Skip to main content

Vaksin Human Papillomavirus (HPV) Menurunkan Kanker Serviks

Penelitian ~ Vaksin HPV pada remaja menurunkan kanker serviks secara drastis. Vaksin Human Papillomavirus (HPV) menurunkan setengah risiko kutil hingga kanker serviks 20 tahun kemudian.

Berita baik. Vaksinasi menurunkan infeksi virus papiloma manusia penyebab utama kanker serviks lebih dari setengahnya di Amerika Serikat, meskipun serapan relatif rendah di negara itu.

Bukti menggembirakan bahwa vakin juga bisa diberikan segera kepada remaja laki-laki karena HPV juga menyebabkan kanker mulut, tenggorokan dan anus serta kutil kelamin.

Data telah siap dipanen karena vaksinasi besar-besaran yang dimulai satu dekade lalu terlalu dini untuk melihat penurunan tingkat kanker serviks, meskipun penelitian telah menunjuk kasus kutil kelamin turun drastis.

Vaksin bernama Gardasil dirancang mencegah kanker serviks yang menargetkan 4 strain HPV penyebab hampir semua kasus kanker jenis ini. Di Australia diberikan secara gratis pada anak-anak menurunkan 92 persen infeksi selama periode 2007-2011.

Virus berdiam di jaringan mukosa lembab alat kelamin dan mulut, menular melalui air mani dan cairan vagina. Kebanyakan orang bisa mengusir infeksi, tapi dalam beberapa hal tetap hidup dan menyebabkan kanker serviks setelah 20 tahun.

Jurnal : Lauri E. Markowitz et al. Prevalence of HPV After Introduction of the Vaccination Program in the United States, Pediatrics, March 2016, DOI:10.1542/peds.2015-1968

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.