Skip to main content

Dating Homo sapiens Tertua di Situs Jebel Irhoud di Maroko

Laporan Penelitian ~ Fosil Homo sapiens tertua berasal dari Afrika utara. Fitur wajah, gigi dan bentuk otaknya belum berevolusi mematok dating fosil 300.000 tahun. Para ilmuwan mengklaim titik geografis mengejutkan dan kontroversial, sisa-sisa spesies manusia modern paling awal muncul di Afrika barat laut.

Laporan Penelitian Dating Homo sapiens Tertua di Situs Jebel Irhoud di Maroko

Dating kerangka yang dikaitkan dengan H. sapiens dan alat-alat batu yang digali di Jebel Irhoud, Maroko, 300.000 tahun membawa teori kalender kembali ke persidangan yang selama ini mendasarkan pada fosil tertua berasal dari Afrika Timur berdating 195.000 tahun.

Temuan baru datang menjadi kontroversial, meskipun H. sapiens mungkin muncul di Afrika Timur dan beberapa peneliti juga mengkategorikan tengkorak fosil yang ditemukan sebelumnya dari Afrika Selatan secara tentatif berdating 260.000 tahun seperti H. sapiens.

Tim peneliti internasional mengatakan fosil Maroko menunjukkan kemunculan manusia melibatkan yang populasi di sebagian besar Afrika dan harus dimulai setidaknya sekitar 100.000 tahun lebih awal dari perkiraan teori sebelumnya.

"Jauh sebelum penyebaran Homo sapiens ke luar Afrika 70.000 sampai 60.000 tahun lalu, terjadi penyebaran di Afrika," kata Jean-Jacques Hublin, paleoantropolog Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology di Leipzig.

Sahara dapat didiami sekitar 300.000 tahun lalu menjadi bentuk awal H. sapiens di Afrika utara bisa sampai ke bagian lain benua dan berinteraksi dengan kelompok H. sapiens yang berbeda memicu pertanyaan-pertanyaan lanjutan.

Penggalian di Jebel Irhoud tahun 1960 menghasilkan enam kerangka yang awalnya diklasifikasikan Homo neanderthalensis dan alat-alat batu menyerupai situs Neanderthal Eropa. Ilmuwan awalnya mendating 40.000 tahun, tapi laporan tahun 2007 mendating satu rahang anak pada 160.000 tahun.

Hublin dan tim mendeskripsikan 16 fosil baru yang ditemukan di Jebel Irhoud tahun 2004 sampai 2011. Fragmen setidaknya lima individu terdiri tiga orang dewasa, remaja dan anak diwakili tengkorak parsial, rahang bawah, rahang atas sebagian, enam gigi terisolasi dan beberapa tungkai.

LaporanPenelitian.com Dating Homo sapiens Tertua di Situs Jebel Irhoud di Maroko

CT scan menghasilkan rekonstruksi 3-D tengkorak dan rahang bawah Jebel Irhoud. Para ilmuwan membandingkan pengukuran temuan ini dengan spesies Homo erectus, H. neanderthalensis dan Homo lainnya dari sekitar 1,8 juta dan 150.000 tahun lalu, serta fosil H. sapiens dari 130.000 tahun lalu.

Karakter wajah tengkorak dan gigi Jebel Irhoud sangat mirip dengan orang-orang saat ini, meskipun lebih besar. Rahang bawah juga memiliki banyak persamaan dengan H. sapiens. Semua 22 fosil Jebel Irhoud memenuhi syarat sebagai H. sapiens.

www.LaporanPenelitian.com Dating Homo sapiens Tertua di Situs Jebel Irhoud di Maroko

Tapi, tiga otak Jebel Irhoud yang diwakili tengkorak baru dan dua spesimen kurang lengkap yang sebelumnya relatif panjang dan rendah dibandingkan dengan otak tinggi dan khas pada H. sapiens. Otak Jebel Irhoud lebih mirip H. erectus.

Para ilmuwan membangun teori bahwa sifat wajah dan gigi H. sapiens telah terbentuk sekitar 300.000 tahun lalu, sedangkan bentuk otak akan terus berkembang sejak saat itu secara bertahap pada rentang waktu tersebut.

Para ilmuwan lain bagaimana pun tidak setuju karena fosil Homo dari sekitar 600.000 hingga 200.000 tahun lalu biasanya berbagi beberapa kesamaan fitur yang mengingatkan spesies lebih tua dan ciri-ciri lainnya yang mendahuluinya.

Beberapa fosil tersebut mungkin berasal dari populasi nenek moyang manusia saat ini. Tapi tidak berarti spesimen Maroko adalah H. sapiens. Faktanya banyak fosil Homo telah lolos dari konsensus mengenai identitas spesies mereka.

Tapi Daniel Richter, geolog Max Planck, menuangkan 14 artefak batu yang ditemukan di bawah dan di atas sedimen memungkinkan untuk mempersempit usia fosil tepat pada sekitar 300.000 tahun lalu. Artefak-artefak menunjukkan tanda-tanda telah dipanaskan di masa lalu.

Laporan Penelitian Dating Homo sapiens Tertua di Situs Jebel Irhoud di Maroko

Teknik dating bisa mengukur waktu sejak pemanasan batuan atau sedimen terjadi. Selain itu pengukuran baru uranium radioaktif pada sedimen Jebel Irhoud memungkinkan rahang anak yang sebelumnya ditemukan dari situs tersebut sekitar 350.000 hingga 220.000 tahun lalu.

Sebagian besar peralatan batu Jebel Irhoud ditumbuk dari batuan besar yang telah disiapkan oleh pembuat alat. Teknik ini muncul di sebagian besar Eurasia dan Afrika sekitar 300.000 tahun lalu di antara populasi H. sapiens dan H. Neanderthalensis.

Jurnal :

Jean-Jacques Hublin et al. New fossils from Jebel Irhoud, Morocco and the pan-African origin of Homo sapiens, Nature, 07 June 2017, DOI:10.1038/nature22336

Daniel Richter et al. The age of the hominin fossils from Jebel Irhoud, Morocco, and the origins of the Middle Stone Age, Nature, 07 June 2017, DOI:10.1038/nature22335

Comments

Populer

DNA Memecahkan Misteri Bagaimana Mumi Terkait Satu Sama Lain

DNA memecahkan misteri bagaimana mumi-mumi terkait satu sama lain dimana sepasang mumi Mesir kuno yang dikenal lebih dari satu abad sebagai dua saudara sebenarnya adalah saudara tirinya. Kedua pria berpangkat tinggi tersebut memiliki seorang ibu, namun ayah yang berbeda.

Para arkeolog mengatakan sebuah jawaban tentang keluarga yang teredam dan terungkap berkat keberhasilan dua jenis DNA dari gigi mumi. Laporaan di Journal of Archaeological Science menyoroti pentingnya garis keturunan ibu dalam menganalisis orang-orang Mesis kuno.


Pertanyaan telah berputar-putar tentang latar belakang biologis dua mumi pria sejak ditemukan bersama di sebuah makam di dekat desa Rifeh pada tahun 1907. Makam berasal dari Dinasti ke-12 Mesir kuno antara tahun 1985 SM hingga 1773 SM. Prasasti peti mati menyebutkan seorang wanita, Khnum-Aa, sebagai ibu kedua pria tersebut.

Kedua mumi digambarkan sebagai putra gubernur lokal yang tidak disebutkan namanya. Tetap tidak jelas apakah prasasti tersebut merujuk pad…

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.

Moratorium Laut Internasional Untungkan Nelayan Pesisir

www.LaporanPenelitian.com - Larangan penangkapan ikan di laut lepas dapat meningkatkan hasil tangkapan global menjadi lebih adil.

Nenek Moyang Salamander Meregenerasi Anggota Badan

Penelitian ~ Nenek moyang salamander meregenerasi tungkai, fosil amfibi kuno menunjukkan tanda tangan mekanisme penggantian embel-embel sejauh era Permian.

Fosil Gua Misliya di Israel adalah Manusia Modern Tertua di Luar Afrika

Sebuah rahang mendorong keberangkatan manusia dari Afrika kembali pada waktunya dimana fosil ditemukan di gua Israel setidaknya berdating 177.000 tahun. Sebuah tulang di Israel saat manusia modern meninggalkan Afrika memberi pesan eksodus kuno dimulai lebih awal dari apa yang diteorikan selama ini.

Gua Misliya di Gunung Carmel di Israel menghasilkan rahang parsial Homo sapiens dengan perkiraan dating pada 177.000 hingga 194.000 tahun yang menunjukkan manusia modern bisa saja meninggalkan Afrika dan mencapai Timur Tengah sekitar 60.000 tahun lebih awal dari perkirakan sebelumnya.


Sampai sekarang fosil H. sapiens tertua yang diketahui di luar Afrika ditemukan di Gua Skhul dan Qafzeh di Israel berdating pada 90.000 dan 120.000 tahun, tetapi temuan baru mengisaratkan manusia meninggalkan Afrika sekitar 300.000 tahun lalu dan mencapai Timur Tengah lebih dari 200.000 tahun lalu

"Rahang Misliya memberikan bukti paling jelas nenek moyang kita pertama kali pindah dari Afrika jauh lebih aw…