Skip to main content

Industri Madu dan Lilin Lebah Di Awal Pertanian

Penelitian ~ Lebah madu kehidupan manis fajar petanian, jejak kimia membekas titik noda pada tembikar mengarsip penggunaan luas madu dan lilin sedini 9000 tahun lalu.

Hikayat petani kuno memanen lebah yang menyebar ke barat melintasi petak luas hutan dan menoreh lilin lebah atau mungkin mengkonsumsi madu sekitar 9.000 hingga 5.000 tahun lalu.

Sementara pohon kelengkeng di Ambarawa sarang madu Nusantara, fragmen materi organik menempel di tembikar situs pertanian awal menampilkan tanda tangan kimia khas lilin lebah paling tua di Asia Barat Daya dan Eropa.

Analisis terbesar residu kimia pada tembikar membuka kalender pertama Neolitik Old World yang mendokumentasikan meluasnya penggunaan produk lebah di kalangan petani kuno menghias gigi dengan manis.

Ketika gletser mundur di akhir zaman es terakhir, lebah madu Eropa memperluas ke utara. Tapi catatan fosil ekologi lebah tak terlihat untuk sebagian besar 10.000 tahun terakhir.

Seni Stone Age hingga ikonografi Mesir kuno yang kembali ke tahun 2400 SM mengisyaratkan kemitraan panjang ribuan tahun manusia dengan lebah madu Apis mellifera.

Pertanian Neolitik muncul dan menyebar dari tenggara Anatolia dan Levant. Membersihkan hutan menuntut tumbuhan dan pohon, pedesaan pindah ke daerah-daerah yang cocok untuk lebah madu juga

Para ilmuwan melaporkan proyek manis jangka panjang analisis pecahan keramik untuk jejak kimia makanan dan di mana ada lebah madu, ada madu dan lilin dengan tambahan teknologi, ritual, kosmetik dan pengobatan.

"Tampaknya petani pertama di setiap daerah tunggal Eropa mengeksploitasi lebah dari awal pertanian," kata Mélanie Roffet-Salque, kimiawan University of Bristol.

Temuan tertua tembikar berlapis lilin lebah kembali ke milenium 7 SM di Anatolia. Situs madu di Timur Tengah utara dan barat mencapai Inggris modern Inggris dalam kira-kira 3500 SM.

Di antara residu lilin lebah pada pecahan tembikar di laut Anatolia dating kembali ke 5500 SM dan di Semenanjung Balkan antara 5500 SM hingga 4500 SM. Situs di Yunani antara 5800 SM hingga 3000 SM.

Bahkan di sepanjang Semenanjung Balkan adalah teknologi terkaya lilin lebah dengan 5,5 persen dari 1.915 keping pot Zaman Batu membekas biomarker lilin lebah.

Sementara orang Zaman Batu di Austria dan Jerman menggunakan produk olahan lebah 5500 SM dan produk lebah digunakan di Perancis pada paruh kedua milenium ke-5.

"Di atas 57 derajat lintang Bumi kami tidak menemukan lilin lebah dalam pot sama sekali dan kami sudah berusaha keras," kata Roffet-Salque.

"Kami menganalisis 1000 pecahan belah dari Skandinavia hingga Skotlandia dan kami menemukan banyak lipid dan lemak hewan, tetapi tidak ada bukti lilin lebah. Ini batas ekologis lebah madu," kata Roffet-Salque.

Tidak terlalu sulit menjaga sarang lebah, tapi tidak dapat disimpulkan apakah peternakan lebah atau hanya berburu madu dan lilin dari sarang liar. Tidak ada cara untuk membuktikan bahwa petani Neolitik melakukannya.
Widespread exploitation of the honeybee by early Neolithic farmers

Mélanie Roffet-Salque et al.

Nature, 11 November 2015, DOI:10.1038/nature15757

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.