Skip to main content

Planet KELT-9b Mengorbit di Kutub Bintang KELT-9

Laporan Penelitian ~ KELT-9b adalah novel terbaru Hot Jupiter lebih panas dari kebanyakan bintang. Para ilmuwan menemukan sebuah exoplanet seperti Jupiter hanya 2.000 derajat Fahrenheit (927 derajat Celcius atau 1.200 derajat Kelvin) lebih dingin dari Matahari.

Laporan Penelitian Planet KELT-9b Mengorbit di Kutub Bintang KELT-9

KELT-9b adalah raksasa gas 2,8 kali lebih besar dari Jupiter, tapi hanya memiliki kepadatan setengahnya. Planet ekstrasurya mengorbit sangat dekat bintang KELT-9 yaitu sebuah bintang terpanas, paling masif dan paling terang yang pernah ditemukan sebagai host planet raksasa.

Pada kira-kira 17.850 derajat Fahrenheit (9.900 derajat Celsius atau 10.170 derajat Kelvin), bintang induk berada pada garis pemisah antara bintang tipe A dan B. KELT-9 juga dikenal sebagai HD 195689 duduk sekitar 650 tahun cahaya di rasi Cygnus.

Jika Anda memiliki setumpuk teori bagaimana planet-planet mengorbit sebuah bintang maka KELT-9b muncul sebagai alternatif lain. Planet memiliki aspek unik yang membuat kerisauan para peneliti bahwa KELT-9b mengorbit kutub KELT-9 dan bukan ekuatornya.

"Tidak jelas bagaimana KELT-9b mendapatkan orbit yang aneh. Selain jarak orbit konyol, planet mengorbit di kutub bintang host daripada khatulistiwa. Kita hanya bisa membayangkan planet ini sampai di sana," kata Justin Crepp, fisikawan University of Notre Dame.



KELT-9b terkunci gravitasi KELT-9 seperti Bumi mengunci Lunar. Satu sisi hari planet terus-menerus dibombardir radiasi bintang dan akibatnya sangat panas sehingga molekul seperti air, karbon dioksida dan metana mungkin berkembang, setidaknya tidak mungkin ada pantai dan nyiur melambai di sana.

Suhu di sisi ini memuncak pada 7.820 derajat Fahrenheit (4,327 derajat Celsius, atau 4.600 derajat Kelvin) sehingga KELT-9b bisa lebih panas dari kebanyakan bintang. Sementara di sisi malam masih misterius, mungkin molekul terbentuk di sana meskipun hanya sementara.

Diameter planet lebih besar dari Jupiter, namun tidak begitu padat. Para peneliti menduga gravitasi permukaan rendah dikombinasikan dengan suhu yang sangat tinggi berkontribusi pada peningkatan gas atmosfir dimana radiasi UV sangat brutal dan membuat planet bercahaya.

"KELT-9 memancarkan radiasi UV yang bisa menguapkan sepenuhnya planet ini. Atau, jika planet raksasa gas memiliki core batu yang kokoh seperti disarankan beberapa teori, planet ini direbus sampai batu gundul, seperti Merkurius," kata Keivan Stassun, astrofisikawan Vanderbilt University.

"Jika bintang tidak menelannya terlebih dahulu. KELT-9 akan membengkak menjadi raksasa merah sekitar satu miliar tahun kemudian. Prospek investasi membangun real estat di KELT-9b dalam hal ini tidak terlihat bagus," kata Prof. Stassun.

Jurnal : B. Scott Gaudi et al. A giant planet undergoing extreme-ultraviolet irradiation by its hot massive-star host, Nature, 05 June 2017, DOI:10.1038/nature22392

Comments

Populer

DNA Memecahkan Misteri Bagaimana Mumi Terkait Satu Sama Lain

DNA memecahkan misteri bagaimana mumi-mumi terkait satu sama lain dimana sepasang mumi Mesir kuno yang dikenal lebih dari satu abad sebagai dua saudara sebenarnya adalah saudara tirinya. Kedua pria berpangkat tinggi tersebut memiliki seorang ibu, namun ayah yang berbeda.

Para arkeolog mengatakan sebuah jawaban tentang keluarga yang teredam dan terungkap berkat keberhasilan dua jenis DNA dari gigi mumi. Laporaan di Journal of Archaeological Science menyoroti pentingnya garis keturunan ibu dalam menganalisis orang-orang Mesis kuno.


Pertanyaan telah berputar-putar tentang latar belakang biologis dua mumi pria sejak ditemukan bersama di sebuah makam di dekat desa Rifeh pada tahun 1907. Makam berasal dari Dinasti ke-12 Mesir kuno antara tahun 1985 SM hingga 1773 SM. Prasasti peti mati menyebutkan seorang wanita, Khnum-Aa, sebagai ibu kedua pria tersebut.

Kedua mumi digambarkan sebagai putra gubernur lokal yang tidak disebutkan namanya. Tetap tidak jelas apakah prasasti tersebut merujuk pad…

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.

Moratorium Laut Internasional Untungkan Nelayan Pesisir

www.LaporanPenelitian.com - Larangan penangkapan ikan di laut lepas dapat meningkatkan hasil tangkapan global menjadi lebih adil.

Nenek Moyang Salamander Meregenerasi Anggota Badan

Penelitian ~ Nenek moyang salamander meregenerasi tungkai, fosil amfibi kuno menunjukkan tanda tangan mekanisme penggantian embel-embel sejauh era Permian.

Fosil Gua Misliya di Israel adalah Manusia Modern Tertua di Luar Afrika

Sebuah rahang mendorong keberangkatan manusia dari Afrika kembali pada waktunya dimana fosil ditemukan di gua Israel setidaknya berdating 177.000 tahun. Sebuah tulang di Israel saat manusia modern meninggalkan Afrika memberi pesan eksodus kuno dimulai lebih awal dari apa yang diteorikan selama ini.

Gua Misliya di Gunung Carmel di Israel menghasilkan rahang parsial Homo sapiens dengan perkiraan dating pada 177.000 hingga 194.000 tahun yang menunjukkan manusia modern bisa saja meninggalkan Afrika dan mencapai Timur Tengah sekitar 60.000 tahun lebih awal dari perkirakan sebelumnya.


Sampai sekarang fosil H. sapiens tertua yang diketahui di luar Afrika ditemukan di Gua Skhul dan Qafzeh di Israel berdating pada 90.000 dan 120.000 tahun, tetapi temuan baru mengisaratkan manusia meninggalkan Afrika sekitar 300.000 tahun lalu dan mencapai Timur Tengah lebih dari 200.000 tahun lalu

"Rahang Misliya memberikan bukti paling jelas nenek moyang kita pertama kali pindah dari Afrika jauh lebih aw…