Skip to main content

Burung Membayar Nyawa Anak Untuk Pengawalan Buaya

Penelitian ~ Burung bangau, kuntul dan ibis membayar mahal untuk satpam buaya sebagai pengawal. Rawa besar Florida adalah tempat membesarkan keluarga dengan ongkos sewa nyawa.

Spesies burung bersarang di lanskep basah terus-menerus khawatir. Bandit di mana-mana. Rakun Amerika Utara (Procyon lotor) dan Possum Virginia (Didelphis virginiana) setiap saat mencuri bayi, kadang-kadang di depan orang tua sambil mengunyah keras.

Seiring waktu kuntul, bangau dan ibis yang bersarang di pulau-pulau kecil mengembangkan strategi. Mereka bersarang di dahan pohon dekat Alligator Amerika dan untuk layanan ini, buaya menuntut camilan mahal.

Buaya yang menyerang ke segala sasaran kadang-kadang menampar ekor ke pohon untuk menjatuhkan anak-anak burung. Ketika salah satu jatuh, mulut berderet gigi menunggu sebagai kesepakatan alam.

Selama bertahun-tahun bukti anekdotal menunjuk bahwa burung terlibat dalam beberapa jenis perilaku untuk menguji hipotesis apakah buaya menikmati manfaat dari tawaran strategi ekopolitik.

Hubungan antara buaya dan burung di pulau-pulau pohon Everglades Florida Water Conservation dan Palm County tidak seperti cerita kartun. Tidak ada hubungan yang harmonis karena politik tidak gratis.

Para ilmuwan pekan ini melaporkan Alligator Amerika (Alligator mississippiensis) yang menghuni pulau-pulau menyediakan jasa perlindungan bagi koloni burung berisik dari ancaman predator Rakun dan possum.

"Mereka hanya mengambil keuntungan dari apa yang mereka tahu sebagai sumber makanan. Ini seperti Anda membayar pembunuh di halaman rumah untuk mencegah kucing mencuri bayi," kata Lucas Nell, ekolog University of Florida.



"Koloni spesies campuran burung arboreal bersama mamalia setengah akuatik seperti rakun dan opossum menyajikan ancaman sarang terbesar. Burung-burung ini tidak memiliki pertahanan evolusioner melawan mereka," kata Nell.

Tiga tahun lalu para ilmuwan memasang buaya palsu di sebuah pulau jauh sebelum burung tiba selama migrasi. Ketika datang sebagian besar nongkrong di punggung buaya. Tidak ada rakun atau possum yang muncul.

"Tapi kami yang pertama menunjukkan hubungan saling menguntungkan burung dan buaya. Sarang memberi nutrisi untuk buaya dan kehadiran buaya menciptakan ruang bebas predator bagi burung," kata Nell.

"Kami menangkap 39 buaya perempuan dan menghitung Kuntul Besar (Ardea alba), Bangau Biru Kecil (Egretta caerulea), Bangau Triwarna (Egretta tricolor), Bangau Bersalju (Egretta Thula) dan Anhingas (Anhinga anhinga)," kata Nell.

Tubuh buaya yang hidup di dekat koloni aktif sarang burung lebih gemuk dibanding buaya yang sama tanpa koloni aktif. Kedekatan buaya dan burung terjadi di seluruh daerah tropis sehingga penting asosiasi ekologi global," kata Nell.

Jurnal : Lucas A. Nell et al. Presence of Breeding Birds Improves Body Condition for a Crocodilian Nest Protector, PLoS ONE, March 2, 2016, DOI:10.1371/journal.pone.0149572

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.