Skip to main content

e-Kulit, Tato Smartwatch Kulit Elektronik Menyala Display Digital

Penelitian ~ e-Skin cara baru melukis cahaya ke tubuh dengan sebuah film ultra-tipis menampung LED fungsional, fleksibel, kedap air menjadi kulit bersinar pertama kalinya.

Satu langkah lebih dekat masa depan gemerlap yang dibayangkan ketika Anda menjadi kakek-nenek dengan menyalakan teknologi kulit elektronik sebagai layar cahaya sehingga konsumen berhemat perangkat elektronik sebagai teknologi efisien masa depan.

Penampang tipis dan fleksibel adalah bagian generasi baru elektronik dipakai mulai dari fitbits besar, smartwatches ultra-tipis hingga elektronik lainnya yang sampai hari biasanya tidak fleksibel. Tapi para ilmuwan pekan lalu melaporkan langkah bahkan lebih ringan dan fungsional.

"Munculnya ponsel telah mengubah cara kita berkomunikasi. Sementara alat komunikasi semakin kecil, perangkat masih diskrit bahwa kita harus datang dengan cara baru," kata Takao Someya, insinyur University of Tokyo.

e-Kulit dapat melakukan fungsi yang sama seperti perangkat genggam dan ditambah kemampuan untuk mengukur stres atau emosi users. Dalam visinya, e-kulit bisa mengubah komunikasi tanpa harus membawa perangkat setiap saat karena menyatu dengan tubuh.


"Ini meningkatkan cara kita berinteraksi dengan orang-orang di sekitar kita atau menambahkan dimensi baru bagaimana kita berkomunikasi," kata Someya.

Kulit elektronik ultra tipis, ultra fleksibel dan terbuat dari lapisan oxynitrite silikon dan parylene yang menyelimuti perangkat setebal 3 milimeter disebut Polymer Light Emitting Diodes (PLEDs) dan Organik photodetectors (OPDS) untuk melindungi dari dari kerusakan udara dan air.

Setiap fungsi diode kecil sebagai pixel tunggal. Ketika beberapa dioda menyala bersama-sama menciptakan tampilan yang dapat mencakup angka atau gambar. Para peneliti mengatakan film PLED juga menghasilkan lebih sedikit panas dan konsumsi daya sangat sedikit.

Komunitas medis telah lama menunggu teknologi yang mudah bergerak dan melentur dengan tubuh. Para pengembang e-kulit membayangkan jumlah penggunaan tak terhingga perangkat tertanam dalam film kulit seperti aplikasi pengukuran denyut nadi atau tingkat oksigen dalam aliran darah.



Para ilmuwan sebelumnya mengembangkan kulit elektronik bisa merasakan tekstur, panas dan mendengar suara. Tapi kulit baru dengan lapisan organik dan anorganik menjaga kelembaban disebut "pasivasi lapisan" untuk segel unsur-unsur korosif.

"Dunia memiliki display yang dapat mematuhi tubuh kita dan bahkan menunjukkan emosi atau tingkat stres atau kegelisahan kita," kata Someya.

Jurnal : Tomoyuki Yokota et al. Ultraflexible organic photonic skin, Science Advances, 15 Apr 2016, DOI:10.1126/sciadv.1501856

Comments

Populer

DNA Memecahkan Misteri Bagaimana Mumi Terkait Satu Sama Lain

DNA memecahkan misteri bagaimana mumi-mumi terkait satu sama lain dimana sepasang mumi Mesir kuno yang dikenal lebih dari satu abad sebagai dua saudara sebenarnya adalah saudara tirinya. Kedua pria berpangkat tinggi tersebut memiliki seorang ibu, namun ayah yang berbeda.

Para arkeolog mengatakan sebuah jawaban tentang keluarga yang teredam dan terungkap berkat keberhasilan dua jenis DNA dari gigi mumi. Laporaan di Journal of Archaeological Science menyoroti pentingnya garis keturunan ibu dalam menganalisis orang-orang Mesis kuno.


Pertanyaan telah berputar-putar tentang latar belakang biologis dua mumi pria sejak ditemukan bersama di sebuah makam di dekat desa Rifeh pada tahun 1907. Makam berasal dari Dinasti ke-12 Mesir kuno antara tahun 1985 SM hingga 1773 SM. Prasasti peti mati menyebutkan seorang wanita, Khnum-Aa, sebagai ibu kedua pria tersebut.

Kedua mumi digambarkan sebagai putra gubernur lokal yang tidak disebutkan namanya. Tetap tidak jelas apakah prasasti tersebut merujuk pad…

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.

Nenek Moyang Salamander Meregenerasi Anggota Badan

Penelitian ~ Nenek moyang salamander meregenerasi tungkai, fosil amfibi kuno menunjukkan tanda tangan mekanisme penggantian embel-embel sejauh era Permian.

Fosil Gua Misliya di Israel adalah Manusia Modern Tertua di Luar Afrika

Sebuah rahang mendorong keberangkatan manusia dari Afrika kembali pada waktunya dimana fosil ditemukan di gua Israel setidaknya berdating 177.000 tahun. Sebuah tulang di Israel saat manusia modern meninggalkan Afrika memberi pesan eksodus kuno dimulai lebih awal dari apa yang diteorikan selama ini.

Gua Misliya di Gunung Carmel di Israel menghasilkan rahang parsial Homo sapiens dengan perkiraan dating pada 177.000 hingga 194.000 tahun yang menunjukkan manusia modern bisa saja meninggalkan Afrika dan mencapai Timur Tengah sekitar 60.000 tahun lebih awal dari perkirakan sebelumnya.


Sampai sekarang fosil H. sapiens tertua yang diketahui di luar Afrika ditemukan di Gua Skhul dan Qafzeh di Israel berdating pada 90.000 dan 120.000 tahun, tetapi temuan baru mengisaratkan manusia meninggalkan Afrika sekitar 300.000 tahun lalu dan mencapai Timur Tengah lebih dari 200.000 tahun lalu

"Rahang Misliya memberikan bukti paling jelas nenek moyang kita pertama kali pindah dari Afrika jauh lebih aw…

Leucoraja erinacea Mengungkap Evolusi Kaki 420 Juta Tahun Lalu

Sirkuit saraf untuk berjalan jauh mungkin telah berevolusi pada ikan purba sejak 420 juta tahun lalu. Sirip Leucoraja erinacea dibangun untuk berjalan dan itulah yang dilakukan ikan berkat konstruksi kabel yang berevolusi jauh sebelum vertebrata air menginjakkan kaki di darat.

Lengan kecil menggunakan dua sirip seperti kaki di bagian bawah untuk bergerak di sepanjang dasar laut. Langkah kiri dan kanan didukung oleh otot yang meregang dan memanjang dimana pergerakan terlihat sangat mirip dengan banyak hewan darat. Karya pertama adalah melihat asal mula sirkuit saraf yang dibutuhkan untuk berjalan.


Para ilmuwan menggunakan tes genetik dan melaporkan temuan ke Cell untuk menunjukkan mengapa kaki kecil di air dan vertebrata darat berbagi blueprint genetik yang sama untuk pengembangan sel saraf yang dibutuhkan untuk gerakan anggota badan sebagai sejarah alam yang sangat penting.

"Neuron penting bagi kita untuk berjalan berawal dari spesies ikan purba," kata Jeremy Dasen, neurosie…