Skip to main content

Benang Twistron Untuk Pembangkit Listrik

Para peneliti di University of Texas di Dallas dan Hanyang University di Seoul menciptakan benang penghasil listrik dari tabung nano karbon dan memberi nama Twistron. Benang fleksibel dan bertindak sebagai supercapacitor untuk boot di mana karbon ultra tipis yang dipelintir memberikan peregangan, konduktivitas dan kualitas lain yang diinginkan.

Laporan Penelitian Benang Twistron Untuk Pembangkit Listrik

"Pemanenan energi listrik dari gerak manusia adalah salah satu strategi untuk menghapus peran baterai. Benang kami menghasilkan daya listrik seratus kali lebih tinggi per berat bila diregangkan dibandingkan serat tenun lainnya yang dilaporkan dalam literatur," kata Ray Baughman dari UT Dallas’s NanoTech Institute.

Twistron tidak membuat sweter terbaik, tapi ketika ditarik dengan cara yang lebih baik akan menghasilkan listrik. Senar karbon nanotube dalam jalinan kusut dan ditenggelamkan ke dalam gel elektrolit. Saat ditutupi gel dan ditarik, karbon nanotube mengikat bersama dan menghasilkan arus kecil untuk sesaat menyalakan dioda pemancar cahaya.

Tim memanen listrik langsung dari kemeja memanfaatkan gerakan kinetik pernafasan pemakainya. Benang bisa dirangkai bersama-sama dan dipasang di laut untuk memanfaatkan gerakan gelombang air dan menghasilkan 250 watt per kilogram.



"Kami menantikan aplikasi potensial produksi massal listrik di lautan atau baterai lain yang dapat menciptakan energi secara terus menerus untuk smartphone dan pesawat tak berawak," kata Kim Sun-jeong dari Hanyang University.

Jurnal : Shi Hyeong Kim et al. Harvesting electrical energy from carbon nanotube yarn twist, Science, 25 Aug 2017, DOI:10.1126/science.aam8771

Comments