Skip to main content

Pengolahan Makanan Penyebab Hilangnya Moncong Wajah Manusia

Penelitian ~ Homo erectus mengevolusi diri melalui cara mengunyah. Penurunan tenaga yang dibutuhkan untuk makan daging mentah menyebabkan gigi dan rahang lebih kecil.

Perubahan iklim yang menghapus vegetasi di Afrika memaksa para leluhur turun dari pohon untuk berjalan lebih cepat menggunakan 2 kaki mengejar buruan herbivora dan mengolah daging dengan alat batu adalah ledakan rantai evolusioner.

Makan daging mentah dan penggunaan alat-alat batu berada di balik pengecilan gigi dan wajah rata manusia dibandingkan kerabat kuno mereka bahwa inovasi memproses makanan memyebabkan hilangnya mulut moncong di wajah Anda.

Makanan yang sudah dipotong merangsang penyusutan tulang rahang dan gigi lebih lanjut penyusutan wajah Homo sapiens semakin mengecil yang ditandai dengan hilangnya moncong depan dibanding hewan lain pada umumnya.

Anggota awal genus manusia mempersiapkan seni memotong dan memasak bahan makanan bahwa diet daging benar-benar mengubah wajah evolusi Homo dan selanjutnya memungkinkan kemajuan dalam berbicara dan berjalan.

Sekitar 1,8 juta tahun lalu H. erectus menggunakan alat-alat batu untuk mengiris daging mentah menjadi potongan kecil sebelum dimakan adalah langkah penting menghemat tenaga mengunyah sekaligus meningkatkan asupan kalori.

Inovasi pengolahan makanan menghasilan rantai evolusi bahwa tulang dan otot yang terlibat di mulut menyusut sehingga rahang dan wajah mengecil sekaligus diet daging merah mmudahkan usus mensuplai otak kaya energi dan memperbesar badan.

Organ vokal terbangun yang memberi kemampuan untuk membuat pidato dan sumsum tulang belakang reposisi menghasilkan penataan kembali dasar tengkorak, meningkatkan bipedalitas dan kemampuan berlari jarak jauh.

Pengunaan api dalam memasak membuat makanan semakin lebih mudah diekstrak sehingga daging dan ubi jalar lebih mudah dicerna, meskipun hominid mulai teratur memasak makanan hanya setelah 500.000 tahun lalu.

Para ilmuwan pekan ini mengusulkan jawaban sebuah paradoks membingungkan ketika manusia mengevolusi otak lebih besar tapi gigi dan usus lebih kecil daripada nenek moyang sebelumnya bahwa mekanika mengunyah di balik semua.

"Jika Anda menghabiskan waktu menemani simpanse makan, Anda menghabiskan waktu seharian menonton mereka mengunyah," kata Daniel Lieberman, antropolog Harvard University di Cambridge, Massachusetts.

Daging mentah yang sudah diiris menjadi potongan kecil mengubah cepat wajah awal H. erectus. Rahang tengkorak lebih kecil dibanding spesies hominid lebih dari 2 juta tahun lalu yang mendahului genus Homo.

"Pada titik tertentu evolusi manusia terjadi pergeseran. Anda memiliki 2 faktor yaitu kualitas diet semakin lebih tinggi dari nenek moyang dan makanan yang telah banyak diproses," kata Lieberman.

Daging kurang membutuhkan kekuatan pengunyahan per kalori daripada jenis makanan nabati yang umumnya sulit tersedia bagi hominin awal, tapi geraham tidak efektif memecah daging mentah sebelum temuan alat-alat batu 3,3 juta tahun lalu.

Tidak ada yang tahu pasti mengapa hominid mulai lebih banyak makan daging 2,6 juta tahun lalu, tetapi ada banyak bukti arkeologi alat-alat batu menggores tulang dan perubahan iklim Afrika menjadi padang rumput dengan banyak antelop dan herbivora.

"Diet paleo juga nol seafood. Menu ikan datang di era jauh kemudian dalam evolusi manusia. Konsumsi kerang juga kebiasaan relatif baru," kata Lieberman.

Jurnal : Katherine D. Zink & Daniel E. Lieberman. Impact of meat and Lower Palaeolithic food processing techniques on chewing in humans, Nature, 09 March 2016, DOI:10.1038/nature16990

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.