Skip to main content

Variasi 18 gen Terkait Mekanisme Rambut, Alis dan Jenggot Manusia

Penelitian ~ Link genetik pertama untuk rambut uban, alis dan ketebalan jenggot. Dasar variasi genetik diungkap 18 gen baru terkait dengan ciri-ciri rambut manusia.

Meskipun Anda menghabiskan sebotol pewarna rambut agar mencolok dari pesaing dan lebih berwarna serta norak dari kerajaan hewan, manusia masih menampilkan jumlah luar biasa keanekaragaman ketika datang rambut di kepala.

Lebat dan hitam, berbulu halus dan pirang, keriting dan merah adalah rambut manusia dalam berbagai bentuk dan warna. Pemahaman variabilitas rambut tidak hanya menarik untuk terapi kulit, tapi juga perspektif studi evolusi dan kosmetik.

Rambut penanda status sosial di banyak budaya, kesehatan dan kesuburan serta regulasi suhu tubuh. Manusia sangat khas di antara sepupu primata lain dengan rambut kepala sangat lebat dan panjang. Jumlah rambut yang tumbuh di tubuh juga sangat bervariasi.

Meskipun literatur telah lama mangatakan perlambatan produksi melanin perlu disalahkan terkait pigmentasi warna rambut memutih atau beruban, tidak ada yang tahu kapan proses dimulai atau bagaimana mekanisme bervariasi di antara populasi.


Sekarang sebuah laporan menganalisis genom lebih dari 6000 orang dari Amerika Selatan mengidentifikasi 18 gen yang muncul mempengaruhi sifat rambut termasuk yang pertama kali untuk mengkorelasikan dengan rambut beruban.

Temuan pertama lainnya termasuk gen yang terkait dengan unibrows, ketebalan alis, alis menyatu dan ketebalan jenggot berjumbai. Berbagai latar belakang populasi termasuk Afrika, Eropa dan penduduk asli keturunan Amerika.

Jurnal : Kaustubh Adhikari et al. A genome-wide association scan in admixed Latin Americans identifies loci influencing facial and scalp hair features, Nature Communications, 01 March 2016, DOI:10.1038/ncomms10815

Comments

Populer

DNA Memecahkan Misteri Bagaimana Mumi Terkait Satu Sama Lain

DNA memecahkan misteri bagaimana mumi-mumi terkait satu sama lain dimana sepasang mumi Mesir kuno yang dikenal lebih dari satu abad sebagai dua saudara sebenarnya adalah saudara tirinya. Kedua pria berpangkat tinggi tersebut memiliki seorang ibu, namun ayah yang berbeda.

Para arkeolog mengatakan sebuah jawaban tentang keluarga yang teredam dan terungkap berkat keberhasilan dua jenis DNA dari gigi mumi. Laporaan di Journal of Archaeological Science menyoroti pentingnya garis keturunan ibu dalam menganalisis orang-orang Mesis kuno.


Pertanyaan telah berputar-putar tentang latar belakang biologis dua mumi pria sejak ditemukan bersama di sebuah makam di dekat desa Rifeh pada tahun 1907. Makam berasal dari Dinasti ke-12 Mesir kuno antara tahun 1985 SM hingga 1773 SM. Prasasti peti mati menyebutkan seorang wanita, Khnum-Aa, sebagai ibu kedua pria tersebut.

Kedua mumi digambarkan sebagai putra gubernur lokal yang tidak disebutkan namanya. Tetap tidak jelas apakah prasasti tersebut merujuk pad…

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.

Moratorium Laut Internasional Untungkan Nelayan Pesisir

www.LaporanPenelitian.com - Larangan penangkapan ikan di laut lepas dapat meningkatkan hasil tangkapan global menjadi lebih adil.

Nenek Moyang Salamander Meregenerasi Anggota Badan

Penelitian ~ Nenek moyang salamander meregenerasi tungkai, fosil amfibi kuno menunjukkan tanda tangan mekanisme penggantian embel-embel sejauh era Permian.

Fosil Gua Misliya di Israel adalah Manusia Modern Tertua di Luar Afrika

Sebuah rahang mendorong keberangkatan manusia dari Afrika kembali pada waktunya dimana fosil ditemukan di gua Israel setidaknya berdating 177.000 tahun. Sebuah tulang di Israel saat manusia modern meninggalkan Afrika memberi pesan eksodus kuno dimulai lebih awal dari apa yang diteorikan selama ini.

Gua Misliya di Gunung Carmel di Israel menghasilkan rahang parsial Homo sapiens dengan perkiraan dating pada 177.000 hingga 194.000 tahun yang menunjukkan manusia modern bisa saja meninggalkan Afrika dan mencapai Timur Tengah sekitar 60.000 tahun lebih awal dari perkirakan sebelumnya.


Sampai sekarang fosil H. sapiens tertua yang diketahui di luar Afrika ditemukan di Gua Skhul dan Qafzeh di Israel berdating pada 90.000 dan 120.000 tahun, tetapi temuan baru mengisaratkan manusia meninggalkan Afrika sekitar 300.000 tahun lalu dan mencapai Timur Tengah lebih dari 200.000 tahun lalu

"Rahang Misliya memberikan bukti paling jelas nenek moyang kita pertama kali pindah dari Afrika jauh lebih aw…