Skip to main content

Bima Sakti Memiliki 100 Juta Lubang Hitam

Para ilmuwan University of California di Irvine menghitung lubang hitam di galaksi Bima Sakti dengan jumlah 100 juta. Sebuah tim melakukan sensus baru untuk memperkirakan jumlah jejaring kosmik berdasarkan ukuran dan elemen galaksi. Bima Sakti dipenuhi dengan lubang hitam setidaknya 100 juta, tapi tidak ada alasan bagi kita untuk takut.

Laporan Penelitian Bima Sakti Memiliki 100 Juta Lubang Hitam

100 juta lubang hitam di Bima Sakti mungkin terdengar seperti jumlah yang besar, tapi dengan standar astronomi hitungan ratusan juta dalam sebuah galaksi adalah jumlah yang sangat sedikit karena rasio jumlah bintang di Bima Sakti sekitar seribu kali lebih besar dari volume lubang hitam tersebut.

Para peneliti menghitung populasi lubang hitam galaksi sebagai bagian dari proyek sensus baru untuk memperkirakan jumlah jurang kosmik di galaksi besar dan kecil. Analisis mencakup penghitungan lubang hitam berukuran bintang yang terbentuk saat bintang itu ambruk. Objek kosmos semacam itu bisa bermassa puluhan kali dari matahari.

Tim menggabungkan berbagai informasi tentang bintang dan galaksi dari inventarisasi selestial. Ukuran dan komposisi bintang seperti proporsi elemen berat yang terkandung menentukan apakah berpotensi membentuk lubang hitam dan seberapa besar lubang hitam yang tercipta.

Lubang hitam bintang tersebut telah menjadi target Advanced Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory (LIGO) yang beberapa waktu lalu mendeteksi tiga set data gelombang gravitasi dari dua lubang hitam yang bertabrakan.

Ketika LIGO melakukan deteksi pertama, beberapa fisikawan menganggap merger lubang hitam itu sangat besar dengan masing-masing sekitar 30 kali massa matahari. Teka-teki ini membuat para ilmuwan menggusulkan asal usul eksotis lubang hitam, misalnya terbentuk pada masa alam semesta muda raya, jadi bukan dari bintang yang runtuh.

Tapi laporan baru di Monthly Notices of the Royal Astronomical Society ini menunjukkan Bima Sakti saja memiliki sekitar 10 juta lubang hitam dengan massa besar. Jadi sinyal yang dideteksi oleh tim LIGO bukanlah sesuatu temuan yang aneh.

Jurnal : Oliver D. Elbert et al. Counting Black Holes: The Cosmic Stellar Remnant Population and Implications for LIGO, Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, DOI:10.1093/mnras/stx1959

Comments

Populer

DNA Memecahkan Misteri Bagaimana Mumi Terkait Satu Sama Lain

DNA memecahkan misteri bagaimana mumi-mumi terkait satu sama lain dimana sepasang mumi Mesir kuno yang dikenal lebih dari satu abad sebagai dua saudara sebenarnya adalah saudara tirinya. Kedua pria berpangkat tinggi tersebut memiliki seorang ibu, namun ayah yang berbeda.

Para arkeolog mengatakan sebuah jawaban tentang keluarga yang teredam dan terungkap berkat keberhasilan dua jenis DNA dari gigi mumi. Laporaan di Journal of Archaeological Science menyoroti pentingnya garis keturunan ibu dalam menganalisis orang-orang Mesis kuno.


Pertanyaan telah berputar-putar tentang latar belakang biologis dua mumi pria sejak ditemukan bersama di sebuah makam di dekat desa Rifeh pada tahun 1907. Makam berasal dari Dinasti ke-12 Mesir kuno antara tahun 1985 SM hingga 1773 SM. Prasasti peti mati menyebutkan seorang wanita, Khnum-Aa, sebagai ibu kedua pria tersebut.

Kedua mumi digambarkan sebagai putra gubernur lokal yang tidak disebutkan namanya. Tetap tidak jelas apakah prasasti tersebut merujuk pad…

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.

Moratorium Laut Internasional Untungkan Nelayan Pesisir

www.LaporanPenelitian.com - Larangan penangkapan ikan di laut lepas dapat meningkatkan hasil tangkapan global menjadi lebih adil.

Nenek Moyang Salamander Meregenerasi Anggota Badan

Penelitian ~ Nenek moyang salamander meregenerasi tungkai, fosil amfibi kuno menunjukkan tanda tangan mekanisme penggantian embel-embel sejauh era Permian.

Fosil Gua Misliya di Israel adalah Manusia Modern Tertua di Luar Afrika

Sebuah rahang mendorong keberangkatan manusia dari Afrika kembali pada waktunya dimana fosil ditemukan di gua Israel setidaknya berdating 177.000 tahun. Sebuah tulang di Israel saat manusia modern meninggalkan Afrika memberi pesan eksodus kuno dimulai lebih awal dari apa yang diteorikan selama ini.

Gua Misliya di Gunung Carmel di Israel menghasilkan rahang parsial Homo sapiens dengan perkiraan dating pada 177.000 hingga 194.000 tahun yang menunjukkan manusia modern bisa saja meninggalkan Afrika dan mencapai Timur Tengah sekitar 60.000 tahun lebih awal dari perkirakan sebelumnya.


Sampai sekarang fosil H. sapiens tertua yang diketahui di luar Afrika ditemukan di Gua Skhul dan Qafzeh di Israel berdating pada 90.000 dan 120.000 tahun, tetapi temuan baru mengisaratkan manusia meninggalkan Afrika sekitar 300.000 tahun lalu dan mencapai Timur Tengah lebih dari 200.000 tahun lalu

"Rahang Misliya memberikan bukti paling jelas nenek moyang kita pertama kali pindah dari Afrika jauh lebih aw…