Skip to main content

REPAIR CRISPR-Cas13 Merevisi Salah Ketik Gen

Para editor dapat mengedit huruf RNA tunggal dalam sel manusia. Para peneliti untuk pertama kalinya menggunakan teknik CRISPR-Cas13 untuk mengedit salah ketik dalam genom yang menjadi penyebab mutasi dan beragam penyakit genetik. Teknik REPAIR mengubah produk gen tanpa melakukan perubahan genom.

Laporan Penelitian REPAIR CRISPR-Cas13 Merevisi Salah Ketik Gen

Feng Zhang, genetikawan Broad Institute of MIT and Harvard di Cambridge, dan tim melaporkan sistem berbasis CRISPR yang disebut RNA Editing for Programmable A to I Replacement (REPAIR) untuk mengubah nukleosida RNA tunggal dalam sel mamalia sehingga dapat diprogram dengan tepat.

REPAIR memiliki kemampuan untuk membalikkan mutasi penyebab penyakit pada tingkat RNA serta aplikasi sains terapeutik dan dasar potensial lainnya. Teknik menargetkan huruf RNA individu atau nukleosida dan mengganti adenosin dengan inosin.

"Memperbaiki mutasi penyebab penyakit adalah salah satu tujuan utama pengarsipan genom, namun memulihkan fungsi protein yang hilang jauh lebih menantang. Kemampuan baru untuk mengedit RNA membuka banyak potensi mengobati banyak penyakit, hampir di semua jenis sel," kata Zhang.

Huruf-huruf terlibat dalam perubahan basis tunggal yang diketahui secara teratur menyebabkan penyakit pada manusia dimana mutasi dari G ke A sangat umum terjadi seperti kasus Epilepsi fokal, Duchenne muscular dystrophy, Parkinson dan Diabetes.

REPAIR memiliki kemampuan untuk membalikkan dampak mutasi G-to-A apapun terlepas dari urutan nukleotida di sekitarnya. Pengeditan RNA menawarkan cara lebih aman dan lebih fleksibel untuk melakukan koreksi di dalam sel tanpa perubahan permanen pada genom.

"RNA secara alami mendegradasi, ini adalah perbaikan yang berpotensi reversibel," kata David Cox.

LaporanPenelitian.com REPAIR CRISPR-Cas13 Merevisi Salah Ketik Gen

Para peneliti secara sistematis memprofilkan keluarga enzim CRISPR-Cas13 sebagai calon "editor" potensial. Mereka menggunakan enzim yang diambil dari bakteri Prevotella disebut PspCas13b yang paling efektif menonaktifkan RNA.

Tim merancang varian PspCas13b yang tidak aktif tapi masih mengikat RNA dan menyatu dengan protein disebut ADAR2 yang mengubah adenosin menjadi inosin dalam transkrip RNA. Enzim Cas13b menentukan urutan target RNA dan elemen ADAR2 melakukan konversi nukleosida tanpa memotong transkrip.

Peneliti selanjutnya memodifikasi sistem pengeditan untuk memperbaiki spesifisitas, mengurangi hasil suntingan di luar target dari 18.385 menjadi hanya 20 dalam keseluruhan transkrip. Inkarnasi pada versi REPAIRv2 secara konsisten mencapai pengeditan hingga 51 persen dari RNA tanpa tanda aktivitas off-target.

Zhang bersama dengan Broad Institute dan MIT berencana untuk berbagi sistem REPAIR secara luas. Seperti alat CRISPR sebelumnya, tim akan membuat teknologi tersedia secara bebas untuk penelitian akademis dimana Zhang telah berbagi reagen lebih dari 42.000 kali untuk 2.200 laboratorium di 61 negara.

Jurnal :

David B. T. Cox et al. RNA editing with CRISPR-Cas13, Science, 25 Oct 2017, DOI:10.1126/science.aaq0180

Nicole M. Gaudelli et al. Programmable base editing of A•T to G•C in genomic DNA without DNA cleavage, Nature, 25 October 2017, DOI:10.1038/nature24644
Redaksi laporanpenelitian.com menerima kiriman tulisan dari siapa saja. Info lanjut kunjungi tautan ini.

Comments

Popular

Gambar Tiga Dimensi Struktur Detail Virus Zika Resmi Terbit

Penelitian ~ Struktur virus Zika dipetakan untuk pertama kalinya. Gambar 3D virus tidak hanya memancing inspirasi seni, tapi bisa pula memberi petunjuk bagaimana melawannya.

Deskripsi Spesies Ketiga Orangutan Pongo tapanuliensis

Para antropolog melaporkan spesies orangutan ketiga. Pongo tapanuliensis tidak lebih dari 800 individu sebagai populasi yang terancam punah dalam silsilah kera merah tertua yang masih hidup. Orangutan yang tinggal di kaki bukit berhutan di pulau Sumatra ini mewakili spesies yang sebelumnya tidak dikenal.


Para ilmuwan telah lama mengenal enam spesies kera besar selain genus Homo yaitu orangutan sumatera, orangutan Borneo, gorila timur, gorila barat, simpanse, dan bonobo. Namun, pada tanggal 2 November telah menambah satu lagi menjadi tujuh.

Michael Krützen, antropolog evolusi dari University of Zurich, dan rekan melaporkan ke Current Biology dimana bukti genetik dan kerangka menempatkan P. tapanuliensis pada lintasan evolusioner terpisah dari orangutan lain di Sumatera (Pongo abelii) dan orangutan Borneo (Pongo pygmaeus).

"Ini bukan kejadian sehari-hari dimana kita menemukan spesies kera besar baru, jadi memang temuan ini sangat seru," kata Krutzen.

Pongo tapanuliensis adalah …

Alien Lebih Mirip Kita Daripada Monster

Alien mungkin lebih mirip diri kita sendiri. Film-film Hollywood dan fiksi ilmiah menceritakan alien seperti monster yang sangat berbeda dengan manusia, namun sebuah tim peneliti dari University of Oxford mengusulkan kita memiliki banyak kesamaan dengan para tetangga ekstra-terestrial.


Sebuah tim memberikan analisis untuk pertama kalinya bagaimana teori evolusi untuk prediksi alien dan lebih memahami tingkah lakunmya. Mereka menunjukkan bahwa alien terbentuk oleh proses dan mekanisme yang sama dalam membentuk manusia dalam seleksi alam.

Sam Levin, zoolog di University of Oxford, mengatakan teori Charles Darwin mendukung argumen bahwa bentuk kehidupan asing mengalami seleksi alam dan seperti manusia akan berkembang menjadi lebih efesien dan lebih kuat dari waktu ke waktu.

"Tugas mendasar astrobiologi memikirkan tentang kehidupan ekstra-terestrial seperti itu. Tapi membuat prediksi tentang alien sangat sulit. Satu contoh kehidupan di Bumi untuk diekstrapolasikan," kata Levin.

Teknik CRISPR-Cas9 Menciptakan Babi Rendah Lemak

Para ilmuwan China memasukkan gen tikus ke dalam babi untuk menciptakan 12 anak babi rendah lemak. Tim peneliti di Chinese Academy of Sciences menggunakan teknik CRISPR-Cas9 untuk mengedit gen pengatur suhu tubuh dengan membakar lemak untuk menciptakan daging babi rendah lemak.


Daging babi adalah menu paling favorit di dunia dan industri pangan ini memiliki nilai ekonomi triliunan dolar per tahun. Para ilmuwan di Beijing melaporkan telah berhasil menginput gen tikus menggunakan teknik CRISPR-Cas9 untuk menciptakan selusin anak babi tahan dingin dan rendah lemak.

Babi secara alami tidak memiliki gen UPC1 untuk membantu mengatur suhu tubuh. Jianguo Zhao, biolog Chinese Academy of Sciences, dan tim mengambil versi UPC1 dari tikus dan memasukkannya ke dalam embrio babi yang kemudian diimplan ke 13 babi betina. Tiga dari mereka melahirkan 12 bayi.

"Selama ini menjadi masalah besar bagi industri babi. Sekarang babi bisa menjaga suhu tubuh sendiri jauh lebih baik, yang berarti mereka bi…

Lumpur Sidoarjo Disuplai Gunung Arjuno-Welirang

Para ilmuwan melaporkan analisis terbaru tentang erupsi lumpur terbesar di dunia. Lusi (Lumpur Sidoarjo) mulai meletus pada 29 Mei 2006 di beberapa lokasi di Sidoarjo dimana lumpur mendidih, air, batu dan gas terludah dari ventilasi yang mengubur rumah-rumah dan pabrik-pabrik di puluhan desa dan memaksa 60.000 orang mengungsi.


Pada bulan September 2006, situs erupsi terbesar mencapai puncak dan banyak lumpur yang menyembur ke permukaan setiap hari mengisi kolam renang raksasa. Pemerintah membangun tanggul untuk menampung lumpur dan menyelamatkan permukiman dan sawah di sekitarnya.

Lusi masih terus berlangsung sampai sekarang dan menjadi letusan lumpur yang paling merusak dalam catatan sejarah. Lautan lumpur tanpa henti mengubur beberapa desa dengan kedalaman 40 meter dan gunung berapi tersebut secara berkala menyemburkan batu dan gas ke udara seperti geyser.

Sekitar 80.000 meter kubik lumpur setiap hari dan sekarang setelah lebih dari 11 tahun sejak pertama kali meletus, para ilmuwan …