Skip to main content

Embrio Membunuh Jaringan Pria Untuk Jadi Wanita

Embrio perempuan secara aktif menghapus sistem reproduksi pria. Protein COUP-TFII menentukan apakah embrio mengembangkan reproduksi laki-laki. Para peneliti National Institutes of Health (NIH) dan Baylor College of Medicine di Houston mengungkap wawasan baru bagaimana sistem reproduksi jenis kelamin spesifik muncul.

Tinuku Embrio Membunuh Jaringan Pria Untuk Jadi Wanita

Para peneliti melaporkan temuan ke Science yang mengubah pandangan lama bahwa embrio secara otomatis akan menjadi perempuan kecuali androgen atau hormon laki-laki akan membuat menjadi laki-laki.

Humphrey Hung-Chang Yao, biolog reproduksi NIH, mempelajari bagaimana embrio tikus jantan dan betina memperoleh sistem reproduksi spesifik seks mereka. Semua embrio mamalia tahap awal, terlepas dari jenis kelamin, mengandung struktur saluran reproduksi pria dan wanita sekaligus.

"Saya belajar di sekolah pascasarjana bahwa androgen dibutuhkan untuk menjaga reproduksi laki-laki, tapi penelitian kami menemukan saluran reproduksi laki-laki dapat dicapai tanpa androgen," kata Yao.

Sejak tahun 1950-an, para ilmuwan berpendapat androgen yang diproduksi oleh testis embrio, meningkatkan kelangsungan hidup saluran reproduksi pria. Para ilmuwan mendukung skenario default wanita di mana hilangnya androgen pada embrio mengakibatkan kerusakan reproduksi laki-laki.

Tapi Yao dan rekan menunjukkan bahwa embrio betina secara aktif mempromosikan penghapusan saluran laki-laki menggunakan protein yang disebut COUP-TFII. Temuan baru menantang teori bahwa wanita adalah default embrio.

Tikus yang kekurangan COUP-TFII dalam struktur embrio yang berkembang menjadi saluran reproduksi pria dan wanita yang berbeda. Yao lebih terkejut embrio tikus betina tanpa COUP-TFII menunjukkan saluran pria dan wanita. Kontrol betina dengan COUP-TFII secara tepat hanya menunjukkan saluran betina.

Yao dan tim tidak menemukan bukti produksi androgen pada tikus betina tanpa COUP-TFII, mereka menyimpulkan kehadiran reproduksi laki-laki pada embrio betina yang kekurangan COUP-TFII terjadi tanpa androgen. Tanpa COUP-TFII, tikus lahir interseks atau memiliki reproduksi pria dan wanita.

"Laporan ini baru permulaan dan masih banyak pertanyaan menarik yang belum terjawab. Kami akan terus mempelajari bagaimana embrio mengembangkan sistem reproduksi fungsional," kata Fei Zhao, biolog reproduktif NIH.

Tim berencana menggunakan model tikus untuk memeriksa bagaimana cacat lahir dari sistem reproduksi. Cacat lahir ini menyebabkan disorders of sexual development (DSD) yang meliputi cacat umum seperti cryptorchidism atau undescended testicles, serta kelainan genetik Klinefelter Syndrome and Turner Syndrome.

Individu dengan DSD mungkin memiliki tantangan perkembangan karena adanya sistem organ interseks. Pendekatan baru dan temuan tak terduga oleh Yao dan rekan memiliki implikasi penting untuk memahami potensi penyebab dari kondisi tersebut.

Jurnal : Fei Zhao et al. Elimination of the male reproductive tract in the female embryo is promoted by COUP-TFII in mice, Science, 18 Aug 2017, DOI:10.1126/science.aai9136

Comments

Popular

The Genetic Prehistory of the Andean Highlands 7000 Years BP Though European Contact

Modern Slavery Promotes Overfishing

Yuhan Signed a Deal with Janssen Biotech to License Out Lazertinib

A Bet-hedging Strategy for Denitrifying Bacteria Curtails Their Release of N2O

Dlk1-Dio3 Locus-derived lncRNAs Perpetuate Postmitotic Motor Neuron Cell Fate and Subtype Identity