Skip to main content

Raksasa Merah Memeta Pertumbuhan Galaksi Bima Sakti

Penelitian ~ Raksasa merah memeta bagaimana Bima Sakti tumbuh. Ukur massa penuaan 70.000 bintang mengungkap di pusat adalah tua dan di pinggiran muda.

Galaksi dibangun dari dalam ke luar adalah kesimpulan yang jelas dari survei yang belum pernah dilakukan sebelumnya brdasarkan umur puluhan ribu bintang di galaksi Bima Sakti.

Sebuah proyek arkeologi galaksi ketika kebanyakan bintang tidak mudah membocorkan umur mereka. Raksasa merah sedikit lebih bermanfaat karena usia tergantung pada massa, tetapi menentukan massa tidak begitu mudah.

Para ilmuwan mengembangkan program komputer untuk menganalisis cahaya yang dipancarkan bintang raksasa merah seperti Matahari tapi habis bahan bakar hidrogen untuk menentukan massa dan usia bintang-bintang.

"Bima Sakti tumbuh dan tumbuh," kata Melissa Ness, astronom Max Planck Institute for Astronomy di Heidelberg, Jerman.

Meskipun para ilmuwan tidak cukup yakin bahwa galaksi tumbuh ke luar, sensus baru interior galaksi ke arah pinggiran membantu tren grafik bahwa pembangunan secara rinci cukup mengesankan.

Ness dan rekan memukul trik pintar untuk mengetahui massa dan umur dengan meliput data 2 teleskop yaitu berbasis ruang NASA Kepler dan teleskop kecil darat Sloan Digital Sky Survey (SDSS).

Software mempelajari bagaimana jumlah cahaya dipancarkan pada panjang gelombang berbeda bervariasi. Setelah algoritma berjalan pengukuran cahaya dilakukan untuk menentukan massa dan dengan demikian umur.

Akurasi 40 persen cukup mengesankan karena tingkat kesulitan dalam penuaan bintang. Bintang tertua di Bima Sakti berada di pusat galaksi, sementara generasi muda tinggal di pinggiran kota yang jauh.

Tahun ini sebuah teleskop Sloan baru dipasang di Chili beranjak memindai langit belahan Bumi selatan yang berpotensi menambah banyak raksasa merah untuk katalog umur galaksi.

Spectroscopic determination of masses (and implied ages) for red giants

M. Ness, David W. Hogg, H-W. Rix, M. Martig, Marc H. Pinsonneault, A.Y.Q Ho

arXiv, Submitted on 25 Nov 2015, arXiv:1511.08204

Red giant masses and ages derived from carbon and nitrogen abundances

Marie Martig, Morgan Fouesneau, Hans-Walter Rix, Melissa Ness, Szabolcs Meszaros, D. A. Garcia-Hernandez, Marc Pinsonneault, Aldo Serenelli, Victor Silva Aguirre, Olga Zamora

arXiv, Submitted on 25 Nov 2015, arXiv:1511.08203

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.