Skip to main content

Manusia Berburu Mammoth di Kutub Utara 45.000 Tahun Lalu

Penelitian ~ Manusia mengunjungi Kutub Utara lebih awal dari pemikiran. Tanda goresan senjata ditemukan di tulang raksasa mammoth dating 45.000 tahun lalu.

Sebuah bangkai beku di Siberia mengisyaratkan bahwa manusia menjelajahi Arktik lebih awal dari teori sebelumnya dan luka goresan pada tulang mammoth berasal dari senjata pemburu.

Dating tulang menempatkan manusia di lingkaran Arktik 45.000 tahun lalu yang merevisi kalender sebelumnya bahwa manusia tidak pernah mencapai Kutub Utara sampai 30.000 hingga 35.000 tahun lalu.

Manusia kuno keluar mengatasi dingin ekstrim dan tanpa sinar Matahari pada lingkaran 66,32 Lintang Utara di wilayah Kanada dan Rusia. Situs lainnya posisi 55 LU tepat di sebelah selatan Lingkaran Arktik dating 40.000 tahun.

Perbedaan besar lintang situs lama dan baru sekitar 1.700 kilometer. Di pantai berkabut Yenisei Bay sekitar 2000 kilometer selatan Kutub Utara panggung mengerikan perburuan selama Zaman Es.


Para ilmuwan mengangkat raksasa mammoth laki-laki 15 tahun dari tebing pantai beku di tengah Arktik Siberia, dating karbon kolagen tulang kaki dan sedimen sekitarnya menyematkan angka pada 45.000 tahun.

"Ini kasus yang jarang terjadi untuk bukti tegas keterlibatan manusia," kata Vladimir Pitulko, arkeolog Russian Academy of Sciences di St. Petersburg.

Salah satu gading dan irisan pada banyak tulang memiliki pola penjagalan manusia. Senjata menyebabkan kerusakan yang menewaskan mammoth. Soket mata, tulang rusuk dan rahang babak belur ditikam tombak.

Manusia memasuki Arctik 45.000 tahun lalu cukup mengesankan yang membuka pertanyaan apakah kolonialisasi ke utara merupakan adaptasi jangka panjang yang sukses ataukah kegagalan heroik berumur pendek.

Manusia hidup di Kutub Utara lebih awal 10.000 tahun dari laporan sebelumnya bahkan melintasi bagian dunia paling dingin dan memiliki kemampuan adaptif untuk bermigrasi hampir ke mana-mana.

Pada bulan Agustus 2012, Pitulko dan tim menggali tanah beku di tebing menghadap Samudra Arktik. Sambil menjelajahi pantai mendapat kejutan yaitu sisa tua pertempuran manusia dan raksasa di dataran beku.


Sebagian ilmuwan lama berpikir bahwa pemburu hewan besar meninggalkan jejak alat-alat batu di sekitar Kutub Utara 12.500 tahun lalu adalah yang pertama mencapai Lingkaran Arktik.

Pemburu beradaptasi dingin melalui Siberia dan jembatan darat Selat Bering 15.000 tahun lalu dan tanggal baru menunjukkan manusia mungkin telah di Amerika sejak 18.500 tahun lalu.

Tapi pada tahun 2004 para peneliti mendorong lebih jauh ke masa lalu ketika temuan manik-manik, batu dan tulang mammoth, badak berbulu dan rusa dengan 35.000 tahun di beberapa situs di Pegunungan Ural dan Siberia Utara.

Temuan mammoth baru dijuluki "Zhenya", tim menerbangkan balok lumpur es dengan pesawat kargo ke St Petersburg. Cedera mengingatkan praktik perburuan gajah di Afrika oleh manusia modern.

Tusukan pangkal leher untuk memotong arteri menyebabkan hewan berdarah sampai mati. Mammoth juga memiliki cedera rahang yang menyarankan lidah dipotong keluar. Gading dihapus mungkin untuk memproduksi alat-alat.

"Berburu Mammoth adalah bagian penting strategi bertahan hidup, tidak hanya dalam hal makanan, tetapi dalam hal gading sebagai bahan peralatan berburu," kata Pitulko.

Kehadiran manusia di Kutub Utara juga menunjuk kemampuan adaptif untuk membuat pakaian hangat dan tempat penampungan untuk melintasi Siberia dan Beringia untuk masuk ke Amerika.

Hidup di lintang utara membutuhkan teknologi sangat khusus dan kerjasama kuat seperti dilakukan manusia modern, bukan Neanderthal atau anggota awal lain dari keluarga besar genus manusia.

Jika para pemburu kuno bisa bertahan hidup di lanskep beku ekstrim Lingkaran Arktik sejauh 45.000 tahun lalu, mereka dapat hidup hampir di mana saja di planet Bumi.
Early human presence in the Arctic: Evidence from 45,000-year-old mammoth remains

Vladimir V. Pitulko et al.

Science, 15 Jan 2016, DOI:10.1126/science.aad0554

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.