Skip to main content

Genom Melanesia Membawa 1,9 Hingga 3,4 persen DNA Denisovan

Penelitian ~ Kepulauan Pasifik mendapat akun ganda DNA Zaman Batu. Hanya genom Melanesian yang dikenal mewarisi DNA substansial dari Neanderthal dan Denisovan sekaligus.

Genom manusia di pulau-pulau Pasifik yang mencakup Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Fiji, Vanuatu dan Kaledonia Baru membawa warisan DNA nuklir kuno tumpang tindih dengan hominin punah Homo neanderthalensis dan Denisovan.

DNA hominin Denisova ditemukan dalam genom Melanesia modern menyatakan bahwa Pasifik islander berbagi fragmen kode genetik dengan dua spesies manusia awal sekaligus yaitu Denisovan yang jasadnya ditemukan di Siberia dan Neanderthal yang pertama kali ditemukan di Eropa.

Melanesia hari ini membawa warisan genetik dua arah sekaligus dari perkawinan kuno yang terlibat dalam fungsi biologi mencakup metabolisme dan kekebalan yang cukup penting mempengaruhi keberhasilan evolusi manusia purba yang sudah punah.

Sementara survei sebelumnya mendokumentasikan bahwa orang non-Afrika termasuk Melanesia membawa rata-rata 1,5 hingga 4 persen DNA Neanderthal, Melanesia juga mendapatkan DNA hominin sepupu misterius Denisovan sebesar 1,9 hingga 3,4 persen.

Para ilmuwan pekan ini melaporkan analisis DNA dari 35 Melanesian modern di 11 lokasi Kepulauan Bismarck dan fosil fragmentaris tulang jari seorang wanita dating 50.000 tahun yang ditemukan di gua Siberia untuk mencari tanda tangan perkawinan kuno dalam genom.

"Hibridisasi leluhur kuno dengan beberapa salinan gen menguntungkan cukup membantu untuk bertahan hidup dan bereproduksi sehingga tersebar di seluruh dunia," kata Joshua M. Akey, genomikawan University of Washington di Seattle.

Sekuen DNA Neanderthal dan Denisovan yang diwariskan mencakup beberapa gen terkait metabolisme yang mempengaruhi hormon peningkatan kadar glukosa darah, sistem kekebalan tubuh dan kerusakan kimia lipid.

Tidak ada tanda-tanda DNA Neandertal atau Denisovan yang terlibat dalam perkembangan otak Melanesia yang berarti genetika otak terkait apakah lebih baik atau lebih buruk tampaknya proses murni di sepanjang jalur evolusi manusia.

Sampai hari ini sejarah evolusi Denisovan masih kurang dipahami. Perbandingan DNA sebelumnya menyatakan Denisovan harus sudah mencapai Wallace Line sebagai nenek moyang yang membesarkan Melanesia.

Perkawinan Homo sapiens dengan Denisovan mungkin hanya terjadi sekali, tapi pertukaran genetik dengan Neanderthal setidaknya 3 kali. Perkiraan berasal dari perbandingan sekuen DNA individu dengan manusia modern di berbagai belahan dunia.

Lebih dari 100.000 tahun lalu H. sapiens keluar dari Afrika menuju Eurasia bukan manusia pertama yang melakukan perjalanan. Spesies manusia lain sudah tersebar di seluruh Eurasia. Kelompok-kelompok berbeda bertemu dan kawin meninggalkan jejak dalam genom manusia hari ini.

Karena sekuen kuno muncul begitu sering dalam genom manusia modern, mungkin memiliki sifat menguntungkan sehingga terpilih sebagaimana H. sapiens beradaptasi dengan lingkungan baru. Seleksi alam adalah mempertahankan untung dan menghapus rugi.

"Cara efisien beradaptasi dengan kondisi lingkungan setempat cukup mengambil gen yan sudah jadi daripada menunggu munculnya mutasi baru. Jika Anda ingin membedakan manusia modern dari manusia kuno maka area ini terlihat," kata Akey.

"Genetika memberi kemampuan untuk melihat kembali ke masa lalu. Dunia hari ini cukup berbeda dari 50.000 tahun lalu. Hari ini hanya Anda yang mengisi dunia. Tapi ada campuran cukup menarik dari manusia lama," kata Akey.

Jurnal : Benjamin Vernot et al. Excavating Neandertal and Denisovan DNA from the genomes of Melanesian individuals, Science, 17 Mar 2016, DOI:10.1126/science.aad9416

Comments

Populer

DNA Memecahkan Misteri Bagaimana Mumi Terkait Satu Sama Lain

DNA memecahkan misteri bagaimana mumi-mumi terkait satu sama lain dimana sepasang mumi Mesir kuno yang dikenal lebih dari satu abad sebagai dua saudara sebenarnya adalah saudara tirinya. Kedua pria berpangkat tinggi tersebut memiliki seorang ibu, namun ayah yang berbeda.

Para arkeolog mengatakan sebuah jawaban tentang keluarga yang teredam dan terungkap berkat keberhasilan dua jenis DNA dari gigi mumi. Laporaan di Journal of Archaeological Science menyoroti pentingnya garis keturunan ibu dalam menganalisis orang-orang Mesis kuno.


Pertanyaan telah berputar-putar tentang latar belakang biologis dua mumi pria sejak ditemukan bersama di sebuah makam di dekat desa Rifeh pada tahun 1907. Makam berasal dari Dinasti ke-12 Mesir kuno antara tahun 1985 SM hingga 1773 SM. Prasasti peti mati menyebutkan seorang wanita, Khnum-Aa, sebagai ibu kedua pria tersebut.

Kedua mumi digambarkan sebagai putra gubernur lokal yang tidak disebutkan namanya. Tetap tidak jelas apakah prasasti tersebut merujuk pad…

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.

Fosil Gua Misliya di Israel adalah Manusia Modern Tertua di Luar Afrika

Sebuah rahang mendorong keberangkatan manusia dari Afrika kembali pada waktunya dimana fosil ditemukan di gua Israel setidaknya berdating 177.000 tahun. Sebuah tulang di Israel saat manusia modern meninggalkan Afrika memberi pesan eksodus kuno dimulai lebih awal dari apa yang diteorikan selama ini.

Gua Misliya di Gunung Carmel di Israel menghasilkan rahang parsial Homo sapiens dengan perkiraan dating pada 177.000 hingga 194.000 tahun yang menunjukkan manusia modern bisa saja meninggalkan Afrika dan mencapai Timur Tengah sekitar 60.000 tahun lebih awal dari perkirakan sebelumnya.


Sampai sekarang fosil H. sapiens tertua yang diketahui di luar Afrika ditemukan di Gua Skhul dan Qafzeh di Israel berdating pada 90.000 dan 120.000 tahun, tetapi temuan baru mengisaratkan manusia meninggalkan Afrika sekitar 300.000 tahun lalu dan mencapai Timur Tengah lebih dari 200.000 tahun lalu

"Rahang Misliya memberikan bukti paling jelas nenek moyang kita pertama kali pindah dari Afrika jauh lebih aw…

Nenek Moyang Salamander Meregenerasi Anggota Badan

Penelitian ~ Nenek moyang salamander meregenerasi tungkai, fosil amfibi kuno menunjukkan tanda tangan mekanisme penggantian embel-embel sejauh era Permian.

Leucoraja erinacea Mengungkap Evolusi Kaki 420 Juta Tahun Lalu

Sirkuit saraf untuk berjalan jauh mungkin telah berevolusi pada ikan purba sejak 420 juta tahun lalu. Sirip Leucoraja erinacea dibangun untuk berjalan dan itulah yang dilakukan ikan berkat konstruksi kabel yang berevolusi jauh sebelum vertebrata air menginjakkan kaki di darat.

Lengan kecil menggunakan dua sirip seperti kaki di bagian bawah untuk bergerak di sepanjang dasar laut. Langkah kiri dan kanan didukung oleh otot yang meregang dan memanjang dimana pergerakan terlihat sangat mirip dengan banyak hewan darat. Karya pertama adalah melihat asal mula sirkuit saraf yang dibutuhkan untuk berjalan.


Para ilmuwan menggunakan tes genetik dan melaporkan temuan ke Cell untuk menunjukkan mengapa kaki kecil di air dan vertebrata darat berbagi blueprint genetik yang sama untuk pengembangan sel saraf yang dibutuhkan untuk gerakan anggota badan sebagai sejarah alam yang sangat penting.

"Neuron penting bagi kita untuk berjalan berawal dari spesies ikan purba," kata Jeremy Dasen, neurosie…