Skip to main content

Fosil Buah Persik Prunus kunmingensis di China

Penelitian ~ Persik membatu mengungkap rahasia kesegaran. Fosilisasi buah persik di barat daya China lebih dari 2,6 juta tahun mendahului kedatangan jenis manusia apa pun.

Hidup adalah surga sebelum manusia berjalan di atas Bumi, setidaknya di China atau sejak manusia modern pertama merebut panggung 250.000 tahun lalu dan mulai bertani 10.000 tahun lalu, memetik kelezatan.

Sementara paleo persik mungkin lebih kecil dari kebanyakan Persik modern di toko buah hari ini, keduanya berbentuk oval dengan alur mendalam dan lubang di tengah seperti poster baleho warung es jus.

Para ilmuwan melaporkan dokumentasi tertua buah persik dengan menghadirkan fosil keriput bahwa kenikmatan buah manis berair telah siap di China mendahului 2 gelombang kedatangan Homo erectus dan Homo sapiens.

"Jika Anda membayangkan persik komersial terkecil saat ini, itulah yang akan terlihat. Berdaging yang dapat dimakan di sekitarnya. Pasti lezat," kata Peter Wilf, paleobotanis Pennsylvania State University.


Meskipun para penelti berpikir persik prasejarah ditugaskan menjadi spesies Prunus persica, mereka mengusulkan spesies baru Prunus kunmingensis karena tidak mampu merekonstruksi seluruh tanaman didasarkan pada polong saja.

Delapan persik matang menjadi batu muncul selama pembangunan jalan baru dekat Stasiun Bus di Kota Kunming tahun 2010. Fosil tersimpan di lapisan batuan Pliosen Akhir yang membentang periode geologi 5,3-2,6 juta tahun lalu.

Persik adalah buah ikonik China dan sumber-sumber sejarah membuktikan budidaya selama berabad-abad dalam Kitab Songs atau Shi-Jing berisi koleksi tertua puisi klasik China dengan karya-karya abad 11 hingga 7 Sebelum Masehi.



Kemudian pada tahun 1970-an ditemukan bukti arkeologi kebiasaan makan persik di situs pemukiman Neolitik desa Hemudu provinsi Zhejiang lembah sungai Yangzi dengan dating sekitar 8.000 tahun.

Buah berkembang di bawah seleksi alam dan kemudian melalui domestikasi untuk melegakan tenggorokan H. erectus dan H. sapiens awal yang tiba di China selama Pleistosen. Hari ini produksi tahunan persik mendekati 20 juta ton.

"Persik adalah saksi kolonisasi manusia di China. Ada sebelum manusia dan melalui sejarah, kita menyesuaikan," kata Wilf.
Peaches Preceded Humans: Fossil Evidence from SW China

Tao Su et al.

Scientific Reports, 26 November 2015, DOI:10.1038/srep16794

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.