Skip to main content

Belut Listrik Electrophorus electricus Kirim Setrum Langsung Ke Tubuh Musuh

Penelitian ~ Belut listrik Electrophorus electricus melompat dari air kirim setrum langung ke tubuh penyerang. Listrik defensif yang ditambahkan sejarah perilaku ikan 200 tahun lalu adalah benar.

Tumbuh hingga 2 meter menghasilkan sengatan trafo PLN masih kurang cukup mengesankan sebelum ketegasan aspek yang lebih luar biasa tentang belut listrik. Jika predator darat berani mengusik air, belut melompat keluar dan pemberian tembakan tegangan tinggi lebih berlipat.

E. electricus tidak benar-benar belut, tetapi jenis ikan cabuk listrik dan tidak puas hanya dengan serangan kejut di bawah air. Di bawah kondisi yang tepat melompat keluar dari air untuk mengirim setrum langsung ke tubuh musuh yang mengusik rumah.

Lebih dari 200 tahun lalu ketika naturalis dan explorer Prusia Alexander von Humboldt membuat eksplorasi ilmiah pertama untuk mendeskripsi hutan lebat Amerika Latin menghadapi banyak kesulitan sambil menonton panorama di pinggiran sungai.



Tapi salah satu pertemuan paling terkenal terjadi pada tanggal 19 Maret 1800 ketika ia menemukan penduduk sedang mengirim kuda malang ke sungai untuk menguras listrik belut sehingga orang-orang dapat menangkap ikan-ikan dengan aman.

Kisah dramatis dengan cepat masuk ke dalam legenda, tapi di abad-abad berikutnya tidak ada yang melihat perilaku luar biasa terulang yang menyebabkan sebagian besar orang berpikir bahwa von Humboldt membesar-besarkan pengalaman listrik tentang belut.

"Pertama kali membaca kisah von Humboldt, saya berpikir benar-benar aneh. Mengapa belut menyerang kuda bukannya berenang menjauh?" kata Kenneth Catania, biolog Vanderbilt University di Nashville.

Pekan ini Catania memberikan akun kredit kebenaran bahwa kisah von Humboldt benar-benar asli di tempat pertama selama kecelakaan. Belut ditempatkan di tangki melompat dari air dan menekan dagu, sementara pada saat yang sama menghasilkan serangkaian pulsa tegangan tinggi.

Eksperimen mendatangkan batang karbon dan pelat aluminium di mana buaya plastik dengan dioda pemancar cahaya yang berkedip sebagai display listrik merekam demonstrasi efek dramatis. Hasilnya hamburan pulsa listrik menembak seiring kedipan lampu LED.

Kekuatan goncangan menentukan pola setrum listrik. Belut hanya melompat dari air untuk menyerang hewan hidup yang sebagian tubuh terendam dengan frekuensi lebih ketika tingkat air di dalam tangki turun melumpuhkan saraf musuh.

"Belut memberikan guncangan dengan jumlah maksimum kekuatan kepada hewan darat yang menyerang wilayah mereka, juga memungkinkan pengiriman porsi jauh lebih besar," kata Catania.

Tapi perilaku hanya digunakan untuk melindungi diri terhadap predator darat ketika belut merasa terpojok atau terancam seperti musim kemarau ketika tingkat air jauh lebih rendah dan merupakan waktu ketika beberapa belut berkembang biak.

Jadi mengapa melompat dari air, bukannya hanya sidling saja? Semakin tinggi belut menggapai penyusup, semakin kuat setrum disampaikan. Sengatan di dalam air listrik menghilang melalui air. Tapi memukul target dengan dagu, arus langsung mengenai tubuh target.

Setelah lebih dari 2 abad keraguan dan meskipun minat yang besar pada hewan, akhirnya von Humboldt terbukti benar dan belut listrik benar-benar melompat dari air untuk menyerang predator.

Jurnal :

Kenneth C. Catania. Leaping eels electrify threats, supporting Humboldt’s account of a battle with horses, Proceedings of the National Academy of Sciences, June 6, 2016, DOI:10.1073/pnas.1604009113

Alexander v. Humboldt Freiherr. Jagd und Kampf der electrischen Aale mit Pferden. Aus den Reiseberichten des Hrn. Freiherrn Alexander v. Humboldt, Annalen der Physik, 1807, DOI:10.1002/andp.18070250103

Comments

Populer

DNA Memecahkan Misteri Bagaimana Mumi Terkait Satu Sama Lain

DNA memecahkan misteri bagaimana mumi-mumi terkait satu sama lain dimana sepasang mumi Mesir kuno yang dikenal lebih dari satu abad sebagai dua saudara sebenarnya adalah saudara tirinya. Kedua pria berpangkat tinggi tersebut memiliki seorang ibu, namun ayah yang berbeda.

Para arkeolog mengatakan sebuah jawaban tentang keluarga yang teredam dan terungkap berkat keberhasilan dua jenis DNA dari gigi mumi. Laporaan di Journal of Archaeological Science menyoroti pentingnya garis keturunan ibu dalam menganalisis orang-orang Mesis kuno.


Pertanyaan telah berputar-putar tentang latar belakang biologis dua mumi pria sejak ditemukan bersama di sebuah makam di dekat desa Rifeh pada tahun 1907. Makam berasal dari Dinasti ke-12 Mesir kuno antara tahun 1985 SM hingga 1773 SM. Prasasti peti mati menyebutkan seorang wanita, Khnum-Aa, sebagai ibu kedua pria tersebut.

Kedua mumi digambarkan sebagai putra gubernur lokal yang tidak disebutkan namanya. Tetap tidak jelas apakah prasasti tersebut merujuk pad…

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.

Moratorium Laut Internasional Untungkan Nelayan Pesisir

www.LaporanPenelitian.com - Larangan penangkapan ikan di laut lepas dapat meningkatkan hasil tangkapan global menjadi lebih adil.

Fosil Gua Misliya di Israel adalah Manusia Modern Tertua di Luar Afrika

Sebuah rahang mendorong keberangkatan manusia dari Afrika kembali pada waktunya dimana fosil ditemukan di gua Israel setidaknya berdating 177.000 tahun. Sebuah tulang di Israel saat manusia modern meninggalkan Afrika memberi pesan eksodus kuno dimulai lebih awal dari apa yang diteorikan selama ini.

Gua Misliya di Gunung Carmel di Israel menghasilkan rahang parsial Homo sapiens dengan perkiraan dating pada 177.000 hingga 194.000 tahun yang menunjukkan manusia modern bisa saja meninggalkan Afrika dan mencapai Timur Tengah sekitar 60.000 tahun lebih awal dari perkirakan sebelumnya.


Sampai sekarang fosil H. sapiens tertua yang diketahui di luar Afrika ditemukan di Gua Skhul dan Qafzeh di Israel berdating pada 90.000 dan 120.000 tahun, tetapi temuan baru mengisaratkan manusia meninggalkan Afrika sekitar 300.000 tahun lalu dan mencapai Timur Tengah lebih dari 200.000 tahun lalu

"Rahang Misliya memberikan bukti paling jelas nenek moyang kita pertama kali pindah dari Afrika jauh lebih aw…

Nenek Moyang Salamander Meregenerasi Anggota Badan

Penelitian ~ Nenek moyang salamander meregenerasi tungkai, fosil amfibi kuno menunjukkan tanda tangan mekanisme penggantian embel-embel sejauh era Permian.