Skip to main content

Gundukan Lanskap Surales Adalah Deposit Kotoran Cacing Tanah Andiorrhinus

Penelitian ~ Gundukan misterius sebenarnya kotoran raksasa cacing tanah. Lanskap Surales dibentuk dari lumpur kotoran cacing tanah raksasa Andiorrhinus yang bersarang.

Cacing tanah adalah insinyur di balik bagunan seluas 75.000 kilometer persegi, padat, spasi teratur dan lanskap gundukan bermotif disebut surales di lahan basah tropis musiman Amerika Selatan. Gundukan padat spektakuler menutupi area luas yang cukup lama miterius.

Penduduk setempat umumnya sepakat lanskap Surales berisi kerajaan cacing tanah yang menciptakan gundukan, tapi jenis, sistem yang bekerja, bagaimana mereka melakukannya, dan selebihnya tidak ada yang mengetahui.

Selama musim hujan di Orinoco Llanos dari Columbia hingga Venezuela fitur lanskap aneh muncul di banyak tempat berupa gundukan berumput selebar 5 meter dan tinggi 2 meter dikelilingi air. Anda harus melompat setiap gundukan atau berjalan dengan susah payah nyemplung air rawa di sekitarnya.


Sekarang para ilmuwan melaporkan bahwa pelakunya adalah cacing tanah raksasa Andiorrhinus yang dapat tumbuh hingga panjang 1 meter sebagai kontraktor dan gundukan itu sendiri sebenarnya sebagian besar tersusun dari kotorannya.

Selama musim hujan, tanah tertutup lapisan tipis air. Kotoran Andiorrhinus menciptakan deposit atau gip sebagai menara yang memberikan akses udara untuk bernapas. Cacing kemudian kembali ke menara dengan semakin banyak setoran material sehingga terbangun gundukan.


Gundukan muda didominasi cacing Andiorrhinus, tapi seiring waktu ketika gundukan semakin besar spesies cacing lainnya mulai membuat rumah di sana serta tanaman dan akhirnya gundukan cukup besar tumbuh pepohonan. Gundukan dibangun dengan menggali tanah dari sekitarnya sehingga parit semakin dalam.

Jurnal : Anne Zangerlé et al. The Surales, Self-Organized Earth-Mound Landscapes Made by Earthworms in a Seasonal Tropical Wetland, PLoS ONE, May 11, 2016, DOI:10.1371/journal.pone.0154269

Comments

Populer

DNA Memecahkan Misteri Bagaimana Mumi Terkait Satu Sama Lain

DNA memecahkan misteri bagaimana mumi-mumi terkait satu sama lain dimana sepasang mumi Mesir kuno yang dikenal lebih dari satu abad sebagai dua saudara sebenarnya adalah saudara tirinya. Kedua pria berpangkat tinggi tersebut memiliki seorang ibu, namun ayah yang berbeda.

Para arkeolog mengatakan sebuah jawaban tentang keluarga yang teredam dan terungkap berkat keberhasilan dua jenis DNA dari gigi mumi. Laporaan di Journal of Archaeological Science menyoroti pentingnya garis keturunan ibu dalam menganalisis orang-orang Mesis kuno.


Pertanyaan telah berputar-putar tentang latar belakang biologis dua mumi pria sejak ditemukan bersama di sebuah makam di dekat desa Rifeh pada tahun 1907. Makam berasal dari Dinasti ke-12 Mesir kuno antara tahun 1985 SM hingga 1773 SM. Prasasti peti mati menyebutkan seorang wanita, Khnum-Aa, sebagai ibu kedua pria tersebut.

Kedua mumi digambarkan sebagai putra gubernur lokal yang tidak disebutkan namanya. Tetap tidak jelas apakah prasasti tersebut merujuk pad…

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.

Moratorium Laut Internasional Untungkan Nelayan Pesisir

www.LaporanPenelitian.com - Larangan penangkapan ikan di laut lepas dapat meningkatkan hasil tangkapan global menjadi lebih adil.

Nenek Moyang Salamander Meregenerasi Anggota Badan

Penelitian ~ Nenek moyang salamander meregenerasi tungkai, fosil amfibi kuno menunjukkan tanda tangan mekanisme penggantian embel-embel sejauh era Permian.

Fosil Gua Misliya di Israel adalah Manusia Modern Tertua di Luar Afrika

Sebuah rahang mendorong keberangkatan manusia dari Afrika kembali pada waktunya dimana fosil ditemukan di gua Israel setidaknya berdating 177.000 tahun. Sebuah tulang di Israel saat manusia modern meninggalkan Afrika memberi pesan eksodus kuno dimulai lebih awal dari apa yang diteorikan selama ini.

Gua Misliya di Gunung Carmel di Israel menghasilkan rahang parsial Homo sapiens dengan perkiraan dating pada 177.000 hingga 194.000 tahun yang menunjukkan manusia modern bisa saja meninggalkan Afrika dan mencapai Timur Tengah sekitar 60.000 tahun lebih awal dari perkirakan sebelumnya.


Sampai sekarang fosil H. sapiens tertua yang diketahui di luar Afrika ditemukan di Gua Skhul dan Qafzeh di Israel berdating pada 90.000 dan 120.000 tahun, tetapi temuan baru mengisaratkan manusia meninggalkan Afrika sekitar 300.000 tahun lalu dan mencapai Timur Tengah lebih dari 200.000 tahun lalu

"Rahang Misliya memberikan bukti paling jelas nenek moyang kita pertama kali pindah dari Afrika jauh lebih aw…