Skip to main content

Mematuhi Perintah Menjauhkan dari Rasa Tanggung Jawab

Penelitian ~ Melaksanakan perintah untuk melakukan sesuatu yang buruk menjauhkan dari rasa tanggung jawab bahwa orang baik berubah menjadi jahat atas sebuah perintah.

Ketika Anda diperintah untuk melakukan sesuatu, otak menjauhkan Anda dari rasa tanggung jawab atas tindakan yang memberi petunjuk mengapa orang-orang di bawah perintah berubah melakukan kekerasan yang mengerikan.

Jika Anda bertindak di bawah perintah, Anda tidak mendapati penundaan sistem syaraf yang lebih besar antara tindakan dan konsekuensi daripada ketika kita bertindak atas kemauan sendiri.

Sementara temuan menyarankan satu alasan mengapa orang dapat dipaksa melakukan tindakan brutal, peradilan kejahatan perang tidak bisa melegimitasi pembelaan Nuremberg bahwa "Saya hanya mengikuti perintah".

Kembali pada eksperimen klasik kontroversial paling terkenal tahun 1960 ketika Stanley Milgram menguji sifat ketaatan kepada otoritas dimana relawan dihadapkan pada perintah dan sengatan listrik.

Milgram mendesain studi ngeri yang menginstruksikan relawan untuk menghukum para korban yang gagal tes memori dengan sengatan lebih kuat. Korban adalah mahasiswa yang pura-pura kejang.

Namun demikian sebagian besar relawan tidak menduga. Mereka benar-benar berpikir melaksanakan setrum listrik bahkan voltase yang cukup untuk membunuh manusia. Hanya sepertiga relawan yang menolak perintah.

Objek moral tentu tidak ada pembelaan atas dalih perilaku, tapi penelitian baru setidaknya membantu menjelaskan mengapa orang tampaknya sangat bersedia melakukan perbuatan sadis hanya karena figur otoritas.

Para ilmuwan pekan ini melaporkan lebih dekat dan lebih terkontrol atas eksperimen Milgram menggunakan teknologi baru untuk mengetahui mekanisme otak ketika seseorang diperintah melakukan sesuatu yang buruk pada orang lain.

"Salah satu kritik utama eksperimen Milgram bahwa Anda tidak pernah yakin apakah relawan tahu situasi eksperimen," kata Patrick Haggard, neurosaintis University College London.

Tindakan menyebabkan peristiwa eksternal dan jeda waktu antara perintah dengan menekan saklar listrik adalah proses penundaan kecil terjadi dalam otak. Panjang jeda adalah ukuran seberapa besar internalisasi kontrol keputusan.

Ketika diperintahkan untuk melakukan tugas, otak relawan tidak melakukan aktivitas pengolahan. Orang-orang yang bertindak atas perintah memiliki aktivitas otak lebih pasif dibanding tindakan sukarela.

Hal baru juga menjelaskan mengapa kemenangan memiliki seribu ayah, tapi kekalahan adalah anak yatim. Orang benar-benar berpikir mereka bertanggung jawab atas keberhasilan dan tidak bertanggung jawab atas kegagalan.

Jurnal : Emilie A. Caspar et al. Coercion Changes the Sense of Agency in the Human Brain, Current Biology, February 18, 2016, DOI:10.1016/j.cub.2015.12.067

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.