Skip to main content

Petani Awal Bukan Dari Sumber Tunggal, Hasil Sekuen DNA Situs Iran

Penelitian ~ Dua kelompok menyebarkan pertanian awal. Budaya Fertile Crescent menyimpang jalan pertanian timur dan barat bahwa tempat lahir peradaban pertanian adalah budaya beragam.

Sekuen DNA menunjuk petani pertama memiliki asal-usul beragam. Kerangka neolitik di Iran menjelaskan perdebatan mengenai apakah pertanian menyebar keluar dari satu sumber kawasan atau apakah beberapa kelompok menyebarkan teknologi di seluruh Eurasia semakin rumit.

Dua masyarakat hidup side by side 10.000 tahun lalu di lembah-lembah Timur Tengah kaya Fertile Crescent di mana manusia pertama kali belajar pertanian seiring waktu membawa pertanian ke Eropa dan lainnya membawa tradisi ke Asia Selatan.


Inovator yang menebar benih-benih fajar pertanian bukan satu populasi di Asia Barat, tetapi beberapa populasi yang berdekatan dan semua memiliki nasib baik untuk tinggal di zona yang kaya potensi domestikasi tanaman dan hewan kemudian mengeksploitasi.

Peralihan gaya hidup berburu dan meramu menjadi agroindustri pertama terjadi sekitar 10.000 tahun lalu di Asia selatan setelah Zaman Es terakhir dan menyebar dengan cepat di seluruh Eurasia sebagai salah satu perilaku paling penting dalam sejarah manusia terjadi tumpang tindih.

Para ilmuwan pekan ini melaporkan bahwa petani Eropa pertama datang dari Anatolia barat dekat situs Istanbul dan Anatolian sudah mulai keluar bahkan lebih ke timur di situs lebih tua di Iran, Irak, Suriah dan Turki tenggara di mana pertanian dimulai.

"Orang-orang Fertile Crescent adalah salah satu kelompok genetik dan budaya, tetapi sebenarnya mereka mungkin dua atau lebih," kata Joachim Burger, genetikawan Johannes Gutenberg University Mainz di Jerman.

Tapi sisa-sisa DNA berumur 7000 hingga 10.000 tahun yang ditemukan di 2 pemukiman Iran kuno memiliki cerita berbeda. Rasio karbon dan nitrogen tulang menunjuk orang-orang di sana makan sereal yang dibudidayakan daripada daging buruan.

Sementara petani telah hidup beberapa ribu tahun sebelum Anatolian, analisis genetik membawa 2 garis darah tidak terkait. Bahkan kedua kelompok mungkin terpisah lebih dari 45.000 tahun atau setelah manusia tiba dari Afrika. Bahkan 10.000 tahun lalu, nenek moyang Iran dan Anatolian terisolasi selama 36.000 hingga 67.000 tahun.

Petani awal gunung Zagros meninggalkan warisan genetik di Pakistan, Afghanistan dan terutama Zoroastrianisme di Iran tapi DNA Iran kuno sangat berbeda dari petani Anatolia Barat. Dua kelompok terpisah 2000 kilometer dan 2000 tahun turun dari pemburu-pengumpul yang terpisah 46.000 hingga 77.000 tahun.

Bukti petani Anatolia beberapa ribu tahun lebih muda dari situs Iran bahwa kedua kelompok mungkin tampak berbeda, berbicara bahasa terpisah dan tidak kawin, tapi berbagi ide pertanian awal yang mengambil berabad-abad untuk mengkonversi diri dari berburu dan meramu ke cara hidup agraria.

"Domestikasi hewan liar tidak lebih rumit dari pertanian pada saat yang sama," kata Burger.

Referensi :

Farnaz Broushaki et al. Early Neolithic genomes from the eastern Fertile Crescent, Science, 14 Jul 2016, DOI:10.1126/science.aaf7943

Zuzana Hofmanová et al. Early farmers from across Europe directly descended from Neolithic Aegeans, Proceedings of the National Academy of Sciences, June 6, 2016, DOI:10.1073/pnas.1523951113

Iosif Lazaridis et al. The genetic structure of the world's first farmers, bioRxiv, DOI:10.1101/059311

Marcos Gallego Llorente et al. The genetics of an early Neolithic pastoralist from the Zagros, Iran, bioRxiv, DOI:10.1101/059568

Comments

Populer

DNA Memecahkan Misteri Bagaimana Mumi Terkait Satu Sama Lain

DNA memecahkan misteri bagaimana mumi-mumi terkait satu sama lain dimana sepasang mumi Mesir kuno yang dikenal lebih dari satu abad sebagai dua saudara sebenarnya adalah saudara tirinya. Kedua pria berpangkat tinggi tersebut memiliki seorang ibu, namun ayah yang berbeda.

Para arkeolog mengatakan sebuah jawaban tentang keluarga yang teredam dan terungkap berkat keberhasilan dua jenis DNA dari gigi mumi. Laporaan di Journal of Archaeological Science menyoroti pentingnya garis keturunan ibu dalam menganalisis orang-orang Mesis kuno.


Pertanyaan telah berputar-putar tentang latar belakang biologis dua mumi pria sejak ditemukan bersama di sebuah makam di dekat desa Rifeh pada tahun 1907. Makam berasal dari Dinasti ke-12 Mesir kuno antara tahun 1985 SM hingga 1773 SM. Prasasti peti mati menyebutkan seorang wanita, Khnum-Aa, sebagai ibu kedua pria tersebut.

Kedua mumi digambarkan sebagai putra gubernur lokal yang tidak disebutkan namanya. Tetap tidak jelas apakah prasasti tersebut merujuk pad…

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.

Fosil Gua Misliya di Israel adalah Manusia Modern Tertua di Luar Afrika

Sebuah rahang mendorong keberangkatan manusia dari Afrika kembali pada waktunya dimana fosil ditemukan di gua Israel setidaknya berdating 177.000 tahun. Sebuah tulang di Israel saat manusia modern meninggalkan Afrika memberi pesan eksodus kuno dimulai lebih awal dari apa yang diteorikan selama ini.

Gua Misliya di Gunung Carmel di Israel menghasilkan rahang parsial Homo sapiens dengan perkiraan dating pada 177.000 hingga 194.000 tahun yang menunjukkan manusia modern bisa saja meninggalkan Afrika dan mencapai Timur Tengah sekitar 60.000 tahun lebih awal dari perkirakan sebelumnya.


Sampai sekarang fosil H. sapiens tertua yang diketahui di luar Afrika ditemukan di Gua Skhul dan Qafzeh di Israel berdating pada 90.000 dan 120.000 tahun, tetapi temuan baru mengisaratkan manusia meninggalkan Afrika sekitar 300.000 tahun lalu dan mencapai Timur Tengah lebih dari 200.000 tahun lalu

"Rahang Misliya memberikan bukti paling jelas nenek moyang kita pertama kali pindah dari Afrika jauh lebih aw…

Nenek Moyang Salamander Meregenerasi Anggota Badan

Penelitian ~ Nenek moyang salamander meregenerasi tungkai, fosil amfibi kuno menunjukkan tanda tangan mekanisme penggantian embel-embel sejauh era Permian.

Leucoraja erinacea Mengungkap Evolusi Kaki 420 Juta Tahun Lalu

Sirkuit saraf untuk berjalan jauh mungkin telah berevolusi pada ikan purba sejak 420 juta tahun lalu. Sirip Leucoraja erinacea dibangun untuk berjalan dan itulah yang dilakukan ikan berkat konstruksi kabel yang berevolusi jauh sebelum vertebrata air menginjakkan kaki di darat.

Lengan kecil menggunakan dua sirip seperti kaki di bagian bawah untuk bergerak di sepanjang dasar laut. Langkah kiri dan kanan didukung oleh otot yang meregang dan memanjang dimana pergerakan terlihat sangat mirip dengan banyak hewan darat. Karya pertama adalah melihat asal mula sirkuit saraf yang dibutuhkan untuk berjalan.


Para ilmuwan menggunakan tes genetik dan melaporkan temuan ke Cell untuk menunjukkan mengapa kaki kecil di air dan vertebrata darat berbagi blueprint genetik yang sama untuk pengembangan sel saraf yang dibutuhkan untuk gerakan anggota badan sebagai sejarah alam yang sangat penting.

"Neuron penting bagi kita untuk berjalan berawal dari spesies ikan purba," kata Jeremy Dasen, neurosie…