Skip to main content

Spesies Invasif Penyebab Kedua Kepunahan Spesies Pribumi

Credit: Jeffrey Beall
Penelitian ~ Spesies invasif dituding sebagai penyebab terbesar kedua kepunahan massal. Peran penjajah bermain atas musnahnya spesies asli yang telah lama diperdebatkan konservasionis.

Keanekaragaman hayati secara alami bervariasi dinamis secara substansial di atas ruang dan waktu, tetapi variasi pada akhirnya akibat dari 4 proses kunci yaitu spesiasi, imigrasi, emigrasi dan kepunahan.

Red List berisi katalog spesies punah dan terancam yang disusun International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan para peneliti di University College London mengumpulkan data 247 spesies tanaman, amfibi, reptil, burung dan mamalia yang hilang sejak tahun 1500.

Spesies invasif adalah ancaman paling umum peringkat kedua setelah perburuan, memancing atau penangkapan yang dilakukan manusia. Korban paling tinggi dilakukan fauna pendatang adalah amfibi, mamalia dan reptil.

Sejumlah relatif kecil patut untuk menyalahkan kucing, tikus dan kambing sebagai salah satu pemusnah paling umum bersama dengan mikroorganisme seperti jamur chytrid yang menghabisi amfibi dan parasit malaria burung.

Kedatangan rubah merah Eropa ke Australia memiliki dampak negatif pada banyak spesies dan terlibat dalam kepunahan tikus gurun dan kanguru. Kucing juga menyebabkan kepunahan beberapa burung yang bersarang di tanah.

Jurnal : Céline Bellard, Phillip Cassey, Tim M. Blackburn. Alien species as a driver of recent extinctions, Biology Letters, 17 February 2016, DOI:10.1098/rsbl.2015.0623

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.