sebagai bagian dari proyek Eropa yang dikoordinasi oleh IIT dan para peneliti telah merilis tiga versi yaitu iCub 1.0, iCub 2.0 dan iCub 3.0. Platform mengintegrasikan hasil penelitian robotika mutakhir mencakup machine learning, human-robot interaction dan language acquisition.

"Peneliti memerlukan platform standar untuk robotika humanoid. Menggunakan software orang lain, mereplikasi eksperimen dan pembandingan," kata Giorgio Metta, wakil direktur ilmiah IIT-Istituto Italiano di Tecnologia dan koordinator Fasilitas iCub.

Humanoid seukuran anak berusia lima tahun dan mampu merangkak, duduk, berjalan seimbang, berinteraksi secara fisik dengan lingkungan dan mengenali benda-benda. iCub adalah salah satu dari sedikit robot di dunia dengan sistem kulit elektronik full-body yang sensitif untuk memberi rasa sentuhan.



iCub 1.0 fokus pada tangan dan kemampuan memanipulasi, iCub 2.0 menargetkan keseluruhan kontrol tubuh dan iCub 3.0 memperbaiki kaki lebih jauh untuk menghasilkan langkah yang lebih alami dilengkapi kamera terintegrasi untuk mengoptimalkan penglihatan dan pengenalan objek.

"iCub versi 3.0 sedang dibuat, namun kami merencanakan revisi lain yang berasal dari permintaan untuk menggunakan robot dalam setting klinis, khususnya merancang percobaan dan pelatihan HRI untuk anak-anak yang didiagnosis dengan gangguan spektrum autisme (ASD)," kata Metta.

Jurnal : Lorenzo Natale et al. iCub: The not-yet-finished story of building a robot child, Science Robotics, 20 Dec 2017, DOI:10.1126/scirobotics.aaq1026

Comments