Skip to main content

Kapak Batu Tertua Dating 49 Ribu Tahun Ditemukan di Gua Australia

Penelitian ~ Kapak tertua ditemukan di Australia. Poin kecil senjata batu di gua dating 49.000 tahun lalu memukul teori bahwa Eropa tempat kelahiran teknologi.

Orang kuno mengembangkan alat kompleks tidak lama setelah menginjakkan kaki di Australia. Fragmen yang digali dari sebuah gua di taman nasional Windjana Gorge di wilayah Kimberley Australia Barat menunjuk ujung tombak memiliki pegangan yang digunakan antara 46.000 dan 49.000 tahun lalu.

Perkiraan kalender manusia memasuki Australia berkisar antara 50.000 sampai 55.000 tahun lalu mengusik pra-tanggal kapak lain yang ditemukan di Arnhem Land dating 35.000 tahun dan independen temuan kapak di Jepang yang bertanggal 38.000 tahun lalu.

Alat batu diasah sederhana telah digunakan bahkan spesies lain dari manusia modern jutaan tahun lalu, tapi tidak sampai periode terebut bahwa alat kompleks yang dikombinasikan batu dan kayu tampaknya telah dibuat lebih tua. Fakta temuan hanya sebuah fragmen bukanlah masalah.


"Ini bukti paling awal sumbu hafted di dunia. Tidak ada di tempat lain Anda mendapatkan sumbu pada tanggal ini," kata Sue O'Connor, arkeolog Australian National University di Canberra.

"Di Jepang sumbu seperti muncul sekitar 35.000 tahun yang lalu. Tapi di sebagian besar situs di dunia tiba menjelang fajar pertanian 10.000 tahun lalu," kata O'Connor.

Para ilmuwan menduga senjata mungkin diciptakan di Australia karena tidak ada bukti alat serupa di Asia Tenggara dari mana migran datang. Novel menambah berat badan lebih lanjut untuk teori bahwa manusia menjelajah dunia bukan karena diberkahi keterampilan, tapi karena mereka bisa berinovasi.

Jurnal : Peter Hiscock et al. World’s earliest ground-edge axe production coincides with human colonisation of Australia, Australian Archaeology, 09 May 2016, DOI:10.1080/03122417.2016.1164379

Comments

Populer

DNA Memecahkan Misteri Bagaimana Mumi Terkait Satu Sama Lain

DNA memecahkan misteri bagaimana mumi-mumi terkait satu sama lain dimana sepasang mumi Mesir kuno yang dikenal lebih dari satu abad sebagai dua saudara sebenarnya adalah saudara tirinya. Kedua pria berpangkat tinggi tersebut memiliki seorang ibu, namun ayah yang berbeda.

Para arkeolog mengatakan sebuah jawaban tentang keluarga yang teredam dan terungkap berkat keberhasilan dua jenis DNA dari gigi mumi. Laporaan di Journal of Archaeological Science menyoroti pentingnya garis keturunan ibu dalam menganalisis orang-orang Mesis kuno.


Pertanyaan telah berputar-putar tentang latar belakang biologis dua mumi pria sejak ditemukan bersama di sebuah makam di dekat desa Rifeh pada tahun 1907. Makam berasal dari Dinasti ke-12 Mesir kuno antara tahun 1985 SM hingga 1773 SM. Prasasti peti mati menyebutkan seorang wanita, Khnum-Aa, sebagai ibu kedua pria tersebut.

Kedua mumi digambarkan sebagai putra gubernur lokal yang tidak disebutkan namanya. Tetap tidak jelas apakah prasasti tersebut merujuk pad…

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.

Moratorium Laut Internasional Untungkan Nelayan Pesisir

www.LaporanPenelitian.com - Larangan penangkapan ikan di laut lepas dapat meningkatkan hasil tangkapan global menjadi lebih adil.

Fosil Gua Misliya di Israel adalah Manusia Modern Tertua di Luar Afrika

Sebuah rahang mendorong keberangkatan manusia dari Afrika kembali pada waktunya dimana fosil ditemukan di gua Israel setidaknya berdating 177.000 tahun. Sebuah tulang di Israel saat manusia modern meninggalkan Afrika memberi pesan eksodus kuno dimulai lebih awal dari apa yang diteorikan selama ini.

Gua Misliya di Gunung Carmel di Israel menghasilkan rahang parsial Homo sapiens dengan perkiraan dating pada 177.000 hingga 194.000 tahun yang menunjukkan manusia modern bisa saja meninggalkan Afrika dan mencapai Timur Tengah sekitar 60.000 tahun lebih awal dari perkirakan sebelumnya.


Sampai sekarang fosil H. sapiens tertua yang diketahui di luar Afrika ditemukan di Gua Skhul dan Qafzeh di Israel berdating pada 90.000 dan 120.000 tahun, tetapi temuan baru mengisaratkan manusia meninggalkan Afrika sekitar 300.000 tahun lalu dan mencapai Timur Tengah lebih dari 200.000 tahun lalu

"Rahang Misliya memberikan bukti paling jelas nenek moyang kita pertama kali pindah dari Afrika jauh lebih aw…

Nenek Moyang Salamander Meregenerasi Anggota Badan

Penelitian ~ Nenek moyang salamander meregenerasi tungkai, fosil amfibi kuno menunjukkan tanda tangan mekanisme penggantian embel-embel sejauh era Permian.