Skip to main content

Biofisika Display Warna Bulu Burung Merak Pavo cristatus Pikat Betina

Penelitian ~ Merak mengguncang bulu ekornya. Display biomekanik berjam-jam memikat perempuan terungkap. Fisika Merak Pavo cristatus menguncang penggemar.

Unggas flamboyan selama musim kawin menaikkan warna-warni ke atas panggung sebagai biduan mempertontonkan tubuh mewah dengan mengocok sayap selama berjam-jam untuk membuat penggemar wanita tergetar.

Perilaku pacaran burung merak terkenal dan para ilmuwan berteori bahwa betina hanya menyukai laki-laki dengan kereta bulu panjang dan eyespots labih berwarna terang ketika gemetar menghasilkan visual yang sebelumnya tidak peduli untuk menyelidiki.

P. cristatus liar beraksi di depan kamera video berkecepatan tinggi sebagai data yang dianalisis di laboratorium bahwa gemeretak harfiah mengguncang tempo pendek sebagaimana bulu ekor kaku mekar dan bergetar pada frekuensi rata-rata 25,6 hertz.

Para ilmuwan pekan ini melaporkan dasar-dasar biomekanika acara meliuk yang dikenal sebagai berderak juga meneliti langkah burung merak yang terkait disebut menggigil yaitu reshuffle bulu mirip dengan sisir rambut dandy yang terjadi sebelum wanita tiba.

"Ini tidak hanya indah," kata Suzanne Kane, fisikawan Haverford College.

Meskipun para ilmuwan telah melihat dari burung ke burung, merak individu cenderung menggetarkan bulu pada frekuensi yang konsisten. Rentang frekuensi menghasilkan gemerisik suara keras sebagai bagian pertunjukan untuk mempesona penonton.


Laki-laki bergetar pada frekuensi lebih tinggi dibandingkan yang lain karena menggigil terlibat dari getaran bulu rendah frekuensi daripada berderak meskipun eyespots tetap masih kecil. Penelitian sebelumnya menunjuk laki-laki dengan warna eyespots memiliki permainan lebih baik.

Frekuensi tinggi berayun-ayun mungkin indikasi kesehatan atau kekuatan otot seorang laki-laki, tapi bagaimana wanita memandang total paket pertunjukan masih harus dipelajari seperti seorang wanita yang melihat pujaan untuk pertama kali sebelum jatuh cinta.

"Setelah menghabiskan ratusan jam menonton, Anda tidak bisa tidak bertanya-tanya bagaimana gerakan cepat mempengaruhi dinamika warna yang mengisi bidang pandang," kata Roslyn Dakin, zoolog University of British Columbia di Vancouver.

Ini bukan pertama kalinya fisikawan terpesona burung merak. Pada abad ke-17 Isaac Newton berpikir warna warni adalah hasil dari fenomena yang sama penyebab pergseran warna serupa dalam gelembung sabun dan minyak di atas genangan air.

Teori seleksi seksual spesies kembali pada abad ke-19 ketika Charles Darwin mengamati bahwa burung-burung merak dan mainan pena bulu surgawi bersama-sama getaran tampaknya berfungsi tidak hanya untuk membuat kebisingan tapi juga menambah keindahan bulu.



Robert Hooke adalah orang pertama memeriksa fitur merak di bawah mikroskop dan mencatat struktur bagaimana fungsi bulu individu secara keseluruhan ketika mata penonton berdiri diam menyaksikan gerakan tubuh berderak dan menggigil cepat.

Para biolog berspekulasi merak perempuan mungkin suka frekuensi lebih tinggi karena mendapatkan keuntungan dari kawin dengan laki-laki kuat meskipun tidak selalu menghalangi seleksi alam dari laki-laki yang dapat memberikan kesan kuat tapi ternyata pembual.

Hari ini teknologi modern mencitrakan bulu menggunakan scan mikroskop elektron untuk melihat lebih dekat struktur sangat rinci yang mengungkap eyespots sedikit berbeda dari bulu lainnya di bagian ekor bahwa benang mikro terkunci begitu erat bersama-sama.

"Seleksi visual lebih efisien, laki-laki diuntungkan dan perempuan memilih. Keduanya tidak eksklusif," kata Dakin.

Jurnal : Roslyn Dakin et al. Biomechanics of the Peacock’s Display: How Feather Structure and Resonance Influence Multimodal Signaling, PLoS ONE, April 27, 2016, DOI:10.1371/journal.pone.0152759

Comments

Populer

DNA Memecahkan Misteri Bagaimana Mumi Terkait Satu Sama Lain

DNA memecahkan misteri bagaimana mumi-mumi terkait satu sama lain dimana sepasang mumi Mesir kuno yang dikenal lebih dari satu abad sebagai dua saudara sebenarnya adalah saudara tirinya. Kedua pria berpangkat tinggi tersebut memiliki seorang ibu, namun ayah yang berbeda.

Para arkeolog mengatakan sebuah jawaban tentang keluarga yang teredam dan terungkap berkat keberhasilan dua jenis DNA dari gigi mumi. Laporaan di Journal of Archaeological Science menyoroti pentingnya garis keturunan ibu dalam menganalisis orang-orang Mesis kuno.


Pertanyaan telah berputar-putar tentang latar belakang biologis dua mumi pria sejak ditemukan bersama di sebuah makam di dekat desa Rifeh pada tahun 1907. Makam berasal dari Dinasti ke-12 Mesir kuno antara tahun 1985 SM hingga 1773 SM. Prasasti peti mati menyebutkan seorang wanita, Khnum-Aa, sebagai ibu kedua pria tersebut.

Kedua mumi digambarkan sebagai putra gubernur lokal yang tidak disebutkan namanya. Tetap tidak jelas apakah prasasti tersebut merujuk pad…

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.

Moratorium Laut Internasional Untungkan Nelayan Pesisir

www.LaporanPenelitian.com - Larangan penangkapan ikan di laut lepas dapat meningkatkan hasil tangkapan global menjadi lebih adil.

Fosil Gua Misliya di Israel adalah Manusia Modern Tertua di Luar Afrika

Sebuah rahang mendorong keberangkatan manusia dari Afrika kembali pada waktunya dimana fosil ditemukan di gua Israel setidaknya berdating 177.000 tahun. Sebuah tulang di Israel saat manusia modern meninggalkan Afrika memberi pesan eksodus kuno dimulai lebih awal dari apa yang diteorikan selama ini.

Gua Misliya di Gunung Carmel di Israel menghasilkan rahang parsial Homo sapiens dengan perkiraan dating pada 177.000 hingga 194.000 tahun yang menunjukkan manusia modern bisa saja meninggalkan Afrika dan mencapai Timur Tengah sekitar 60.000 tahun lebih awal dari perkirakan sebelumnya.


Sampai sekarang fosil H. sapiens tertua yang diketahui di luar Afrika ditemukan di Gua Skhul dan Qafzeh di Israel berdating pada 90.000 dan 120.000 tahun, tetapi temuan baru mengisaratkan manusia meninggalkan Afrika sekitar 300.000 tahun lalu dan mencapai Timur Tengah lebih dari 200.000 tahun lalu

"Rahang Misliya memberikan bukti paling jelas nenek moyang kita pertama kali pindah dari Afrika jauh lebih aw…

Nenek Moyang Salamander Meregenerasi Anggota Badan

Penelitian ~ Nenek moyang salamander meregenerasi tungkai, fosil amfibi kuno menunjukkan tanda tangan mekanisme penggantian embel-embel sejauh era Permian.