Skip to main content

Susu Kapsul Merevolusi Kebiasaan Minum Kopi

Teknik baru merevolusi kebiasaan minum kopi masa depan. Tim peneliti di Martin Luther University Halle-Wittenberg (MLU) mengembangkan kapsul susu yang larut saat ditempatkan dalam minuman panas. Inovasi bisa mengurangi penggunaan plastik konvensional dan penggunaan jadi lebih mudah, tim mempublikasikan hasil temuan di Chemical Engineering & Technology.

Laporan Penelitian Susu Kapsul Merevolusi Kebiasaan Minum Kopi

"Kerak kristal membentuk sejenis kemasan di sekitar kapsul yang mudah larut dalam cairan panas. Proses juga bisa digunakan untuk cairan lain. Misalnya, kita juga bisa merangkum konsentrat jus buah," kata Martha Wellner dari MLU.

Membuat kapsul susu relatif sederhana dimana larutan gula atau sejenisnya memberi sifat pelapis saat diproduksi dan ditempatkan dalam cetakan. Senyawa gula akan bergerak ke tepi cairan untuk membentuk kristal saat didinginkan, sedangkan susu dan lainnya mengisi bagian dalam.

Wellner dan Joachim Ulrich melakukan beberapa percobaan untuk memeriksa material dan proses pendinginan untuk menghasilkan produk terbaik. Saat ini tiga pilihan adalah manis, sedikit manis, dan bebas gula. Kapsul diproduksi dalam berbagai bentuk dan disimpan pada suhu kamar lebih dari tiga minggu.

"Kami telah mempelajari proses enkapsulasi yang berbeda sebagai bagian dari proyek PhD lainnya, namun dengan tujuan lain. Kapsul bisa menggantikan kemasan creamer kopi yang digunakan dalam jumlah besar di konferensi atau di pesawat terbang," kata Ulrich.

Para peneliti meyakini metode baru yang ramah lingkungan ini memiliki banyak aplikasi potensial dan mereka telah mendaftarkan paten pada tahun 2015, meskipun belum memiliki produk siap di pasaran.

Mereka juga terus melakukan pengembangan untuk memastikan kapsul susu agar memenuhi semua persyaratan wajib dan legal untuk dipasarkan secara umum dan juga apakah kontainer tanpa kerumitan manufaktur sebagai produk industri.

Jurnal : Martha Wellner & Joachim Ulrich. Design of Dissolvable Milk Containers for Convenient Handling, Chemical Engineering & Technology, 12 May 2017, DOI:10.1002/ceat.201600714

Comments

Populer

DNA Memecahkan Misteri Bagaimana Mumi Terkait Satu Sama Lain

DNA memecahkan misteri bagaimana mumi-mumi terkait satu sama lain dimana sepasang mumi Mesir kuno yang dikenal lebih dari satu abad sebagai dua saudara sebenarnya adalah saudara tirinya. Kedua pria berpangkat tinggi tersebut memiliki seorang ibu, namun ayah yang berbeda.

Para arkeolog mengatakan sebuah jawaban tentang keluarga yang teredam dan terungkap berkat keberhasilan dua jenis DNA dari gigi mumi. Laporaan di Journal of Archaeological Science menyoroti pentingnya garis keturunan ibu dalam menganalisis orang-orang Mesis kuno.


Pertanyaan telah berputar-putar tentang latar belakang biologis dua mumi pria sejak ditemukan bersama di sebuah makam di dekat desa Rifeh pada tahun 1907. Makam berasal dari Dinasti ke-12 Mesir kuno antara tahun 1985 SM hingga 1773 SM. Prasasti peti mati menyebutkan seorang wanita, Khnum-Aa, sebagai ibu kedua pria tersebut.

Kedua mumi digambarkan sebagai putra gubernur lokal yang tidak disebutkan namanya. Tetap tidak jelas apakah prasasti tersebut merujuk pad…

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.

Nenek Moyang Salamander Meregenerasi Anggota Badan

Penelitian ~ Nenek moyang salamander meregenerasi tungkai, fosil amfibi kuno menunjukkan tanda tangan mekanisme penggantian embel-embel sejauh era Permian.

Fosil Gua Misliya di Israel adalah Manusia Modern Tertua di Luar Afrika

Sebuah rahang mendorong keberangkatan manusia dari Afrika kembali pada waktunya dimana fosil ditemukan di gua Israel setidaknya berdating 177.000 tahun. Sebuah tulang di Israel saat manusia modern meninggalkan Afrika memberi pesan eksodus kuno dimulai lebih awal dari apa yang diteorikan selama ini.

Gua Misliya di Gunung Carmel di Israel menghasilkan rahang parsial Homo sapiens dengan perkiraan dating pada 177.000 hingga 194.000 tahun yang menunjukkan manusia modern bisa saja meninggalkan Afrika dan mencapai Timur Tengah sekitar 60.000 tahun lebih awal dari perkirakan sebelumnya.


Sampai sekarang fosil H. sapiens tertua yang diketahui di luar Afrika ditemukan di Gua Skhul dan Qafzeh di Israel berdating pada 90.000 dan 120.000 tahun, tetapi temuan baru mengisaratkan manusia meninggalkan Afrika sekitar 300.000 tahun lalu dan mencapai Timur Tengah lebih dari 200.000 tahun lalu

"Rahang Misliya memberikan bukti paling jelas nenek moyang kita pertama kali pindah dari Afrika jauh lebih aw…

Leucoraja erinacea Mengungkap Evolusi Kaki 420 Juta Tahun Lalu

Sirkuit saraf untuk berjalan jauh mungkin telah berevolusi pada ikan purba sejak 420 juta tahun lalu. Sirip Leucoraja erinacea dibangun untuk berjalan dan itulah yang dilakukan ikan berkat konstruksi kabel yang berevolusi jauh sebelum vertebrata air menginjakkan kaki di darat.

Lengan kecil menggunakan dua sirip seperti kaki di bagian bawah untuk bergerak di sepanjang dasar laut. Langkah kiri dan kanan didukung oleh otot yang meregang dan memanjang dimana pergerakan terlihat sangat mirip dengan banyak hewan darat. Karya pertama adalah melihat asal mula sirkuit saraf yang dibutuhkan untuk berjalan.


Para ilmuwan menggunakan tes genetik dan melaporkan temuan ke Cell untuk menunjukkan mengapa kaki kecil di air dan vertebrata darat berbagi blueprint genetik yang sama untuk pengembangan sel saraf yang dibutuhkan untuk gerakan anggota badan sebagai sejarah alam yang sangat penting.

"Neuron penting bagi kita untuk berjalan berawal dari spesies ikan purba," kata Jeremy Dasen, neurosie…