Skip to main content

Sperma Beku 9 Bulan di ISS Melahirkan Bayi Ruang Angkasa

Laporan Penelitian ~ Para ilmuwan di International Space Station (ISS) menyuntikkan sperma beku 9 bulan ke telur tikus dan kira-kira 3 minggu kemudian melahirkan 73 "bayi ruang angkasa" sama seperti mereka yang lahir dari sperma normal. Tim melaporkan ke Proceedings of the National Academy of Sciences sebagai kabar baik pertama bagi kesinambungan spesies mamalia di ruang angkasa.

Laporan Penelitian Sperma Beku 9 Bulan di ISS Melahirkan Bayi Ruang Angkasa

Para ilmuwan sebelumnya menyarankan bahwa manusia yang melakukan perjalanan ruang angkasa akan memiliki tanda-tanda kerusakan DNA yang disebabkan oleh paparan radiasi tinggi dan cacat tidak mungkin diperbaiki bahkan pada sampel beku.

Hal ini juga terjadi pada sampel sperma di ISS yang terpapar pada tingkat radiasi tinggi ruang angkasa yang menunjukkan DNA lebih terfragmentasi daripada sperma di Bumi. Kerusakan DNA telah dikaitkan dengan tingkat kesuburan lebih rendah.

Tapi ketika menyuntikkan sperma ruang ke telur tikus menghasilkan kejutan. Sekitar 3 minggu kemudian tikus betina melahirkan 73 bayi seperti bayi-bayi sehat dari sperma normal di Bumi. Eksperimen ini adalah pertama dilakukan untuk spesies mamalia di ruang angkasa.

Teruhiko Wakayama, bioteknolog University of Yamanashi, dan tim menunjuukan tikus dari sperma eksperimental subur, sehat dan tidak memiliki perbedaan genetik dibanding saudara kontrol. Perbaikan DNA terjadi setelah pembuahan dan tidak memiliki efek akhir pada keturunan.

Kabar baik bagi manusia masa depan dan bagi banyak astronot yang telah menjadi orang tua setelah menghabiskan waktu di luar angkasa, meskipun masih perlu banyak dilakukan penelitian sebelum astronot mulai berkemas untuk membangun pemukiman di planet Mars dan seterusnya.

Para ilmuwan perlu mempelajari sperma dari spesies mamalia lain yang disimpan di ruang angkasa untuk waktu lebih lama mengingat radiasi yang paling merusak terjadi di luar perisai geomagnetik bumi atau jauh di luar orbit ISS. Risiko jauh lebih tinggi dibanding sekitar planet.

LaporanPenelitian.com Sperma Beku 9 Bulan di ISS Melahirkan Bayi Ruang Angkasa

Wakayama dan tim menggunakan sperma tikus yang disimpan lebih dari 9 bulan di ISS di mana tingkat radiasi kira-kira 100 kali lebih tinggi daripada di Bumi. Sperma kering beku dari 12 tikus dikirim ke ISS pada tahun 2013.

Astronot menempatkan sampel di dalam freezer pada suhu -95C di mana mereka tinggal selama 288 Hari. Di Bumi, tim peneliti menyimpan sperma dari tikus yang sama pada suhu yang sama untuk jumlah waktu yang sama sebagai kelompok kontrol.

Jurnal : Sayaka Wakayama et al. Healthy offspring from freeze-dried mouse spermatozoa held on the International Space Station for 9 months, Proceedings of the National Academy of Sciences, May 22, 2017, DOI:10.1073/pnas.1701425114

Comments

Populer

DNA Memecahkan Misteri Bagaimana Mumi Terkait Satu Sama Lain

DNA memecahkan misteri bagaimana mumi-mumi terkait satu sama lain dimana sepasang mumi Mesir kuno yang dikenal lebih dari satu abad sebagai dua saudara sebenarnya adalah saudara tirinya. Kedua pria berpangkat tinggi tersebut memiliki seorang ibu, namun ayah yang berbeda.

Para arkeolog mengatakan sebuah jawaban tentang keluarga yang teredam dan terungkap berkat keberhasilan dua jenis DNA dari gigi mumi. Laporaan di Journal of Archaeological Science menyoroti pentingnya garis keturunan ibu dalam menganalisis orang-orang Mesis kuno.


Pertanyaan telah berputar-putar tentang latar belakang biologis dua mumi pria sejak ditemukan bersama di sebuah makam di dekat desa Rifeh pada tahun 1907. Makam berasal dari Dinasti ke-12 Mesir kuno antara tahun 1985 SM hingga 1773 SM. Prasasti peti mati menyebutkan seorang wanita, Khnum-Aa, sebagai ibu kedua pria tersebut.

Kedua mumi digambarkan sebagai putra gubernur lokal yang tidak disebutkan namanya. Tetap tidak jelas apakah prasasti tersebut merujuk pad…

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.

Moratorium Laut Internasional Untungkan Nelayan Pesisir

www.LaporanPenelitian.com - Larangan penangkapan ikan di laut lepas dapat meningkatkan hasil tangkapan global menjadi lebih adil.

Nenek Moyang Salamander Meregenerasi Anggota Badan

Penelitian ~ Nenek moyang salamander meregenerasi tungkai, fosil amfibi kuno menunjukkan tanda tangan mekanisme penggantian embel-embel sejauh era Permian.

Fosil Gua Misliya di Israel adalah Manusia Modern Tertua di Luar Afrika

Sebuah rahang mendorong keberangkatan manusia dari Afrika kembali pada waktunya dimana fosil ditemukan di gua Israel setidaknya berdating 177.000 tahun. Sebuah tulang di Israel saat manusia modern meninggalkan Afrika memberi pesan eksodus kuno dimulai lebih awal dari apa yang diteorikan selama ini.

Gua Misliya di Gunung Carmel di Israel menghasilkan rahang parsial Homo sapiens dengan perkiraan dating pada 177.000 hingga 194.000 tahun yang menunjukkan manusia modern bisa saja meninggalkan Afrika dan mencapai Timur Tengah sekitar 60.000 tahun lebih awal dari perkirakan sebelumnya.


Sampai sekarang fosil H. sapiens tertua yang diketahui di luar Afrika ditemukan di Gua Skhul dan Qafzeh di Israel berdating pada 90.000 dan 120.000 tahun, tetapi temuan baru mengisaratkan manusia meninggalkan Afrika sekitar 300.000 tahun lalu dan mencapai Timur Tengah lebih dari 200.000 tahun lalu

"Rahang Misliya memberikan bukti paling jelas nenek moyang kita pertama kali pindah dari Afrika jauh lebih aw…