Skip to main content

Zaman Es Mini Meruntuhkan Romawi dan Bangkitnya Arab

Penelitian ~ Zaman Es mini berlangsung selama 125 tahun membekukan Eropa yang menyemai wabah jatuhnya kerajaan dan membangkitkan pasukan baru di Arab.

Letusan pertama dari 3 gunung berapi berturut-turut pada tahun 536 mengirim Eropa ke dalam Zaman Es mini yang memupuk epidemi wabah, keruntuhan Kekaisaran Romawi Timur dan chaos global seluruh Eurasia.

Gelombang iklim beruntun dalam beberapa dekade membawa mantra dingin berlarut-larut sampai sekitar tahun 660 mengubah peta Eropa, Asia Tengah dan seluruh dunia menjadi peperangan global.

Tiga letusan gunung berapi berantai tahun 536, 540 dan 547 yang didokumentasi dalam cincin pohon di Eropa dan Asia Tengah menunjuk suhu musim panas minus 4 Celsius berlangung selama beberapa dekade peradaban Antik.

Volatil aerosol sulfat di atmosfer yang memblokir cahaya Matahari mengubah panggung menjadi kekacauan perang meluas di langit Eropa Timur, Dinasti China, Slavia dan transformasi kekaisaran Romawi Timur ke Bizantium.

Para ilmuwan melaporkan periode dingin memicu perubahan sosial, budaya dan politik semakin dramatis bahwa iklim mengubah peristiwa kompleks sejarah manusia seiring jatuh bangunnya kerajaan yang sering dianggap kontroversial.

"Berdasarkan studi ini kami mengatakan episode paling dramatis selama 2000 tahun terakhir," kata Ulf Büntgen, enviromentalis Swiss Federal Research Institute di Birmensdorf.

Percepatan keruntuhan yang tersisa dari kekaisaran Romawi yang saat itu terbatas di Mediterania kehilangan tanah dan kekuasaan. Musim tanam lebih pendek menggiring kelaparan dan rakyat lebih rentan penyakit.

Iklim kacau menggerakan tikus kelaparan menyerbu istana. Bukan hanya Roma karena di timur Kerajaan Türk, Mongolia, Dinasti Wei dan Sui juga jatuh dalam kalender bersamaan.

Periode runtuh memiliki pangsa pemenang juga karena dalam setiap periode perubahan iklim ada beberapa daerah dan masyarakat lain yang luput dari dampak atau lebih mampu beradaptasi.

Semenanjung Arab yang kering diuntungkan dengan peningkatan hujan menyuburkan vegetasi yang berguna bagi orang-orang nomaden atau pasokan makan unta bergegas kampanye ke Eropa dan mengambil tanah dari Roma.

Sementara wabah Justinian melanda Mediterania tahun 541 hingga 543 mencolok Konstantinopel dan membunuh jutaan orang di abad-abad berikutnya, aliansi timur tengah menjatuhkan Kerajaan Sasania di Persia sebelum munculnya Kekaisaran Arab.


Beberapa suku bermigrasi ke timur menuju China yang menyebabkan permusuhan antara kelompok nomaden dan kekuasaan penguasa lokal di daerah padang rumput hingga China utara dan mengantarkan Dinasti Tang Menuju kekuasaan.

Pemenang lainnya termasuk suku Lombard yang menginvasi semenanjung Italia dengan bahasa Slavia awal yang menyebar di sebagian besar benua Eropa hari ini dari tanah air yang tidak diketahui.

"Dengan begitu banyak variabel, kami harus berhati-hati tentang efek lingkungan dan penyebab politik. Tetapi yang menarik adalah perubahan iklim sejalan dengan gejolak besar di banyak daerah," kata Büntgen.
Cooling and societal change during the Late Antique Little Ice Age from 536 to around 660 AD

Ulf Büntgen et al.

Nature Geoscience, 08 February 2016, DOI:10.1038/ngeo2652

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.