Skip to main content

Mengapa Negara Miskin Selamanya Miskin?

Sebuah cerita abadi bahwa negara miskin akan tetap selamanya miskin. Para ekonom membuat riset, sementara pembuat kebijakan hanya menggunakan pola destruktif dengan regulasi subsidi, anti-impor, bantuan tunai dan tidak pernah berpikir panjang membangun sebuah ekosistem lebih kompleks.

Laporan Penelitian Mengapa Negara Miskin Selamanya Miskin

Negara-negara kaya telah mendermakan jutaan dolar mengembangkan industri baru di negara-negara miskin dengan harapan meningkatkan ekonomi tidak pernah benar-benar berhasil. Pabrik sudah dibangun tak lama tutup oleh regulasi sesaat, kekurangan bahan baku, tenaga pekerja buruk dan insinyur hengkang ke luar negeri.

Pemerintah berpikir kebijakan anti-impor sapi melindungi ribuan peternak sapi, tapi mereka tidak berpikir kebijakan itu secara sah menutup puluhan juta pedagang bakso dan industri modern berbahan dasar sapi. Penyederhaan pola pikir telah mendistrupsi negara-negara miskin.

Sekarang model matematika baru menggambarkan bagaimana sistem semacam itu menjadi "perangkap kemiskinan" dan sebuah jendela dapat menjadi pijakan untuk memperbaiki yang dimulai dari detail-detail untuk disinkronkan menjadi sebuah ekosistem kompleks.

Fisika jaringan dan kompleksitas pada sistem ekonomi telah menunjukkan bahwa proses kunci dari miskin ke industri adalah mengadopsi produksi yang lebih kompleks untuk beralih dari pertanian subsistem, ke tekstil, ke barang elektronik dan level yang semakin tinggi.

Tapi semakin kompleks sebuah ekonomi berarti mengelola lebih banyak input mulai dari bahan baku hingga tenaga kerja yang menuntut produk-produk kebijakan semakin rumit. Masalahnya, di negara-negara miskin, rantai pasokan saja tidak bisa diandalkan.

Matthew Bonds, matematikawan Harvard Medical School di Boston, dan tim menciptakan agent-based model (ABM) yaitu seperangkat persamaan matematis untuk mendeskirpsi perilaku dan interaksi masing-masing komponen ekonomi, kemudian membiarkan berjalan dan melihat apa yang terjadi.

"ABM kami mencoba untuk menangkap ratcheting di mana ekonomi berhasil menjadi lebih kompleks, terlepas dari kecenderungan kompleksitas untuk menciptakan lebih banyak kesempatan dan gangguan," kata Charles Brummitt, matematikawan Columbia University di New York.

Perusahaan dan produsen dengan gangguan pasokan akan mengurangi kompleksitas yang membuat ekonomi terjebak dalam produksi bernilai rendah dan kemiskinan. Tapi menyelesaikan gangguan misalnya, menyediakan bahan baku yang besar, memungkinkan ekonomi berkembang melewati titik itu.

Pada titik tertentu, gangguan turun saat kompleksitas tumbuh. Para peneliti berspekulasi, para manajer dan pengambil kebijakan yang tidak terlalu khawatir tentang rantai pasokan memiliki lebih banyak kekuatan sumber daya untuk dicurahkan bagi industri mereka.

Salah satu cara untuk menggurangi masalah rantai pasokan adalah keberanian melakukan dan menambah lebih kompleks. Tetapi sulit untuk cepat meningkatkan kompleksitas ekonomi, meskipun tidak mustahil, contohnya China telah berhasil melakukannya.

Jurnal : Charles D. Brummitt et al. Contagious disruptions and complexity traps in economic development, Nature Human Behaviour, 04 September 2017, DOI:10.1038/s41562-017-0190-6

Comments