Skip to main content

DNA Mumi Mesir Lebih Dekat dengan Neolitik Levant

Laporan Penelitian ~ DNA mumi mengungkap asal-usul Mesir kuno. Makam Mesir kuno berisi topeng emas dan gelang gading, tapi harta karun DNA telah terbukti sulit. Sekarang para ilmuwan menyimpulkan analisis genetika hubungan dekat dengan orang Timur Tengah, bukan orang Afrika Tengah.

Laporan Penelitian DNA Mumi Mesir Lebih Dekat dengan Neolitik Levant

Mumi sangat terkait dengan orang Timur Tengah kuno yang mengisyaratkan bahwa orang Afrika utara mungkin memiliki akar genetik yang berbeda dari orang-orang di sebelah selatan gurun Sahara, para ilmuwan melaporkan ke Nature Communications.

Analisis data dari 90 mumi yang dikuburkan sekitar tahun 1380 SM, selama Kerajaan Baru Mesir dan abad 425 M di era Romawi menunjukkan kerabat mumi terdekat adalah petani kuno dari wilayah Israel dan Yordania sekarang. Orang Mesir modern, sebaliknya mewarisi lebih banyak DNA dari orang-orang Afrika Tengah.

Iklim panas Mesir dan praktik kuno pembalseman telah mengkhawatirkn kelestarian material genetik. Urutan DNA pertama dari mumi mungkin hasil dari kontaminasi modern dan banyak ilmuwan sebelumnya salah membaca informasi genetik yang diperoleh dari mumi Raja Tutankhamun.

LaporanPenelitian.com DNA Mumi Mesir Lebih Dekat dengan Neolitik Levant

Analisis terakhir berhasil melewati jaringan lunak yang sering melimpah pada mumi Mesir untuk mencari DNA dari tulang dan gigi. Para peneliti dengan hati-hati menyaring DNA untuk menyingkirkan kontaminasi dari sejak proses pembalseman hingga penggalian di kota kuno Abusir el-Meleq.

"Lebih dari separuh mumi yang kami pelajari memiliki pelestarian DNA cukup bagus," kata Johannes Krause, genetikawan Max Planck Institute for the Science of Human History di Jena, Jerman.

www.LaporanPenelitian.com DNA Mumi Mesir Lebih Dekat dengan Neolitik Levant

Laporan Penelitian DNA Mumi Mesir Lebih Dekat dengan Neolitik Levant

Tim berhasil melakukan pekerjaan yang telah gagal dilakukan peneliti sebelumnya. Kini, para ilmuwan dapat berharap untuk menjawab pertanyaan seperti apakah imigrasi mendorong pertumbuhan penduduk Mesir kuno.

Para ilmuwan mencari informasi variasi DNA mitokondria dari 90 mumi, tapi kontaminasi hanya menyisakan DNA nuklir dari tiga mumi. Kedua jenis material genom ini menunjukkan orang Mesir kuno hanya sedikit berbagi DNA dengan Afrika sub-Sahara modern.

Sebaliknya, kerabat terdekat mereka adalah orang-orang yang hidup selama Neolitik dan Perunggu di Levant. Secara mencolok mumi lebih dekat terkait dengan orang Eropa dan Anatolia kuno daripada orang Mesir modern.

Para ilmuwan mengatakan mungkin pengaruh Afrika sub-Sahara ke Mesir muncul sekitar 700 tahun lalu. Pencampuran orang-orang Mesir kuno dan Afrika berarti orang Mesir modern mendaptkan 8 persen lebih banyak keturunan mereka ke sub-Sahara Afrika daripada mumi dari Abusir el-Meleq.

"Ini baru sekilas pertama sejarah genetik. Ini baru permulaan," kata Krause.

Jurnal : Verena J. Schuenemann et al. Ancient Egyptian mummy genomes suggest an increase of Sub-Saharan African ancestry in post-Roman periods, Nature Communications, 30 May 2017, DOI:10.1038/ncomms15694
Redaksi laporanpenelitian.com menerima kiriman tulisan dari siapa saja. Info lanjut kunjungi tautan ini.

Comments