Skip to main content

Bakteri Propionibacterium Mencegah Ketombe Secara Alami

Penelitian ~ Bakteri kulit kepala kunci menghilangkan ketombe. Ekosistem mikroba di kulit kepala menunjuk bakteri Propionibacterium membantu mencegah ketombe secara alami.

Lain kali jika menemukan ketombe di bahu Anda harus membeli yogurt daripada sampo. Bagi pemilik kulit kepala bersisik disarankan memelihara bakteri tertentu pada kulit untuk menjaga serpihan putih tidak mengunbar rahasia yang menyebalkan.

Para ilmuwan melaporkan temuan masalah ketombe yang belum pernah terjadi sebelumnya di kulit kepala bersisik dan ekosistem mikroba yang mendirikan rumah di kepala manusia makan menu mewah kulit mati dan sekresi berminyak disebut sebum.

Definisi kepala sehat dan berketombe adalah seberapa banyak jumlah serpihan kulit terlihat di rambut. Sekresi sebum meningkat selama tahun-tahun remaja yang memuncak pada usia 15 sampai 35 tahun kemudian menurun setelah menjadi orang tua.

Sebum adalah sumber makanan penting jamur dan bakteri. Laporan sebelumnya menyatakan kelompok jamur disebut Malassezia sebagai penyebab potensial ketombe. Ragi makan lemak dalam sebum dan menghasilkan asam oleat yang mengganggu kulit dan kulit kepala mengelupas.

Tapi Menghui Zhang Shanghai, mikrobiolog Jiao Tong University, pekan lalu melaporkan Malassezia ditemukan di kepala orang tanpa ketombe bahwa ada hal lain yang berpengaruh. Dua bakteri paling umum hidup di kulit yaitu Propionibacterium dan Staphylococcus.

Kulit kepala sehat tanpa ketombe memiliki kompoisi bakteri 71% Propionibacterium dengan 26% Staphylococcus, tapi kepala yang berketombe bergeser secara dramatis dengan 50% Propionibacterium dan 44% Staphylococcus.

"Kami menemukan bahwa keseimbangan mikro sangat penting. Menajemen bakteri kulit kepala dengan meningkatkan Propionibacterium dan menekan Staphylococcus menjadi solusi mengurangi ketombe," kata Zhang.

Produk sampo pro-Propionibacterium dan anti-Staphylococcus nampaknya potensial. Tapi jawaban lain mungkin terletak pada yogurt yang mengandung Propionibacterium. Pada tahun 2013 peneliti di AS mengembangkan yoghurt dicampur bug untuk melindungi kulit dari Staphylococcus aureus.

Jurnal : Zhijue Xu et al. Dandruff is associated with the conjoined interactions between host and microorganisms, Scientific Reports, 12 May 2016, DOI:10.1038/srep24877

Comments

Populer

DNA Memecahkan Misteri Bagaimana Mumi Terkait Satu Sama Lain

DNA memecahkan misteri bagaimana mumi-mumi terkait satu sama lain dimana sepasang mumi Mesir kuno yang dikenal lebih dari satu abad sebagai dua saudara sebenarnya adalah saudara tirinya. Kedua pria berpangkat tinggi tersebut memiliki seorang ibu, namun ayah yang berbeda.

Para arkeolog mengatakan sebuah jawaban tentang keluarga yang teredam dan terungkap berkat keberhasilan dua jenis DNA dari gigi mumi. Laporaan di Journal of Archaeological Science menyoroti pentingnya garis keturunan ibu dalam menganalisis orang-orang Mesis kuno.


Pertanyaan telah berputar-putar tentang latar belakang biologis dua mumi pria sejak ditemukan bersama di sebuah makam di dekat desa Rifeh pada tahun 1907. Makam berasal dari Dinasti ke-12 Mesir kuno antara tahun 1985 SM hingga 1773 SM. Prasasti peti mati menyebutkan seorang wanita, Khnum-Aa, sebagai ibu kedua pria tersebut.

Kedua mumi digambarkan sebagai putra gubernur lokal yang tidak disebutkan namanya. Tetap tidak jelas apakah prasasti tersebut merujuk pad…

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.

Moratorium Laut Internasional Untungkan Nelayan Pesisir

www.LaporanPenelitian.com - Larangan penangkapan ikan di laut lepas dapat meningkatkan hasil tangkapan global menjadi lebih adil.

Nenek Moyang Salamander Meregenerasi Anggota Badan

Penelitian ~ Nenek moyang salamander meregenerasi tungkai, fosil amfibi kuno menunjukkan tanda tangan mekanisme penggantian embel-embel sejauh era Permian.

Fosil Gua Misliya di Israel adalah Manusia Modern Tertua di Luar Afrika

Sebuah rahang mendorong keberangkatan manusia dari Afrika kembali pada waktunya dimana fosil ditemukan di gua Israel setidaknya berdating 177.000 tahun. Sebuah tulang di Israel saat manusia modern meninggalkan Afrika memberi pesan eksodus kuno dimulai lebih awal dari apa yang diteorikan selama ini.

Gua Misliya di Gunung Carmel di Israel menghasilkan rahang parsial Homo sapiens dengan perkiraan dating pada 177.000 hingga 194.000 tahun yang menunjukkan manusia modern bisa saja meninggalkan Afrika dan mencapai Timur Tengah sekitar 60.000 tahun lebih awal dari perkirakan sebelumnya.


Sampai sekarang fosil H. sapiens tertua yang diketahui di luar Afrika ditemukan di Gua Skhul dan Qafzeh di Israel berdating pada 90.000 dan 120.000 tahun, tetapi temuan baru mengisaratkan manusia meninggalkan Afrika sekitar 300.000 tahun lalu dan mencapai Timur Tengah lebih dari 200.000 tahun lalu

"Rahang Misliya memberikan bukti paling jelas nenek moyang kita pertama kali pindah dari Afrika jauh lebih aw…