Skip to main content

Tidak Semua Pterosaurus Raksasa, Temuan Baru Bahkan Lebih Kecil dari Kucing

Laporan Penelitian Tidak Semua Pterosaurus Raksasa, Temuan Baru Bahkan Lebih Kecil dari Kucing
Penelitian ~ Tidak semua pterosaurus berukuran besar-besaran di era Cretaceous Akhir. Beberapa reptil terbang bahkan lebih kecil dari elang botak. Reptil penerbang baru tidak lebih besar dari kucing modern.

Pterosaurus tidak harus raksasa seperti dalam teori untuk bertahan hidup menginjak periode Cretaceous Akhir. Fosil fragmentaris pterosaurus dating 77 juta tahun digali di British Columbia menyarankan lebar sayap hanya 1,5 meter atau seperempat elang botak.

Sementara puluhan pterosaurus besar dengan sayap membentang lebih dari 10 meter telah digali, hingga saat ini para ilmuwan telah menemukan 2 versi skala kecil dengan rentang sayap hanya 2,5 sampai 3 meter selama periode panjang antara 66-100 juta tahun lalu.

Ilmuwan menyalahkan persaingan burung atas kelangkaan reptil terbang kecil. Tetapi beberapa mengusulkan satu-satunya cara pterosaurus bertahan hidup adalah mengembangkan ukuran benar-benar gila. Temuan baru bahwa pterosaurus melakukan lebih baik dari semua hipotesis.

Pterosaurus adalah kelompok punah penguasa langit mengesankan. Badan jerapah bersayap kelelawar dan membual tangan cakar disertai taring tajam. Tapi temuan baru reptil terbang bersayap pendek dan gigi ompong mewakili tahap akhir evolusi pterosaurus.

"Spesimen jauh dari cantik dan tidak lengkap dibanding fosil pterosaurus yang pernah Anda lihat, tapi cukup signifikan," kata Mark Witton, enviromentalis University of Portsmouth.

"Sangat jarang menemukan fosil pterosaurus karena kerangka ringan dan mudah rusak setelah terbaring dan yang kecil paling langka dari semua. Tapi keberuntungan di pihak kami dan beberapa tulang selamat diawetkan," kata Witton.

Reptil terbang harus lebih beragam dari teori sebelumnya dan bahwa pterosaurus kecil belum melempar handuk menghadapi para monster selama setidaknya 66 juta tahun lalu. Makin banyak bukti era ini tidak didominasi spesies raksasa dan bahwa pterosaurus kecil diwakili dengan baik zaman sebelum uzur.

Jurnal : Elizabeth Martin-Silverstone et al. A small azhdarchoid pterosaur from the latest Cretaceous, the age of flying giants, Royal Society Open Science, 31 August 2016, DOI: 10.1098/rsos.160333

Comments

Populer

DNA Memecahkan Misteri Bagaimana Mumi Terkait Satu Sama Lain

DNA memecahkan misteri bagaimana mumi-mumi terkait satu sama lain dimana sepasang mumi Mesir kuno yang dikenal lebih dari satu abad sebagai dua saudara sebenarnya adalah saudara tirinya. Kedua pria berpangkat tinggi tersebut memiliki seorang ibu, namun ayah yang berbeda.

Para arkeolog mengatakan sebuah jawaban tentang keluarga yang teredam dan terungkap berkat keberhasilan dua jenis DNA dari gigi mumi. Laporaan di Journal of Archaeological Science menyoroti pentingnya garis keturunan ibu dalam menganalisis orang-orang Mesis kuno.


Pertanyaan telah berputar-putar tentang latar belakang biologis dua mumi pria sejak ditemukan bersama di sebuah makam di dekat desa Rifeh pada tahun 1907. Makam berasal dari Dinasti ke-12 Mesir kuno antara tahun 1985 SM hingga 1773 SM. Prasasti peti mati menyebutkan seorang wanita, Khnum-Aa, sebagai ibu kedua pria tersebut.

Kedua mumi digambarkan sebagai putra gubernur lokal yang tidak disebutkan namanya. Tetap tidak jelas apakah prasasti tersebut merujuk pad…

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.

Fosil Gua Misliya di Israel adalah Manusia Modern Tertua di Luar Afrika

Sebuah rahang mendorong keberangkatan manusia dari Afrika kembali pada waktunya dimana fosil ditemukan di gua Israel setidaknya berdating 177.000 tahun. Sebuah tulang di Israel saat manusia modern meninggalkan Afrika memberi pesan eksodus kuno dimulai lebih awal dari apa yang diteorikan selama ini.

Gua Misliya di Gunung Carmel di Israel menghasilkan rahang parsial Homo sapiens dengan perkiraan dating pada 177.000 hingga 194.000 tahun yang menunjukkan manusia modern bisa saja meninggalkan Afrika dan mencapai Timur Tengah sekitar 60.000 tahun lebih awal dari perkirakan sebelumnya.


Sampai sekarang fosil H. sapiens tertua yang diketahui di luar Afrika ditemukan di Gua Skhul dan Qafzeh di Israel berdating pada 90.000 dan 120.000 tahun, tetapi temuan baru mengisaratkan manusia meninggalkan Afrika sekitar 300.000 tahun lalu dan mencapai Timur Tengah lebih dari 200.000 tahun lalu

"Rahang Misliya memberikan bukti paling jelas nenek moyang kita pertama kali pindah dari Afrika jauh lebih aw…

Nenek Moyang Salamander Meregenerasi Anggota Badan

Penelitian ~ Nenek moyang salamander meregenerasi tungkai, fosil amfibi kuno menunjukkan tanda tangan mekanisme penggantian embel-embel sejauh era Permian.

Leucoraja erinacea Mengungkap Evolusi Kaki 420 Juta Tahun Lalu

Sirkuit saraf untuk berjalan jauh mungkin telah berevolusi pada ikan purba sejak 420 juta tahun lalu. Sirip Leucoraja erinacea dibangun untuk berjalan dan itulah yang dilakukan ikan berkat konstruksi kabel yang berevolusi jauh sebelum vertebrata air menginjakkan kaki di darat.

Lengan kecil menggunakan dua sirip seperti kaki di bagian bawah untuk bergerak di sepanjang dasar laut. Langkah kiri dan kanan didukung oleh otot yang meregang dan memanjang dimana pergerakan terlihat sangat mirip dengan banyak hewan darat. Karya pertama adalah melihat asal mula sirkuit saraf yang dibutuhkan untuk berjalan.


Para ilmuwan menggunakan tes genetik dan melaporkan temuan ke Cell untuk menunjukkan mengapa kaki kecil di air dan vertebrata darat berbagi blueprint genetik yang sama untuk pengembangan sel saraf yang dibutuhkan untuk gerakan anggota badan sebagai sejarah alam yang sangat penting.

"Neuron penting bagi kita untuk berjalan berawal dari spesies ikan purba," kata Jeremy Dasen, neurosie…