Skip to main content

Dakotaraptor steini, Dino Raptor Bersenjata Cakar Clurit

Penelitian ~ Dinosaurus raptor berbulu yang benar-benar mematikan bangkit dari kubur, Dakotaraptor steini karnivora bipedal bersenjata cakar clurit 9,5 inci.

Setidaknya satu dino terbaring di South Dakota berhias tombol-tombol pena bulu pada tulang lengan bawah, pertama kali didokumentasikan bukti bahwa raptor besar memiliki bulu dan cakar besar-besaran.

Dromaeosaurida raksasa mengejar mangsa selama tahap Maastrichtian dari Upper Cretaceous, predator baru mengisi celah ukuran tubuh di tengah theropoda dan tyrannosaurus.

Para ilmuan menambah satu paragraf catatan keanekaragaman theropoda Kapur Laramidia dan secara radikal mengubah hirarki dunia paling menakutkan dalam rekonstruksi paleoekologi.

"Ini benar-benar pesaing Ferrari, berlari sangat cepat, melompat sangat baik dan lincah," kata Robert DePalma, kurator Palm Beach Museum of Natural History.

"Cakar di depan dan belakang tubuh menggambil apa pun dan mengiris-iris menjadi potongan kecil. Ini benar-benar mematikan," kata DePalma.

"Raptor Cretaceous dibangun ringan dan mungkin untuk menandingi kelincahan theropoda kecil setan seperti Velociraptor," kata DePalma.


D. steini yang berjalan Bumi sekitar 66 juta tahun lalu ditemukan tahun 2005 di Hell Creek Formation juga dikenal sebagai rumah terkenal Tyrannosaurus rex dan tiga Triceratops bertanduk.

Panjang 6 meter meraih panggung salah satu raptor terbesar dengan bentangan sayap 1 meter. Satu-satunya raptor dikenal lebih besar adalah Utahraptor panjang 7 meter tapi punah 60 juta tahun sebelum Dakotaraptor muncul.

Para ilmuwan menemukan bulu karena dudukan pena di bawah tulang lengan yang biasanya menunjuk di mana bulu menempel tulang. Meskipun memiliki bulu dan sayap, dinosaurus tidak bisa terbang karena tubuh terlalu berat.

Tujuan bulu sayap masih belum jelas, tetapi beberapa teori menyatakan fungsi perlengkapan persenjataan untuk menangkap mangsa, melindungi telur atau daya tarik seksual.

Hal yang melekat pada Dakotaraptors sebagai monster adalah cakar sabit 9,5 inci sepanjang kurva luar dan lebih besar dari apa yang pernah terlihat dalam kategori dinosaurus.

"Ini sangat lateral dikompresi berarti tersusun untuk menusuk daging. Mereka tidak menginjak-injak sampai mati, tapi mengiris-iris Anda seukuran dadu," kata David Burnham, paleontolog University of Kansas.


Tidak jelas apakah dinosaurus berburu dalam kelompok, tapi Burnham mengatakan ada beberapa bukti mereka melakukan perjalanan dalam formasi karena fosil biasanya menghasilkan lebih dari satu raptor di satu area.

D. steini mengisi relung sistem ekologi selama ini dianggap kosong. Dakotaraptor masuk ke dalam hirarki predator seperti lebih besar dari beberapa makhluk karnivora tetapi lebih kecil dari Tyrannosaurus.

"Di sini Anda melupakan figur yang paling mematikan dalam lanskep rentang waktu tersebut, jadi jelas memiliki efek dramatis untuk interpretasi paleoekologi," kata DePalma.

Meskipun semua penemuan membutuhkan penyelidikan lebih lanjut, para peneliti ingin lebih baik tahu bagaimana Dakotaraptors hidup. Tetapi paling penting menemukan tengkorak yang masih hilang.

"Kami menemukan beberapa celah gigi tapi tidak pernah menemukan tengkorak. Ini hadiah undian para paleontolog jika Anda mendapatkan kepalanya," kata Burnham.
The first giant raptor (Theropoda: Dromaeosauridae) from the Hell Creek Formation

DePalma, Robert A. et al.

Paleontological Contributions, 2015-10-30, DOI:10.17161/paleo.1808.18764

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.