Skip to main content

Marmoset Callithrix jacchus Berbagi Nada dengan Manusia

Penelitian ~ Manusia tidak sendirian memandang melodi. Marmoset Callithrix jacchus membuka sejarah evolusi ketika leluhur membangun kemampuan musik dan nada tuli.

Monyet kuno menggunakan isyarat pendengaran mirip manusia untuk membedakan notasi tinggi dan rendah bahwa manusia merasakan kualitas suara tidak lagi terdaftar sebagai kemampuan unik.

Monyet kecil Marmoset C. jacchus asli Amerika Selatan sangat vokal dan sosial seiring benua Amerika memisahkan diri dari daratan Afrika 40 juta tahun lalu bahwa evolusi persepsi nada bertahan sepanjang evolusi primata dari Afrika.

Para ilmuwan pekan ini membangun kasus teoritis persepsi aspek nada berevolusi dari pangkal tertua leluhur yang memungkinkan lahirnya inovasi komunikasi suara dan vokalisasi tembang.

"Persepsi nada penting bagi kemampuan kita untuk berkomunikasi dan membuat musik," kata Xiaoqin Wang, bioteknolog Johns Hopkins University School of Medicine.

"Tapi kita tidak berpikir monyet merasakan seperti cara yang kita lakukan. Sekarang kita tahu marmoset dan kemungkinan juga dilakukan leluhur primata lainnya," kata Wang.

Satu dekade yang lalu Wang mengidentifikasi area otak yang muncul untuk memproses nada. Sel-sel saraf di tepi korteks pendengaran primer hanya terlecut setelah terkena stimuli pergeseran nada tinggi dan rendah yang terkait melodi.

Wang menghabiskan bertahun-tahun untuk mengembangkan tes perilaku dan perangkat elektrofisiologi yang dirancang untuk memantau perubahan halus aktivitas saraf monyet.

Evolusi persepsi nada datang sebelum terpisah dan sisanya berkembang secara paralel pada monyet Old dan New World. Tapi tes yang lebih ketat diperlukan untuk menjawab apakah monyet Old World melihat nada seperti manusia.
Complex pitch perception mechanisms are shared by humans and a New World monkey

Xindong Song et al.

Proceedings of the National Academy of Sciences, December 28, 2015, DOI:10.1073/pnas.1516120113

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.