Skip to main content

Kadal Cretaceous Fosil Damar Myanmar Petunjuk Evolusi Reptil

Penelitian ~ Kadal Cretaceous terkunci dalam damar memberi petunjuk evolusi reptil. Ratna mustika dating 99 juta tahun melestarikan arsip fosil reptil berkarakteristik bunglon.

Nasib buruk beberapa kadal kuno di sebuah tambang emas menyimpan informasi teoritis bahwa sisa-sisa reptil terjebak dalam damar yang membatu 99 juta tahun luar biasa rinci untuk menjelaskan sejarah evolusi kadal.

Sementara dinosaurus Spinosaurus berbobot 20 metrik ton dan raksasa lain menghentak permukaan Bumi, kadal kecil menyelinap di sela-sela tanaman angiosperma untuk mengisi missing link tokek dan bunglon dari dunia yang hilang.

Dua belas potongan harta transparan menyilaukan yang dikumpulkan di hutan tropis Myanmar begitu membanggakan berisi komponen kadal yang terperangkap dalam resin pohon selama periode Cretaceous mampu melestarikan jaringan lunak dan organ.

Fosilisasi spesimen damar tidak hanya berisi kaki, tetapi juga sebagian besar lidah. Lapisan kuning tembus pandang mencetak jejak sisik di mana tubuh berbaring. Fosil lain berisi kulit dan cakar luar biasa panjang.


Para ilmuwan pekan lalu melaporkan analisis CT scan untuk mengamati struktur internal dalam 3 dimensi ketika sedimen menyelinap ke dalam tubuh kadal selama fosilisasi dan menciptakan cetakan beberapa tulang.

"Fosil damar memberi pandangan ke dalam dunia yang hilang, mengungkap bahwa tropis Cretaceous tengah berisi fauna kadal beragam," kata Edward Stanley, herpetolog Florida Museum of Natural History.

Bantalan membungkus telapak kaki mengidentifikasi beberapa kadal seperti leluhur tokek dan bunglon. Salah satu mewakili bentuk peralihan kerabat yang lebih tua dua keturunan modern.

Satu fragmen pelestarian kulit dan kerangka bayi menjadi fosil paling mengejutkan. Tengkorak gemuk, soket mata besar dan ekor meringkuk membedakan dari kadal yang relatif lebih tua.



"Link yang hilang kira-kira 80 juta tahun lebih dari yang tertua fosil bunglon berikutnya dan menunjuk fitur seperti lidah proyektil bunglon hadir jauh sebelum keturunannya," kata Stanley.

"Tapi yang aneh jari kaki menyatu sebagai adaptasi untuk memanjat sepanjang yang berevolusi di kemudian hari. Fosil-fosil ini sebagian dari keragaman kadal dengan detail luar biasa," kata Stanley.

Jurnal : Juan D. Daza et al. Mid-Cretaceous amber fossils illuminate the past diversity of tropical lizards, Science Advances, DOI:10.1126/sciadv.1501080

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.