Skip to main content

Pengeditan Gen Babi Ciptakan Organ Untuk Manusia

Pengeditan gen menghasilkan anak babi bebas virus sebagai langkah lebih dekat menciptakan donor organ bagi manusia. Luhan Yang, genetikawan dan pendiri eGenesis Inc. di Cambridge menggunakan gunting molekuler dikenal sebagai CRISPR-Cas9 untuk menghapus virus endogen di DNA babi dan siap dipanen menjadi organ donor bagi manusia.

Laporan Penelitian Pengeditan Gen Babi Ciptakan Organ Untuk Manusia

Penghapusan Porcine Endogenous Retroviruses (PERVs) menciptakan anak babi yang tidak akan menyebarkan virus bawaan ke manusia penerima transplantasi. Yang dan rekan pada tahun 2015 melakukan hal yang sama untuk membersihkan 62 PERVs secara sekaligus dari genom yang tumbuh di lab.

Sebagian besar virus yang tertanam di dalam gen babi sudah rusak dan tidak bisa membuat salinan dirinya sendiri untuk menyebarkan infeksi. Para peneliti menghapus hanya 25 virus yang masih mampu menginfeksi sel lainnya.

Tim harus mengatasi beberapa rintangan teknis untuk membuat sel babi kehilangan PERVs yang masih memiliki jumlah kromosom normal. Para peneliti mengisap nukleus yang mengandung DNA dari sel dan menyuntikkannya ke dalam telur babi.

LaporanPenelitian.com Pengeditan Gen Babi Ciptakan Organ Untuk Manusia

Dikutip dari Tinuku.com, teknik yang disebut somatic cell nuclear transfer lebih dikenal dengan teknik kloning seperti dilakukan pada domba Dolly. Embrio yang terbuat dari sel kloning ditransplantasikan ke induk babi untuk berkembang menjadi anak babi.

Peneliti menempatkan 200-300 embrio di masing-masing 17 induk babi. Tetapi masih belum efesien, hanya 37 anak babi yang lahir dan 15 masih hidup. Bayi tertua telah berumur sekitar 4 bulan. Babi bebas virus semacam itu bisa menjadi titik awal manipulasi genetik lebih lanjut untuk membuat organ babi sesuai dengan kebutuhan manusia.

Jurnal : Dong Niu et al. Inactivation of porcine endogenous retrovirus in pigs using CRISPR-Cas9, Science, 10 Aug 2017, DOI:10.1126/science.aan4187

Comments

Populer

DNA Memecahkan Misteri Bagaimana Mumi Terkait Satu Sama Lain

DNA memecahkan misteri bagaimana mumi-mumi terkait satu sama lain dimana sepasang mumi Mesir kuno yang dikenal lebih dari satu abad sebagai dua saudara sebenarnya adalah saudara tirinya. Kedua pria berpangkat tinggi tersebut memiliki seorang ibu, namun ayah yang berbeda.

Para arkeolog mengatakan sebuah jawaban tentang keluarga yang teredam dan terungkap berkat keberhasilan dua jenis DNA dari gigi mumi. Laporaan di Journal of Archaeological Science menyoroti pentingnya garis keturunan ibu dalam menganalisis orang-orang Mesis kuno.


Pertanyaan telah berputar-putar tentang latar belakang biologis dua mumi pria sejak ditemukan bersama di sebuah makam di dekat desa Rifeh pada tahun 1907. Makam berasal dari Dinasti ke-12 Mesir kuno antara tahun 1985 SM hingga 1773 SM. Prasasti peti mati menyebutkan seorang wanita, Khnum-Aa, sebagai ibu kedua pria tersebut.

Kedua mumi digambarkan sebagai putra gubernur lokal yang tidak disebutkan namanya. Tetap tidak jelas apakah prasasti tersebut merujuk pad…

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.

Fosil Gua Misliya di Israel adalah Manusia Modern Tertua di Luar Afrika

Sebuah rahang mendorong keberangkatan manusia dari Afrika kembali pada waktunya dimana fosil ditemukan di gua Israel setidaknya berdating 177.000 tahun. Sebuah tulang di Israel saat manusia modern meninggalkan Afrika memberi pesan eksodus kuno dimulai lebih awal dari apa yang diteorikan selama ini.

Gua Misliya di Gunung Carmel di Israel menghasilkan rahang parsial Homo sapiens dengan perkiraan dating pada 177.000 hingga 194.000 tahun yang menunjukkan manusia modern bisa saja meninggalkan Afrika dan mencapai Timur Tengah sekitar 60.000 tahun lebih awal dari perkirakan sebelumnya.


Sampai sekarang fosil H. sapiens tertua yang diketahui di luar Afrika ditemukan di Gua Skhul dan Qafzeh di Israel berdating pada 90.000 dan 120.000 tahun, tetapi temuan baru mengisaratkan manusia meninggalkan Afrika sekitar 300.000 tahun lalu dan mencapai Timur Tengah lebih dari 200.000 tahun lalu

"Rahang Misliya memberikan bukti paling jelas nenek moyang kita pertama kali pindah dari Afrika jauh lebih aw…

Nenek Moyang Salamander Meregenerasi Anggota Badan

Penelitian ~ Nenek moyang salamander meregenerasi tungkai, fosil amfibi kuno menunjukkan tanda tangan mekanisme penggantian embel-embel sejauh era Permian.

Leucoraja erinacea Mengungkap Evolusi Kaki 420 Juta Tahun Lalu

Sirkuit saraf untuk berjalan jauh mungkin telah berevolusi pada ikan purba sejak 420 juta tahun lalu. Sirip Leucoraja erinacea dibangun untuk berjalan dan itulah yang dilakukan ikan berkat konstruksi kabel yang berevolusi jauh sebelum vertebrata air menginjakkan kaki di darat.

Lengan kecil menggunakan dua sirip seperti kaki di bagian bawah untuk bergerak di sepanjang dasar laut. Langkah kiri dan kanan didukung oleh otot yang meregang dan memanjang dimana pergerakan terlihat sangat mirip dengan banyak hewan darat. Karya pertama adalah melihat asal mula sirkuit saraf yang dibutuhkan untuk berjalan.


Para ilmuwan menggunakan tes genetik dan melaporkan temuan ke Cell untuk menunjukkan mengapa kaki kecil di air dan vertebrata darat berbagi blueprint genetik yang sama untuk pengembangan sel saraf yang dibutuhkan untuk gerakan anggota badan sebagai sejarah alam yang sangat penting.

"Neuron penting bagi kita untuk berjalan berawal dari spesies ikan purba," kata Jeremy Dasen, neurosie…