Skip to main content

Enam Spesies Spons Baru Dicatat di Bunaken

Enam spesies spons baru dan asosiasi simbiotik baru dari segitiga karang di Sulawesi Utara. Indonesia terdiri lebih dari 17.000 pulau adalah salah satu tempat paling kaya keanekaragaman hayati di dunia. Daisy Makapedua dari Universitas Sam Ratulangi di Manado dan rekan-rekan peneliti internasional melaporkan spesies baru di Taman Nasional Bunaken.

Laporan Penelitian Enam Spesies Spons Baru Dicatat di Bunaken

Spons adalah organisme air dengan tubuh terdiri dari banyak pori-pori untuk memungkinkan masuknya air sebagai komponen kunci kekayaan laut dan memainkan peran mendasar dalam kelangsungan habitat karang. Habitat karang juga dikenal karena manfaat sebagai bahan obat.

Sayangnya, karena minim pengetahuan taksonomi, spons dari terumbu karang di Indonesia terlalu lama diabaikan. Tidak ada pemantauan survei dan program konservasi secara terstruktur dan masif, selain itu keragaman sebagian besar diremehkan.

Tim peneliti dari Universitas Sam Ratulangi, Università Politecnica delle Marche dan Università degli Studi di Genova mendeskripsi enam spesies baru di ZooKeys. Mereka bekerja sama dengan perusahaan farmasi PharmaMar untuk melakukan beberapa ekspedisi di perairan Pulau Sulawesi Utara.

Total 94 spesies demosponge termasuk 33 keluarga yang tinggal di Sulawesi Utara. Di antaranya adalah enam spesies baru dan dua keterkaitan simbiosis yang sebelumnya tidak diketahui. Tujuh dari spesies yang tercatat dikumpulkan untuk pertama kalinya sejak deskripsi asli.

"Keragaman yang mengesankan ini, kawasan ini merupakan tempat penting untuk wisata selam dan mendesak perlunya pengembangan praktik pariwisata yang lestari," kata Makapedua et al.

Jurnal : Barbara Calcinai et al. Demosponge diversity from North Sulawesi, with the description of six new species, ZooKeys, DOI:10.3897/zookeys.680.12135

Comments

Populer

DNA Memecahkan Misteri Bagaimana Mumi Terkait Satu Sama Lain

DNA memecahkan misteri bagaimana mumi-mumi terkait satu sama lain dimana sepasang mumi Mesir kuno yang dikenal lebih dari satu abad sebagai dua saudara sebenarnya adalah saudara tirinya. Kedua pria berpangkat tinggi tersebut memiliki seorang ibu, namun ayah yang berbeda.

Para arkeolog mengatakan sebuah jawaban tentang keluarga yang teredam dan terungkap berkat keberhasilan dua jenis DNA dari gigi mumi. Laporaan di Journal of Archaeological Science menyoroti pentingnya garis keturunan ibu dalam menganalisis orang-orang Mesis kuno.


Pertanyaan telah berputar-putar tentang latar belakang biologis dua mumi pria sejak ditemukan bersama di sebuah makam di dekat desa Rifeh pada tahun 1907. Makam berasal dari Dinasti ke-12 Mesir kuno antara tahun 1985 SM hingga 1773 SM. Prasasti peti mati menyebutkan seorang wanita, Khnum-Aa, sebagai ibu kedua pria tersebut.

Kedua mumi digambarkan sebagai putra gubernur lokal yang tidak disebutkan namanya. Tetap tidak jelas apakah prasasti tersebut merujuk pad…

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.

Moratorium Laut Internasional Untungkan Nelayan Pesisir

www.LaporanPenelitian.com - Larangan penangkapan ikan di laut lepas dapat meningkatkan hasil tangkapan global menjadi lebih adil.

Nenek Moyang Salamander Meregenerasi Anggota Badan

Penelitian ~ Nenek moyang salamander meregenerasi tungkai, fosil amfibi kuno menunjukkan tanda tangan mekanisme penggantian embel-embel sejauh era Permian.

Fosil Gua Misliya di Israel adalah Manusia Modern Tertua di Luar Afrika

Sebuah rahang mendorong keberangkatan manusia dari Afrika kembali pada waktunya dimana fosil ditemukan di gua Israel setidaknya berdating 177.000 tahun. Sebuah tulang di Israel saat manusia modern meninggalkan Afrika memberi pesan eksodus kuno dimulai lebih awal dari apa yang diteorikan selama ini.

Gua Misliya di Gunung Carmel di Israel menghasilkan rahang parsial Homo sapiens dengan perkiraan dating pada 177.000 hingga 194.000 tahun yang menunjukkan manusia modern bisa saja meninggalkan Afrika dan mencapai Timur Tengah sekitar 60.000 tahun lebih awal dari perkirakan sebelumnya.


Sampai sekarang fosil H. sapiens tertua yang diketahui di luar Afrika ditemukan di Gua Skhul dan Qafzeh di Israel berdating pada 90.000 dan 120.000 tahun, tetapi temuan baru mengisaratkan manusia meninggalkan Afrika sekitar 300.000 tahun lalu dan mencapai Timur Tengah lebih dari 200.000 tahun lalu

"Rahang Misliya memberikan bukti paling jelas nenek moyang kita pertama kali pindah dari Afrika jauh lebih aw…