Skip to main content

Model Matematika Menunjuk Revolusi Afrika Utara dan Timur Tengah

Penelitian ~ Model komputasi dan statistik menjelaskan mengapa revolusi berubah kerusuhan dan periode panjang ketidakstabilan di Afrika Utara dan Timur Tengah.

Sebuah revolusi politik dan kekerasan sangat akrab di mana mobilisasi massa dan upaya agen revolusioner bersenjata menggulingkan pemerintah pusat dan pasukan setianya memiliki multiplisitas bahwa pemberontakan politik menimbulkan hasil sangat berbda.

Heterogenitas memprediksi model yang dapat dipahami dari pengalaman terbaru Arab Spring yang melibatkan beberapa pemberontakan muncul dengan cara-cara yang tampaknya sama, tetapi menghasilkan situasi politik yang sama sekali berbeda.

Revolusi berakhir dengan hasil sama sekali berbeda mulai dari penggulingan sukses pemerintah Tunisia, represi absolut di Bahrain dan Arab Saudi, anarki permanen di Libya dan Suriah seiring waktu organisasi oposisi yang turut bermain diujung revolusi gagal dan berakhir pemberontakan.

Alessandro Moro, ekonom Ca’ Foscari University di Venice, pekan lalu menunjukkan dengan mudah bagaimana sebuah revolusi mendapatkan hasil berbeda dengan asumsi dan instrumen berbeda yang sangat jarang mendapatkan varietas menjadi sebuah model yang unik.

Model yang menghasilkan keragaman hasil dan menunjuk bagaimana ketidakstabilan politik dapat dianalisis menggunakan alat biasa dalam ilmu-ilmu sosial dan ekonomi bahkan simulasi matematika berbasis agen. Tiga hasil sangat berbeda dapat diidentifikasi dengan menerapkan model.



Pertama, sebuah revolusi sukses di mana semua pemegang wewenang di pemerintahan dikeluarkan dengan tertib oleh kaum revolusioner yang berhasil menggulingkan rezim lama dan mengganti dengan pemerintahan baru seperti yang terjadi di Tunisia.

Kedua, sebuah revolusi gagal berujung pemberontakan yang diikuti periode panjang anarkisme di Libya dan Suriah. Ketiga, sebuah upaya dipadamkan secara brutal diikuti dengan pemulihan cepat kembali ke situasi "normalitas" seperti di Bahrain dan Arab Saudi.

Negara-negara yang sama dalam hal sistem kelembagaan dan sistem politik tidak hanya memiliki sumbu api berbeda yang ditujukan pada pematik waktu berbeda, tetapi juga dalam beberapa kasus menjadi sangat kebal terhadap episode kekerasan panjang.

Sementara tidak dapat memprediksi dengan pasti apakah sebuah gerakan berubah menjadi revolusi besar-besaran, simulasi menunjukkan organisasi oposisi yang terlibat mendukung gerakan rakyat memiliki kepentingan besar dalam menentukan hasil akhir.

Jika kaum revolusioner mengintervensi terlalu dini pada kenyataannya mengekspos diri dalam bidikan pasukan pemerintah, tetapi jika menunggu terlalu lama revolusi mungkin tidak terjadi sama sekali bahwa ketepatan waktu adalah kompromi antara dua ekstrem.

Jurnal : Alessandro Moro. Understanding the Dynamics of Violent Political Revolutions in an Agent-Based Framework, PLoS ONE, April 22, 2016, DOI:10.1371/journal.pone.0154175

Comments

Populer

DNA Memecahkan Misteri Bagaimana Mumi Terkait Satu Sama Lain

DNA memecahkan misteri bagaimana mumi-mumi terkait satu sama lain dimana sepasang mumi Mesir kuno yang dikenal lebih dari satu abad sebagai dua saudara sebenarnya adalah saudara tirinya. Kedua pria berpangkat tinggi tersebut memiliki seorang ibu, namun ayah yang berbeda.

Para arkeolog mengatakan sebuah jawaban tentang keluarga yang teredam dan terungkap berkat keberhasilan dua jenis DNA dari gigi mumi. Laporaan di Journal of Archaeological Science menyoroti pentingnya garis keturunan ibu dalam menganalisis orang-orang Mesis kuno.


Pertanyaan telah berputar-putar tentang latar belakang biologis dua mumi pria sejak ditemukan bersama di sebuah makam di dekat desa Rifeh pada tahun 1907. Makam berasal dari Dinasti ke-12 Mesir kuno antara tahun 1985 SM hingga 1773 SM. Prasasti peti mati menyebutkan seorang wanita, Khnum-Aa, sebagai ibu kedua pria tersebut.

Kedua mumi digambarkan sebagai putra gubernur lokal yang tidak disebutkan namanya. Tetap tidak jelas apakah prasasti tersebut merujuk pad…

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.

Moratorium Laut Internasional Untungkan Nelayan Pesisir

www.LaporanPenelitian.com - Larangan penangkapan ikan di laut lepas dapat meningkatkan hasil tangkapan global menjadi lebih adil.

Fosil Gua Misliya di Israel adalah Manusia Modern Tertua di Luar Afrika

Sebuah rahang mendorong keberangkatan manusia dari Afrika kembali pada waktunya dimana fosil ditemukan di gua Israel setidaknya berdating 177.000 tahun. Sebuah tulang di Israel saat manusia modern meninggalkan Afrika memberi pesan eksodus kuno dimulai lebih awal dari apa yang diteorikan selama ini.

Gua Misliya di Gunung Carmel di Israel menghasilkan rahang parsial Homo sapiens dengan perkiraan dating pada 177.000 hingga 194.000 tahun yang menunjukkan manusia modern bisa saja meninggalkan Afrika dan mencapai Timur Tengah sekitar 60.000 tahun lebih awal dari perkirakan sebelumnya.


Sampai sekarang fosil H. sapiens tertua yang diketahui di luar Afrika ditemukan di Gua Skhul dan Qafzeh di Israel berdating pada 90.000 dan 120.000 tahun, tetapi temuan baru mengisaratkan manusia meninggalkan Afrika sekitar 300.000 tahun lalu dan mencapai Timur Tengah lebih dari 200.000 tahun lalu

"Rahang Misliya memberikan bukti paling jelas nenek moyang kita pertama kali pindah dari Afrika jauh lebih aw…

Nenek Moyang Salamander Meregenerasi Anggota Badan

Penelitian ~ Nenek moyang salamander meregenerasi tungkai, fosil amfibi kuno menunjukkan tanda tangan mekanisme penggantian embel-embel sejauh era Permian.