Skip to main content

Sistem Komputasi Kuantum Qubit Flip-Flop

Para peneliti di University of New South Wales mendesain komputasi kuantum baru. Sebuah arsitektur radikal komputasi kuantum disebut 'qubit flip-flop' menjanjikan desain chip kuantum skala besar secara dramatis lebih mudah dan lebih murah. Desain chip baru memungkinkan prosesor kuantum silikon meningkat tanpa penempatan atom.

Laporan Penelitian Sistem Komputasi Kuantum Qubit Flip-Flop

Para peneliti di UNSW mengembangkan sistem komputasi kuantum yang memungkinkan bit kuantum atau 'qubit' sebagai unit dasar informasi di komputer kuantum untuk ditempatkan terpisah dalam ratusan nanometer dan masih tetap terhubung.

Qubit baru ini bisa dikontrol menggunakan sinyal listrik, bukan magnetis. Sinyal listrik secara signifikan lebih mudah didistribusikan dan dilokalisasi dalam chip elektronik. Chip ini nantinya dapat diproduksi menggunakan teknologi perangkat yang sama seperti chip komputer di pasaran saat ini.



"Ini membuat pengembangan komputer kuantum jauh lebih mudah, karena didasarkan pada teknologi manufaktur yang sama seperti industri komputer saat ini," kata Andrea Morello.

"Pendekatan berbasis silikon kami lebih mudah dibuat dari pada perangkat skala atom, namun tetap memungkinkan kita menempatkan satu juta qubit pada milimeter persegi," kata Morello.

Jurnal : Guilherme Tosi et al. Silicon quantum processor with robust long-distance qubit couplings, Nature Communications, 06 September 2017, DOI:10.1038/s41467-017-00378-x

Comments

Populer

DNA Memecahkan Misteri Bagaimana Mumi Terkait Satu Sama Lain

DNA memecahkan misteri bagaimana mumi-mumi terkait satu sama lain dimana sepasang mumi Mesir kuno yang dikenal lebih dari satu abad sebagai dua saudara sebenarnya adalah saudara tirinya. Kedua pria berpangkat tinggi tersebut memiliki seorang ibu, namun ayah yang berbeda.

Para arkeolog mengatakan sebuah jawaban tentang keluarga yang teredam dan terungkap berkat keberhasilan dua jenis DNA dari gigi mumi. Laporaan di Journal of Archaeological Science menyoroti pentingnya garis keturunan ibu dalam menganalisis orang-orang Mesis kuno.


Pertanyaan telah berputar-putar tentang latar belakang biologis dua mumi pria sejak ditemukan bersama di sebuah makam di dekat desa Rifeh pada tahun 1907. Makam berasal dari Dinasti ke-12 Mesir kuno antara tahun 1985 SM hingga 1773 SM. Prasasti peti mati menyebutkan seorang wanita, Khnum-Aa, sebagai ibu kedua pria tersebut.

Kedua mumi digambarkan sebagai putra gubernur lokal yang tidak disebutkan namanya. Tetap tidak jelas apakah prasasti tersebut merujuk pad…

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.

Moratorium Laut Internasional Untungkan Nelayan Pesisir

www.LaporanPenelitian.com - Larangan penangkapan ikan di laut lepas dapat meningkatkan hasil tangkapan global menjadi lebih adil.

Nenek Moyang Salamander Meregenerasi Anggota Badan

Penelitian ~ Nenek moyang salamander meregenerasi tungkai, fosil amfibi kuno menunjukkan tanda tangan mekanisme penggantian embel-embel sejauh era Permian.

Fosil Gua Misliya di Israel adalah Manusia Modern Tertua di Luar Afrika

Sebuah rahang mendorong keberangkatan manusia dari Afrika kembali pada waktunya dimana fosil ditemukan di gua Israel setidaknya berdating 177.000 tahun. Sebuah tulang di Israel saat manusia modern meninggalkan Afrika memberi pesan eksodus kuno dimulai lebih awal dari apa yang diteorikan selama ini.

Gua Misliya di Gunung Carmel di Israel menghasilkan rahang parsial Homo sapiens dengan perkiraan dating pada 177.000 hingga 194.000 tahun yang menunjukkan manusia modern bisa saja meninggalkan Afrika dan mencapai Timur Tengah sekitar 60.000 tahun lebih awal dari perkirakan sebelumnya.


Sampai sekarang fosil H. sapiens tertua yang diketahui di luar Afrika ditemukan di Gua Skhul dan Qafzeh di Israel berdating pada 90.000 dan 120.000 tahun, tetapi temuan baru mengisaratkan manusia meninggalkan Afrika sekitar 300.000 tahun lalu dan mencapai Timur Tengah lebih dari 200.000 tahun lalu

"Rahang Misliya memberikan bukti paling jelas nenek moyang kita pertama kali pindah dari Afrika jauh lebih aw…