Skip to main content

Maurolicus muelleri Mengadaptasi Sel Batang dan Kerucut

Ikan laut dalam menggunakan mata aneh untuk melihat dalam gelap dan terang. Para peneliti melaporkan temuan yang bertentangan dengan teori sebelumnya tentang dikotomi sel batang dan kerucut dalam sistem penglihatan. Sel peka cahaya pada mata beberapa ikan di laut dalam melakukan tugas ganda.

Laporan Penelitian Maurolicus muelleri Mengadaptasi Sel Batang dan Kerucut

Maurolicus muelleri memiliki sel-sel seperti batang untuk penglihatan rendah cahaya sebenarnya lebih mirip kerucut yang bereaksi terhadap cahaya terang. Para ilmuwan melaporkan sebuah adaptasi yang memberi penglihatan tajam ikan di remang-remang laut dalam dan di permukaan air yang terang saat mencari makan.

Batang dan kerucut yang membungkus retina bekerja bersamaan untuk memberi penglihatan yang bagus pada hewan dalam berbagai kondisi cahaya. Beberapa spesies yang hidup di lingkungan redup telah menghapus kerucut seluruhnya, tapi M. muelleri telah membingungkan para ilmuwan.

Fanny de Busserolles, biolog sensorik di University of Queensland, dan tim menyelidiki gen responsif dimana sel-sel berbentuk batang menyala. Sel-sel membuat protein peka cahaya yang biasanya ditemukan di kerucut, tapi para peneliti menemukan bahwa bukan versi spesifik protein dari batang tersebut.



Protein yang menyerap cahaya yang ditemukan di kerucut dan secara khusus disetel untuk merespons panjang gelombang cahaya biru yang mendominasi saat fajar dan senja. Ikan tidak memiliki visi warna, meskipun memiliki kerucut yang sensitif terhadap panjang gelombang cahaya yang berbeda.

"M. muelleri menunjukkan cara pandang yang lebih ekonomis dan efisien dalam melihat kondisi cahaya ini dengan menggabungkan karakteristik terbaik dari kedua jenis sel menjadi satu sel," kata de Busserolles.

Jurnal : Fanny de Busserolles et al. Pushing the limits of photoreception in twilight conditions: The rod-like cone retina of the deep-sea pearlsides, Science Advances, 08 Nov 2017, DOI:10.1126/sciadv.aao4709

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.