Skip to main content

MRSA Sudah Resisten Sebelum Penggunaan Methicillin

Laporan Penelitian ~ Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) muncul jauh sebelum penggunaan metabillosis antibiotik ke dalam praktek klinis. Laporan baru di Genome Biology mengatakan penggunaan methicillin bukanlah faktor pendorong asli dalam evolusi MRSA seperti yang diteorikan. Sebaliknya, resisiten muncul saat penggunaan antibiotik generasi pertama seperti penisilin.

Laporan Penelitian MRSA Sudah Resisten Sebelum Penggunaan Methicillin

Para peneliti menemukan Staphylococcus aureus memperoleh gen mecA yang memberikan resistensi methicillin dengan menghasilkan protein yang disebut penicillin-binding protein 2a (PBP2a) pada awal pertengahan 1940an atau sekitar 14 tahun sebelum penggunaan pertama methicillin

"Kami memberikan pelajaran penting bagi upaya masa depan untuk mengatasi resistensi antibiotik," kata Matthew Holden, mikrobiologi molekuler University of St Andrews.

"Obat baru yang diperkenalkan untuk menghindari mekanisme resistensi karena methicillin pada tahun 1959 tidak efektif karena adaptasi sudah terjadi sebelumnya dan sudah ada pada populasi bakteri," kata Holden.

Penisilin pertama kali digunakan pada tahun 1940an menyebabkan keturunan strain S. aureus membawa gen mecA. Methicillin yang pertama kali digunakan pada tanun 1959 untuk menghindari resistensi penisilin sudah resisten methicillin. Resistensi sudah menyebar dengan cepat di dalam dan di luar Inggris.

"Lima dekade sejak munculnya MRSA pertama, beberapa garis keturunan MRSA telah muncul yang telah mendapatkan varian gen resistan yang berbeda," kata Catriona Harkins, dermatolog University of Dundee.

Untuk mengungkap asal mula MRSA pertama dan melacak sejarah evolusioner, tim melakukan sekuen genom koleksi unik dari 209 isolat MRSA paling awal di Eropa antara tahun 1960 hingga 1989. Peneliti juga menemukan gen dalam isolat yang resisten berbagai antibiotik lainnya dan gen terkait penurunan kerentanan desinfektan.

"Staphylococcus aureus telah terbukti sangat mahir dalam mengembangkan resistensi dalam menghadapi antibiotik baru, sehingga banyak antibiotik tidak efektif," kata Holden.

"Sangat penting menerapkan mekanisme pengawasan yang efektif dan dikombinasikan dengan penerapan sekuens genom untuk memindai kemunculan dan penyebaran resistansi," kata Holden.

Jurnal : Catriona P. Harkins et al. Methicillin-resistant Staphylococcus aureus emerged long before the introduction of methicillin into clinical practice, Genome Biology, 20 July 2017, DOI:10.1186/s13059-017-1252-9
Redaksi laporanpenelitian.com menerima kiriman tulisan dari siapa saja. Info lanjut kunjungi tautan ini.

Comments