Skip to main content

Badai Berkecamuk di Permukaan Bintang Kerdil Tipe L

Penelitian ~ Bintang kecil dengan badai besar mengamuk di atasnya. Sebuah bintang kerdil Tipe L, WISEP J190648.47+401106.8 (W1906+40), seukuran Jupiter.

Meskipun bukan planet, sebuah permukaan dunia dicabik petir lebih keras dari planet apapun di tata surya. Mendung disertai angin berubah menjadi hujan pasir panas, besi cair atau garam.

Bukti terbaik badai tak kunjung padam tidak hanya berhubungan dengan planet damai. Duduk jauh di sana sebuah bintang katai datang dengan beberapa masalah serius sistem cuaca di permukaannya.

Badai Jupiter disebut Great Red Spot telah mengamuk selama manusia menonton 400 tahun lalu. Amukan angin perlahan-lahan menyusut, tapi masih sekitar 3 kali lebih besar dari Bumi dan sekarang hadir lebih singkat di sebuah bintang.

Para ilmuwan pekan ini menggunakan teleskop ruang angkasa NASA Kepler dan NASA Spitzer melaporkan badai raksasa berkecamuk di atmosfer bintang seukuran planet gas raksasa.

"Kami mengamati kerdil WISEP J190648.47+401106.8 bahwa kurva cahaya konsisten dalam fase dan amplitudo selama 2 tahun," kata John Gizis, astronom University of Delaware.

W1906+40 adalah bintang kerdil Tipe L yang ditemukan NASA Wide-field Infrared Survey Explorer pada tahun 2011 di konstelasi Lyra sekitar 53 tahun cahaya dari Bumi dan sejak itu astronom mengikuti perubahan suasana.

Beberapa bintang dianggap katai L karena melebur atom dan menghasilkan cahaya, sedangkan katai coklat yang disebut sebagai bintang gagal karena miskin fusi atom.

"Bintang seukuran Jupiter dengan badai seukuran bintik merah. Badai baru ini berlangsung setidaknya 2 tahun dan mungkin lebih," kata Gizis.

Kepler dan Spitzer tak dapat melihat badai itu sendiri, tetapi kehadiran datang setelah mengamati perubahan cahaya dari waktu ke waktu. Ketika memukul teleskop, panjang gelombang inframerah menunjuk kecerahan tertentu.

W1906+40 memiliki suhu relatif dingin yaitu 1.927 derajat Celsius. Berdasarkan model komputer perjalanan badai membuat satu putaran penuh setiap 9 jam dan berlokasi di dekat kutub utara.

"Kami tidak tahu apakah jenis badai bintang ini adalah unik atau umum dan mengapa berlangsung begitu lama," kata Gizis.
Kepler Monitoring of an L Dwarf II. Clouds with Multiyear Lifetimes

John E. Gizis et al.

arXiv, Submitted on 24 Sep 2015, arXiv:1509.07186

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.