Skip to main content

Exoplanet Proxima b Potensi Dunia Layak Huni Tetangga Terdekat Matahari

Laporan Penelitian Exoplanet Proxima b Potensi Dunia Layak Huni Tetangga Terdekat Matahari
Penelitian ~ Tanda-tanda planet layak huni terdeteksi di sekitar bintang tetangga terdekat Matahari. Dunia yang mengorbit bintang Proxima Centauri bersarang di zona layak huni.

Proxima Centauri adalah bola merah redup hanya sekitar 4,2 tahun cahaya dari Bumi tapi mungkin memiliki planet kerabat yang mengorbit bintang persis di depan pintu. Sebuah dunia setidaknya 1,3 kali massa Bumi tampaknya mengorbit bintang terdekat dengan Matahari.

Meskipun kompak dengan bintang host hanya 5 persen jarak Bumi-Matahari dan membutuhkan 11,2 hari untuk menyelesaikan satu orbit, exoplanet Proxima b berpotensi dihuni dengan suhu tepat bagi air cair mengalir di permukaan sebagai dunia paling dekat di luar tata surya berpotensi memiliki kehidupan.

Proxima Centauri duduk di konstelasi Centaurus selatan adalah bintang kerdil dan temuan luar biasa memberi kesempatan terbaik untuk mencirikan atmosfer dunia seperti Bumi di tata surya lain dan petunjuk pencarian kehidupan lain di galaksi.

Suhu permukaan 2.800 derajat Celcius lebih dingin dari Matahari memancarkan radiasi lemah dengan cahaya kemerahan lebih menyerupai ukuran Jupiter daripada Matahari. Meskipun relatif dekat dibanding Bumi-Matahari, Proxima tidak terlihat dengan mata telanjang sampai tahun 1915.

Bagian dari kelompok sistem bintang 3 yang dikenal sebagai Alpha Centauri tidak jelas apakah Proxima terikat secara gravitasi bersama sahabat yang lebih cerah dengan mengambil ratusan ribu tahun untuk menyelesaikan satu orbit di sekitar kedua lainnya atau hanya lewat saja.



Pada tahun 2012 para ilmuwan melaporkan bintang Alpha Centauri B host planet kira-kira seukuran Bumi meskipun terlalu hangat untuk ditinggali. Ilmuwan lain yang skeptis mengatakan tidak menemukan bukti planet. Tapi klaim Proxima b tampaknya jauh lebih kuat.

Guillem Anglada-Escudé, astronom Queen Mary University of London, dan tim membidik buruan dengan goyangan kecepatan Proxima Centauri sebagai tanda tangan gravitasi planet yang mengorbit. Dua bulan pengamatan teleskop 3,6 meter European Southern Observatory dan Very Large telescopes di Chile menegaskan harapan.

"Tidak jelas apakah planet ini seperti Bumi," kata Anglada-Escude.

Tidak banyak yang diketahui tentang Proxima b seperti ukuran atau atmosfer. Bahkan massa hanya perkiraan minimum. Tanpa mengetahui bagaimana orbit planet miring relatif, para ilmuwan hanya bisa menyatakan Proxima b tidak lebih ringan 1,3 dari Bumi. Bisa lebih berat dan lebih banyak kesamaan dengan Neptunus.

Meskipun hanya satu bintang para astronom harus menunggu waktu lama untuk menyelidiki hal-hal tentang planet baru. Taruhan terbaik adalah berharap bahwa planet jika dilihat dari Bumi lewat di depan Proxima Centauri memungkinkan cahaya tersaring melalui atmosfer.

Molekul di atmosfer menelikung kehadiran cahaya planet dengan menyerap panjang gelombang cahaya tertentu. Senyawa seperti oksigen, metana dan karbon dioksida secara luas dianggap sebagai tanda tangan kimia munculnya kehidupan.

LaporanPenelitian.com Exoplanet Proxima b Potensi Dunia Layak Huni Tetangga Terdekat Matahari

Jika planet tidak melintas di depan bintang host, NASA James Webb Space Telescope yang dijadwalkan meluncur akhir tahun 2018 harus dapat mencirikan atmosfer. Ratusan jam waktu teleskop perlu didedikasikan dalam tugas menjadi pengamatan sangat menantang.

Para ilmuwan juga dapat memperkirakan ukuran planet berdasarkan berapa banyak cahaya diblok planet. Ukuran dikombinasikan dengan massa membiarkan peneliti menentukan kepadatan Proxima b dan mencari tahu apakah planet gas bengkak seperti Jupiter atau berbatu seperti Bumi.

Ilmuwan sebelumnya telah memantau Proxima Centauri dengan satelit MOST milik Kanada dengan mencari dip periodik cahaya yang diakibatkan planet sebagian menghalangi bintang. Hanya ada kesempatan 1,5 persen, bagaimanapun, bahwa planet berbaris dengan bintang.

Jika segaris maka variabilitas yang melekat dalam cahaya Proxima Centauri membuat penurunan kecerahan dari planet sulit dideteksi. Para astronom harus bergantung pada cahaya yang datang dari planet, baik sebagai cahaya inframerah intrinsik atau cahaya tampak tercermin.

Sangat sulit menandai planet temuan baru tanpa mengirimkan probe ke sana. James Webb mungkin tidak merasakan cahaya inframerah yang berasal dari Proxima b, tapi bisa satu dekade atau lebih sebelum observatorium lainnya menanggung tantangan atau tidak ada jaminan lainnya.

www.LaporanPenelitian.com Laporan Penelitian Exoplanet Proxima b Potensi Dunia Layak Huni Tetangga Terdekat Matahari

Terobosan Starshot yaitu misi didanai pengusaha internet Rusia, Yuri Milner, ingin melakukannya. Pada bulan April mereka mengumumkan rencana US$100 juta pengembangan teknologi yang mengirim armada nanocraft yaitu probe robot beberapa gram bertenaga laser 100 gigawatt menuju Alpha Centauri.

Armada melesat 20 persen kecepatan cahaya dan tiba di Alpha Centauri sekitar 20 tahun. Sebagai perbandingan, pesawat ruang angkasa tercepat yang pernah meninggalkan Bumi yaitu misi New Horizons ke Pluto dengan kecepatan 52.000 kilometer per jam.membutuhkan kira-kira 90.000 tahun perjalanan.

"Sebuah pesawat ruang angkasa yang dilengkapi kamera dan berbagai filter bisa mengambil warna planet dan menyimpulkan apakah hijau, biru atau hanya coklat," kata Avi Loeb, astrofisikawan Harvard University dan ketua komite penasehat proyek Starshot.

Jika ada kehidupan di Proxima b mungkin sangat berbeda dari apa pun di Bumi. Organisme fotosintesis harus berurusan dunia samar karena bintang dingin memancarkan cahaya sebagian besar inframerah. Proxima Centauri juga dikenal karena flare setiap planet yang mengorbit dengan semburan radiasi ultraviolet dan sinar-X.

Mengingat lingkungan asing, kehidupan mungkin menunjuk kehadiran dalam cara yang tidak biasa. Para astronom di Cornell University pernah mengusulkan pencarian biofluorescence yaitu cahaya dari organisme yang dipicu oleh sinar ultraviolet yang dibangun dari flare bintang.

Penelitian Exoplanet Proxima b Potensi Dunia Layak Huni Tetangga Terdekat Matahari

Makhluk hidup di Proxima b mungkin berevolusi dalam perlindungan biofluorescence yang mengambil radiasi UV dan mengubahnya menjadi cahaya tampak lebih enak dideteksi dari teleskop berbasis darat, meskipun kabar buruk bahwa orbit Proxima b melucuti ozon pelindung 3 kali per tahun Bumi.

Sebuah medan magnet planet yang kuat atau atmosfer padat mungkin bisa menahan kebocoran dan jika organisme hidup berlindung di bawah tanah atau di bawah air atau tahan terhadap defisit oksigen mungkin kehidupan masih bertahan. Pertanyaan apakah makhluk merangkak di Proxima b mendorong misi semakin kuat.

"Benar-benar bisa mengantarkan energi baru ke dalam pencarian dunia lain di dekatnya," kata Margaret Turnbull, astronom SETI Institute.

Jurnal : Guillem Anglada-Escudé et al. A terrestrial planet candidate in a temperate orbit around Proxima Centauri, Nature, 24 August 2016, DOI:10.1038/nature19106

Comments

Populer

DNA Memecahkan Misteri Bagaimana Mumi Terkait Satu Sama Lain

DNA memecahkan misteri bagaimana mumi-mumi terkait satu sama lain dimana sepasang mumi Mesir kuno yang dikenal lebih dari satu abad sebagai dua saudara sebenarnya adalah saudara tirinya. Kedua pria berpangkat tinggi tersebut memiliki seorang ibu, namun ayah yang berbeda.

Para arkeolog mengatakan sebuah jawaban tentang keluarga yang teredam dan terungkap berkat keberhasilan dua jenis DNA dari gigi mumi. Laporaan di Journal of Archaeological Science menyoroti pentingnya garis keturunan ibu dalam menganalisis orang-orang Mesis kuno.


Pertanyaan telah berputar-putar tentang latar belakang biologis dua mumi pria sejak ditemukan bersama di sebuah makam di dekat desa Rifeh pada tahun 1907. Makam berasal dari Dinasti ke-12 Mesir kuno antara tahun 1985 SM hingga 1773 SM. Prasasti peti mati menyebutkan seorang wanita, Khnum-Aa, sebagai ibu kedua pria tersebut.

Kedua mumi digambarkan sebagai putra gubernur lokal yang tidak disebutkan namanya. Tetap tidak jelas apakah prasasti tersebut merujuk pad…

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.

Fosil Gua Misliya di Israel adalah Manusia Modern Tertua di Luar Afrika

Sebuah rahang mendorong keberangkatan manusia dari Afrika kembali pada waktunya dimana fosil ditemukan di gua Israel setidaknya berdating 177.000 tahun. Sebuah tulang di Israel saat manusia modern meninggalkan Afrika memberi pesan eksodus kuno dimulai lebih awal dari apa yang diteorikan selama ini.

Gua Misliya di Gunung Carmel di Israel menghasilkan rahang parsial Homo sapiens dengan perkiraan dating pada 177.000 hingga 194.000 tahun yang menunjukkan manusia modern bisa saja meninggalkan Afrika dan mencapai Timur Tengah sekitar 60.000 tahun lebih awal dari perkirakan sebelumnya.


Sampai sekarang fosil H. sapiens tertua yang diketahui di luar Afrika ditemukan di Gua Skhul dan Qafzeh di Israel berdating pada 90.000 dan 120.000 tahun, tetapi temuan baru mengisaratkan manusia meninggalkan Afrika sekitar 300.000 tahun lalu dan mencapai Timur Tengah lebih dari 200.000 tahun lalu

"Rahang Misliya memberikan bukti paling jelas nenek moyang kita pertama kali pindah dari Afrika jauh lebih aw…

Nenek Moyang Salamander Meregenerasi Anggota Badan

Penelitian ~ Nenek moyang salamander meregenerasi tungkai, fosil amfibi kuno menunjukkan tanda tangan mekanisme penggantian embel-embel sejauh era Permian.

Leucoraja erinacea Mengungkap Evolusi Kaki 420 Juta Tahun Lalu

Sirkuit saraf untuk berjalan jauh mungkin telah berevolusi pada ikan purba sejak 420 juta tahun lalu. Sirip Leucoraja erinacea dibangun untuk berjalan dan itulah yang dilakukan ikan berkat konstruksi kabel yang berevolusi jauh sebelum vertebrata air menginjakkan kaki di darat.

Lengan kecil menggunakan dua sirip seperti kaki di bagian bawah untuk bergerak di sepanjang dasar laut. Langkah kiri dan kanan didukung oleh otot yang meregang dan memanjang dimana pergerakan terlihat sangat mirip dengan banyak hewan darat. Karya pertama adalah melihat asal mula sirkuit saraf yang dibutuhkan untuk berjalan.


Para ilmuwan menggunakan tes genetik dan melaporkan temuan ke Cell untuk menunjukkan mengapa kaki kecil di air dan vertebrata darat berbagi blueprint genetik yang sama untuk pengembangan sel saraf yang dibutuhkan untuk gerakan anggota badan sebagai sejarah alam yang sangat penting.

"Neuron penting bagi kita untuk berjalan berawal dari spesies ikan purba," kata Jeremy Dasen, neurosie…