Skip to main content

Ikan Mengevolusi Kemampuan Hidup Di Darat Setidaknya 30 Kali

Penelitan ~ Ikan mengevolusi hidup di darat lebih dari 30 kali. Ikan pertama yang naik ke darat lebih dari 350 juta tahun silam bukan kebetulan bahwa gaya hidup nenek moyang melompat dari banyak kegagalan.

Keanekaragaman amfibi hidup hari ini menyatakan bahwa sobat laut mengevolusi kemampuan keluar dari air setidaknya 30 kali dan faktor-faktor yang mendorong perubahan gaya hidup ekstrim mungkin mengisyaratkan bagaiman akuatik pertama naik ke panggung tanah.

Keberhasilan mengkolonialisasi daratan adalah transisi tak terduga yang memungkinkan menghitung berapa kali ikan saat ini beradaptasi dengan kehidupan keluar dari air dan menentukan apakah para perambah tanah memiliki kesamaan.



Setidaknya 130 spesies ikan hidup di darat hari ini, Belut Amerika (Anguilla rostrata) yang melata di kubangan setelah hujan, Kalajengking Laut Berkepala Sapi (Taurulus bubalis) di pesisir melompat dari ombak pasang ketika tingkat oksigen terlalu rendah hingga Penjaga Lumpur (Periophthalmus barbarus) merangkak.

Para ilmuwan pekan lalu bertaruh pohon keluarga ikan penuh dengan contoh 33 keluarga yang mengandung setidaknya satu ikan dengan afinitas untuk memanjat darat dengan kokoh bahwa lompatan kehidupan darat berevolusi harus terjadi berkali-kali.

Sekelompok ikan pesisir Blennioidei membuat pohon keluarga lebih fine-tuned mendarat setidaknya 3 waktu berbeda dan mungkin sebanyak 7 kali. Blenni Pacific (Alticus arnoldorum) melompat-lompat di atas batu dan memiliki sirip yang mampu memegang batu ktika dipukul gelombang.

Transisi ke tanah sering di zona intertidal yang mengisyaratkan gaya hidup nenek moyang datang ke darat tampaknya menjadi tempat pementasan untuk bergerak naik ke darat saat ini, mungkin itu ratusan juta tahun yang lalu juga.

Jurnal : Terry J. Ord and Georgina M. Cooke. Repeated evolution of amphibious behavior in fish and its implications for the colonization of novel environments, Evolution, 24 JUN 2016, DOI:10.1111/evo.12971

Comments

Populer

DNA Memecahkan Misteri Bagaimana Mumi Terkait Satu Sama Lain

DNA memecahkan misteri bagaimana mumi-mumi terkait satu sama lain dimana sepasang mumi Mesir kuno yang dikenal lebih dari satu abad sebagai dua saudara sebenarnya adalah saudara tirinya. Kedua pria berpangkat tinggi tersebut memiliki seorang ibu, namun ayah yang berbeda.

Para arkeolog mengatakan sebuah jawaban tentang keluarga yang teredam dan terungkap berkat keberhasilan dua jenis DNA dari gigi mumi. Laporaan di Journal of Archaeological Science menyoroti pentingnya garis keturunan ibu dalam menganalisis orang-orang Mesis kuno.


Pertanyaan telah berputar-putar tentang latar belakang biologis dua mumi pria sejak ditemukan bersama di sebuah makam di dekat desa Rifeh pada tahun 1907. Makam berasal dari Dinasti ke-12 Mesir kuno antara tahun 1985 SM hingga 1773 SM. Prasasti peti mati menyebutkan seorang wanita, Khnum-Aa, sebagai ibu kedua pria tersebut.

Kedua mumi digambarkan sebagai putra gubernur lokal yang tidak disebutkan namanya. Tetap tidak jelas apakah prasasti tersebut merujuk pad…

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.

Moratorium Laut Internasional Untungkan Nelayan Pesisir

www.LaporanPenelitian.com - Larangan penangkapan ikan di laut lepas dapat meningkatkan hasil tangkapan global menjadi lebih adil.

Nenek Moyang Salamander Meregenerasi Anggota Badan

Penelitian ~ Nenek moyang salamander meregenerasi tungkai, fosil amfibi kuno menunjukkan tanda tangan mekanisme penggantian embel-embel sejauh era Permian.

Fosil Gua Misliya di Israel adalah Manusia Modern Tertua di Luar Afrika

Sebuah rahang mendorong keberangkatan manusia dari Afrika kembali pada waktunya dimana fosil ditemukan di gua Israel setidaknya berdating 177.000 tahun. Sebuah tulang di Israel saat manusia modern meninggalkan Afrika memberi pesan eksodus kuno dimulai lebih awal dari apa yang diteorikan selama ini.

Gua Misliya di Gunung Carmel di Israel menghasilkan rahang parsial Homo sapiens dengan perkiraan dating pada 177.000 hingga 194.000 tahun yang menunjukkan manusia modern bisa saja meninggalkan Afrika dan mencapai Timur Tengah sekitar 60.000 tahun lebih awal dari perkirakan sebelumnya.


Sampai sekarang fosil H. sapiens tertua yang diketahui di luar Afrika ditemukan di Gua Skhul dan Qafzeh di Israel berdating pada 90.000 dan 120.000 tahun, tetapi temuan baru mengisaratkan manusia meninggalkan Afrika sekitar 300.000 tahun lalu dan mencapai Timur Tengah lebih dari 200.000 tahun lalu

"Rahang Misliya memberikan bukti paling jelas nenek moyang kita pertama kali pindah dari Afrika jauh lebih aw…