Skip to main content

Sejarah Nusantara

Masa lalu Nusantara sampai hari ini gelap gulita. Tidak banyak penelitian dilakukan atas sejarah untaian pulau-pulau di wilayah yang sekarang Indonesia selain dongeng belaka.

Antropologi menyelidiki asal-usul nenek moyang yang menyeberangi selat-selat pulau, arkeologi meneropong berbagai ketrampilan mengelola sumber daya dan geosains selalu menyertai tempat dengan dinamika Bumi.

Laman ini menyediakan etalase untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi terkait kehidupan di wilayah tenggara Asia saat itu. Pantau terus update temuan-temuan ilmiah untuk meneranginya.


ANTROPOLOGI

Temuan Hominid Baru di Situs Mata Menge Telusuri Evolusi Homo floresiensis
Poin baru ditambahkan ke dalam sejarah Nusantara. Paling tidak 3 individu hominid dating 700.000 tahun yang diwakili rahang dan gigi ditemukan di situs Mata Menge, Pulau Flores, bisa menelusuri asal-usul evolusi Homo floresiensis.

Dating Baru Homo floresiensis Punah Seiring Kedatangan Homo sapiens
Penggalian terbaru menunjuk Homo floresiensis puluhan ribu tahun lebih tua dari laporan sebelumnya. Dating baru spesies misterius dan kecil di gua Liang Bua Pulau Flores terakhir 50.000 tahun lalu mungkin punah oleh manusia modern.

Genom Melanesia Membawa 1,9 Hingga 3,4 persen DNA Denisovan
Hanya DNA Homo neaderthalensis yang diketahui mewariskan DNA hasil perkawinan kuno ke dalam genom Homo sapiens, tetapi temuan baru melaporkan manusia Denisova di gua Siberia mewariskan 1,9 hingga 3,4 persen DNA ke dalam genom Melanesia modern. Sejarah manusia semakin tumpang tindih.

Tubuh Homo floresiensis Menyusut dari Java Man
Homo floresiensis adalah Homo erectus yang menyusut karena dwarfisme insular atau efek pulau yang terjadi ketika populasi berkembang dalam jarak lingkungan terbatas dan sumber daya sedikit dan wilayah kecil.

Kerangka Hobbit Homo floresiensis Fitur Sindrom Down
Sebuah tim melaporkan kerangka Hobbit di Pulau Flores hanyalah manusia modern dengan sindrom Down, bukan spesies baru manusia awal. Homo floresiensis mengalami patofisiologi kerangka.

Denisovan Kawin Campur Setelah Wallace Line
Jejak DNA Denisovan belum ditemukan pada populasi Asia daratan, sebaliknya ditemukan pada populasi lebih jauh dari mana fosil asli ditemukan yaitu populasi Melanesia Australia, Papua Nugini dan tempat-tempat sekitarnya.

Homo floresiensis Independen
Homo floresiensis merupakan spesies tersendiri, hominin berotak kecil dari pulau Flores adalah spesies independen. Sebuah tim menolak teori bahwa spesimen adalah manusia modern dengan kondisi patologis microcephaly.

Homo floresiensis Adaptasi Homo erectus
Scan rinci komputerisasi tengkorak Homo floresiensis memasang teori manusia kerdil merupakan produk evolusi lokal Homo erectus yang semakin menjadi lebih kecil ketika beradaptasi pada ketersediaan makanan di pulau kecil.

Penjelajahan Hominin di Kepulauan Nusantara
Hominin yang datang dari Afrika tidak membutuhkan perahu untuk mencapai kepulauan Nusantara. Kolonisasi manusia awal ke pulau-pulau pasifik mungkin tidak berlayar dengan perahu.

Hominid Kecil Homo floresiensis Spesies Terpisah Ataukah Mikrosepali
Temuan yang menggemparkan dunia antropologi pada tahun 2003 terus menyisakan perdebatan apakah Homo floresiensis adalah spesies terpisah atau Homo sapiens yang menderita gangguan perkembangan?

Krisis Genetik Populasi Orangutan Pongo pygmaeus Selama Pleistocene Glaciations
Primata Kalimantan warisan kelompok kecil leluhur yaitu Orangutan (Pongo pygmaeus) Borneo menjalani masa krisis genetik selama era glasiasi Pleistocene.


ARKEOLOGI

Bukti Arkeologi Pelaut Nusantara di Madagaskar Tahun 700 Hingga 1200
Temuan butir beras, kacang hijau dan kapas menjadi bukti arkeologi pertama para pelaut Nusantara menjajah Pulau Madagaskar dan Komoro menguatkan laporan sebelumnya bahwa bahasa, ritual, agama dan genetik Madagasi mirip orang Borneo.

Alat Batu Di Sulawesi Cahaya Homo floresiensis Berasal
Alat-alat batu dating 194.000 hingga 118.000 tahun di situs Talepu Sulawesi diduga dibuat Homo erectus memberi link ke Homo floresiensis dan penyebaran manusia ke pulau-pulau yang terhempas tsunami.

Etsa Zigzag Kerang Homo erectus Di Situs Trinil Jawa
Goresan di atas kerang di situs Trinil, Jawa, menegaskan Homo erectus telah menjelajah Nusantara minimal 1 juta tahun lalu atau mendahului Homo sapiens berevolusi di Afrika.

Dating 40 Ribu Tahun Seni Lukisan Gua Maros Sulawesi
Cetakan tangan dan gambar babirusa dating setidaknya 40.000 tahun oleh beberapa orang yang menghuni gua-gua di Maros, Sulawesi, menggunakan pigmen besi oksida.

Manusia Awal Memancing di Situs Jerimalai Timor Leste
Sekitar 42.000 tahun lalu manusia membawa pulang tuna, hiu dan tangkapan laut lain hasil mengail ke dalam sebuah gua dangkal di Jerimalai, pulau utara Australia dan Timor Leste.


GEOSAINS

Erupsi Vulkanik Tak Membuat Orang Tergerak Pindah
Letusan vulkanik dahsyar Gunung Merapi dan Gunung Kelud meludah abu, batu dan awan panas membuat 100.000 orang lebih menggungsi, tapi ketika datang untuk keputusan pindah secara permanen, bencana alam bukan variabel pnting.

Letusan Vulkanik Gunung Samalas
Pada tahun 1257 letusan Gunung Samalas di Rinjani meludahkan belerang ke stratosfer membentuk kabut yang menutup sinar Matahari selama berabad-abad dikenal sebagai Little Ice Age.

Lumpur Sidoarjo Akibat Gempa
Sebuah tim mengklaim bencana lumpur di Sidoarjo mungkin memiliki penyebab alami yaitu gempa, bukan pengeboran, yang kemungkinan penyebab semburan bertahun-tahun lumpur sejak 2006 di Jawa Timur.

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.