Skip to main content

Taksonomi Baru Megapoda Australia

Laporan Penelitian ~ Kalkun raksasa terbang pernah hidup di Australia 3 hingga 1 Juta Tahun lalu. Progura gallinacea adalah spesies kalkun sikat raksasa punah yang hidup selama Late Pliocene dan Early Pleistocene, termasuk di antara lima burung megapoda yang dideskripsi para paleontolog.

Laporan Penelitian Taksonomi Baru Megapoda Australia

Para ilmuwan membangdingkan dengan hati-hati fosil megapoda dari Queensland, New South Wales, Australia Selatan dan Australia Barat untuk menyimpulkan lima spesies punah yaitu Garrdimalga mcnamarai, Progura gallinacea, Progura campestris, Latagallina naracoortensis dan Latagallina olsoni.

Kelima burung adalah kerabat gemuk malleefowl (Leipoa ocellata) dan kalkun sikat (Alectura lathami), tapi Progura gallinacea berbeda dari yang lain dengan perkiraan massa 7,7 kg. P. campestris, L. naracoortensis, G. mcnamarai dan L. olsoni memiliki massa rata-rata 6,2 kg, 5,2 kg, 5,2 kg dan 2,9 kg.

"Temuan ini luar biasa bahwa lebih dari setengah megapoda Australia telah punah selama Pleistosen dan kita bahkan tidak menyadarinya sampai sekarang," kata Elen Shute, biolog Flinders University.

P. gallinacea memiliki kaki panjang dan ramping, sedangkan L. naracoortensis dan L. olsoni lebih pendek dan badan lebar. Megapoda raksasa hidup selama Pleistosen antara 5 juta hingga 11.000 tahun lalu bersama marsupial raksasa Tasmania punah seperti diprotodon, singa marsupial dan kanguru berwajah pendek.

Tidak ada burung yang membangun gundukan seperti sepupu Australia mereka yang masih hidup karena kaki kecil dan cakar khusus. Kemungkinan besar mereka mengubur telur di pasir atau tanah yang hangat seperti beberapa megapoda hidup di Indonesia dan Pasifik.

"Mengingat beberapa burung terbesar yang pernah tinggal di Australia belakangan ini telah lolos dari deteksi dalam rekaman fosil sampai sekarang," kata Trevor Worthy, biolog Flinders University.

"Kami menunjukkan minimnya pengetahuan kita tentang avifauna pra-manusia Australia. Mungkin banyak spesies punah yang lebih kecil juga menunggu ditemukan oleh para paleontolog," kata Worthy.

Jurnal : Elen Shute et al. Taxonomic review of the late Cenozoic megapodes (Galliformes: Megapodiidae) of Australia, Royal Society Open Science, 14 June 2017, DOI:10.1098/rsos.170233

Comments

Populer

DNA Memecahkan Misteri Bagaimana Mumi Terkait Satu Sama Lain

DNA memecahkan misteri bagaimana mumi-mumi terkait satu sama lain dimana sepasang mumi Mesir kuno yang dikenal lebih dari satu abad sebagai dua saudara sebenarnya adalah saudara tirinya. Kedua pria berpangkat tinggi tersebut memiliki seorang ibu, namun ayah yang berbeda.

Para arkeolog mengatakan sebuah jawaban tentang keluarga yang teredam dan terungkap berkat keberhasilan dua jenis DNA dari gigi mumi. Laporaan di Journal of Archaeological Science menyoroti pentingnya garis keturunan ibu dalam menganalisis orang-orang Mesis kuno.


Pertanyaan telah berputar-putar tentang latar belakang biologis dua mumi pria sejak ditemukan bersama di sebuah makam di dekat desa Rifeh pada tahun 1907. Makam berasal dari Dinasti ke-12 Mesir kuno antara tahun 1985 SM hingga 1773 SM. Prasasti peti mati menyebutkan seorang wanita, Khnum-Aa, sebagai ibu kedua pria tersebut.

Kedua mumi digambarkan sebagai putra gubernur lokal yang tidak disebutkan namanya. Tetap tidak jelas apakah prasasti tersebut merujuk pad…

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.

Moratorium Laut Internasional Untungkan Nelayan Pesisir

www.LaporanPenelitian.com - Larangan penangkapan ikan di laut lepas dapat meningkatkan hasil tangkapan global menjadi lebih adil.

Nenek Moyang Salamander Meregenerasi Anggota Badan

Penelitian ~ Nenek moyang salamander meregenerasi tungkai, fosil amfibi kuno menunjukkan tanda tangan mekanisme penggantian embel-embel sejauh era Permian.

Fosil Gua Misliya di Israel adalah Manusia Modern Tertua di Luar Afrika

Sebuah rahang mendorong keberangkatan manusia dari Afrika kembali pada waktunya dimana fosil ditemukan di gua Israel setidaknya berdating 177.000 tahun. Sebuah tulang di Israel saat manusia modern meninggalkan Afrika memberi pesan eksodus kuno dimulai lebih awal dari apa yang diteorikan selama ini.

Gua Misliya di Gunung Carmel di Israel menghasilkan rahang parsial Homo sapiens dengan perkiraan dating pada 177.000 hingga 194.000 tahun yang menunjukkan manusia modern bisa saja meninggalkan Afrika dan mencapai Timur Tengah sekitar 60.000 tahun lebih awal dari perkirakan sebelumnya.


Sampai sekarang fosil H. sapiens tertua yang diketahui di luar Afrika ditemukan di Gua Skhul dan Qafzeh di Israel berdating pada 90.000 dan 120.000 tahun, tetapi temuan baru mengisaratkan manusia meninggalkan Afrika sekitar 300.000 tahun lalu dan mencapai Timur Tengah lebih dari 200.000 tahun lalu

"Rahang Misliya memberikan bukti paling jelas nenek moyang kita pertama kali pindah dari Afrika jauh lebih aw…